Brilio.net - Menikah dan memiliki keluarga yang harmonis merupakan impian banyak orang. Terutama anak-anak muda yang baru menjalin hubungan dengan teman dekatnya.

Meski tidak bisa dipungkiri jika dalam berhubungan dengan orang pasti terdapat rintangan dan sedikit cek cok dengan orang terdekat. Namun, bagaimana jika ada seorang istri yang memperlakukan suaminya dengan cara yang buruk bahkan tak segan membunuhnya?

Jika selama ini yang kamu ketahui banyak suami yang melakukan KDRT terhadap pasangannya, ternyata tak sedikit pula istri yang justru melakukan tindak kekerasan terhadap suaminya. Penasaran dengan cerita para istri yang memperlakukan suaminya dengan cara yang buruk? Berikut brilio.net lansir dari oddee.com, Sabtu (23/7).

1. Seorang istri di Australia membunuh suaminya dan memasaknya untuk makanan sang anak.

perlakuan buruk istri © 2016 brilio.net

Loading...

Seorang perempuan di Australia bernama Katherine Knight pada tahun 2000 silam mendapat hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Hukuman itu ia dapatkan setelah ia membunuh suaminya. Kejamnya lagi ia juga menguliti tubuh suaminya tersebut, memenggal kepalanya dan meletakkannya di dalam panci di atas kompor. Selain itu ia juga memasak anggota tubuhnya yang lain dan mencampurnya dengan sayuran sebagai lauk untuk anak-anaknya. Namun polisi sudah lebih dulu menangkap dan mengevakuasi Katherine sebelum anak-anaknya sampai di rumah.

2. Seorang wanita membunuh dua suaminya dan menuduh anak kandungnya sebagai pelakunya.

perlakuan buruk istri © 2016 brilio.net

Pada tahun 2005, Stacey Castor, menggunakan bahan kimia sebagai anti beku terhadap suami keduanya, David Castor selama empat hari. Setelahnya ia menggunakan jasad suaminya tersebut untuk membuat adegan seolah-olah kejadian bunuh diri.

Namun setelah melakukan investigasi polisi menemukan ethylene glycol pada jasad David. Karena curiga, polisi kemudian melakukan penggalian makam suami pertama Stacey, yakni Michael Wallace yang meninggal pada tahun 2000 karena serangan jantung. Setelah dilakukan analisis kimia ternyata jasad Michael juga mengandung ethylene glycol. Mereka pun semakin mencurigai Stacey sebagai pelaku pembunuhan. Namun Stacey mengelak dan menuduh putrinya yang membunuh suaminya dan memberikan bukti bahwa ada sidik jari putrinya. Namun pada tahun 2009 sang putri bersaksi di pengadilan dan menyatakan bahwa ibunya lah yang telah membunuh kedua orang tersebut.

BACA JUGA: Coba pecahkan tebak-tebakan emoji ini kalau ngaku suka science

3. Seorang wanita berselingkuh setelah mendapat donor ginjal dari suaminya.

perlakuan buruk istri © 2016 brilio.net

Dr Richard Batista menikah dengan Dawnell Batista pada tahun 1990. Pada tahun 2001, transplantasi ginjal yang dijalani Dawnell gagal, hingga kemudian setelah serangkaian tes sang suami dinyatakan bisa menjadi pendonornya. Setelah transplantasinya dinyatakan sukses, Dawnell dinyatakan bisa bertahan dan hidup normal.

Namun, pernikahan mereka ternyata tidak bisa bertahan. Menurut pengakuan suaminya, Dawnell diketahui berselingkuh dengan terapisnya. Karena patah hati, ia kemudian meminta Dawnell membayar sebesar USD 1,5 juta atau sebesar Rp 19 miliar atas ganti rugi organ yang telah ia sumbangkan.

4. Seorang nenek didakwa telah membunuh empat suaminya.

perlakuan buruk istri © 2016 brilio.net

Seroang wanita berusia 76 Tahun di Georgia, dituduh menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suami keempatnya. Pihak berwajib yang sedang mendalami kasus tersebut kemudian menemukan kejanggalan-kejanggalan pada kematian suami-suami sebelumnya. Hal ini setelah mereka mengathui jika wanita tersebut selalu mendapat asuransi dalam jumlah besar dari kematian empat orang tersebut.

5. Seorang wanita lebih memilih buaya peliharaannya daripada suaminya sendiri.

perlakuan buruk istri © 2016 brilio.net

Seorang wanita di Australia, Vicki Lowing menceraikan suaminya setelah pria tersebut memintanya untuk membuang binatang peliharaannya, yakni seekor buaya. Hal ini terjadi karena bagi Vicki, buaya tersebut bukanlah sekadar binatang peliharaan, namun sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.

Vicki memelihara binatanag tersebut sejak tahun 1996, setelah menemukannya di depan pintu rumahnya. Hingga saat itu ia terus merawatnya, bahkan membawanya ke tempat tidur. Hal ini membuat sang suami cemburu dan menilai jika Vicki menghabiskan terlalu banyak waktu untuk binatang tersebut. Bukannya mendengarkan pendapat suaminya tersebut, Vicki justru mengajukan gugatan cerai pada tahun 2005 silam.