Brilio.net - Berbagai kejadian miris terkait dengan depresi baru-baru ini memang kerap menghantui kita. Salah satunya seperti yang baru-baru ini terjadi di Daegu, Korea Selatan. Dilansir dari Allkpopbuzz, Jumat (4/8), ditemukan jasad seorang siswi SMP berusia 14 tahun yang tergeletak di depan sebuah apartemen.

Menurut keterangan kepolisian Daegu, pada 1 Agustus lalu, siswi SMP yang disebut A tersebut terjun dari lantai 24 dari gedung apartemen miliknya pada pukul 00:25 waktu setempat. Dilaporkan juga bahwa menurut keterangan saksi, pada siang hari sebelum kejadian perkara, A sempat beradu mulut dengan kekasihnya hingga menangis lewat telepon.

"A juga sempat mengirimkan sebuah pesan kepada temannya bahwa A mengatakan 'ingin pergi dari kehidupan ini selama-lamanya', malam sebelum A melakukan bunuh diri," ungkap pihak kepolisian setempat. "Saat ini kami sedang menginvestigasi semuanya yang menjurus pada penyebab kematian A, agar kami mengetahui penyebab sebenarnya."

Sementara itu, di Korea sendiri jumlah remaja yang melakukan tindakan bunuh diri memang meningkat. Menurut studi, alasan mereka mengakhiri hidup mereka mayoritas dikarenakan merasa sendirian, depresi yang parah, serta adanya isu-isu tentang bullying di sekolah, peringkat sekolah dan lain sebagainya. Para ahli bahkan menyebutkan bahwa keadaan ini sudah semakin parah. "Depresi di antara para siswa dan remaja ini merupakan kasus serius yang harus kita teliti lebih jauh agar bisa mencegahnya," kata ahli seperti dikutip dari Allkpopbuzz.

Maraknya kasus bunuh diri belakangan ini tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi kita. Apabila kamu mendapati seseorang yang mengalami kesedihan, penurunan aktifitas sehari-hari, kecemasan, rasa resah, bingung dan semacamnya, termasuk juga sulit tidur, maka sebagai orang terdekat hendaknya memberikan perhatian yang lebih padanya.

Loading...

Dan jika kamu membutuhkan informasi terkait depresi atau ingin berbicara terkait dengan kesehatan mental yang lainnya, kamu bisa menghubungi hotline info bunuh diri yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dapat dihubungi di 500-454. Selain itu, kamu juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email: janganbunuhdiri@yahoo.com atau telepon: 021 9696 9293.