Brilio.net - Seorang pria pengangguran asal Tokyo, Jepang, ditahan oleh pihak kepolisian karena diduga menyimpan jasad sang ayah di kamar mandi apartemen milik mereka di Nerima Ward, selama kurang lebih 3 tahun.

simpan jasad ayah di km. mandi © 2017 brilio.net

foto: japantoday

Dilansir dari japantoday, Senin (28/8), pria bernama Hideyoshi Takeda tersebut, mengaku bahwa ayahnya tersebut telah tua renta berusia 80 tahun dan meninggal pada tahun 2014 silam. Saat itu, pria berusia 45 tahun ini tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap jasad ayahnya karena ia tak sanggup membayar uang pemakaman sang ayah.

Menurut laporan Fuji TV, ayah Takeda selalu menginginkan agar Takeda selalu berada di dekatnya meski ia telah meninggal. Ia mengklaim bahwa ayahnya meninggalkan surat wasiat berbunyi seperti itu.

Loading...

Tindakan dari Hideyoshi ini akhirnya diketahui setelah pihak dari otoritas Kota Tokyo menerima surat permintaan bantuan sosial dari Takeda kepada pemerintah pasca meninggalnya sang ayah. Saat itu, petugas memeriksa identitas keluarganya, namun nama sang ayah rupanya belum pernah terdaftar dalam surat catatan kematian dari pemerintah.

Nah karena itulah, akhirnya kepolisian setempat mulai menggeledah apartemen Takeda dan menemukan jasad ayah Takeda yang terbungkus dalam sebuah tas besar di dalam bak kamar mandi.

simpan jasad ayah di km. mandi © 2017 brilio.net

foto: japantoday

Selama ini, Takeda sendiri rupanya masih menerima jatah pensiun dari ayahnya setelah meninggal. Namun karena tuntutan ekonomi, membuat Takeda terpaksa meminta bantuan kesejahteraan pada pemerintah. Dari sinilah aksi penyimpanan mayat yang dilakukan laki-laki ini diketahui.

Kejadian ini pun sempat menggemparkan warga di wilayah Nerima, Tokyo, serta warganet di Jepang.

"Pria durhaka, dia tahu apa yang dia lakukan salah, dan tetap terus menerus mengumpulkan uang pensiun ayahnya karena ia malas nggak mau bekerja. Usia 45 tahun dan pengangguran di Jepang itu artinya dia memang malas!" tulis Sine Sensei.

Sejauh ini polisi masih menangani kasus penyimpanan mayat dan memeriksa beberapa saksi.