Brilio.net - Kalau kamu pernah menonton film Aladdin, pasti kamu nggak asing lagi dengan lampu ajaib. Lampu magic yang bisa mengabulkan tiga permintaan si tuannya.

Yap, itu adalah cerita fiksi yang cukup terkenal bahkan terdapat life action-nya. Di dunia nyata, lampu tersebut tidaklah mampu mengabulkan permintaan si empunya.

Meski banyak yang tahu tentang cerita fiksi tersebut, nyatanya masih ada saja yang tertipu dengan cerita dongeng tersebut. Brilio.net melansir dari timesofindia.com, pada Selasa (3/11), seorang dokter asal Meerut, India tertipu miliaran rupiah setelah tergiur dengan 'kehebatan' lampu Aladdin yang dijual seorang penipu.

Harga yang ditawarkan lampu tersebut tak tanggung-tanggung, yakni mencapai USD 335.000 atau setara Rp 4,8 miliar.

Penipu tersebut mengatakan, terdapat jin yang tinggal di dalam lampu dan bisa mengabulkan semua permintaan tuannya, seperti kesehatan dan kekayaan.

Loading...

tertipu lampu aladdin 4,8 miliar © Berbagai sumber

foto: Facebook/Oddity Central

Awal mula dari kasus penipuan ini yaitu saat dokter Khan sedang mengobati pasiennya yang baru selesai operasi. Lalu di rumah tersebut dia bertemu pria bernama Ikramuddin dan Anees.

Ikramuddin kemudian menawarkan lampu Aladdin itu kepada Khan dengan beberapa syarat.

"Ikramuddin mengatakan kepada saya bahwa dia memiliki lampu ajaib yang terbuat dari emas dan beratnya sekitar 5 kg dan terdapat jin yang tinggal di sana. Dia mengatakan lampu itu ajaib dan bisa mengabulkan semua permintaan saya. Tapi saya harus menyimpannya di kotak selama dua tahun, bila tidak maka hal buruk akan terjadi kepada keluarga saya," ungkap dokter Khan seperti dikutip dari timesofindia.com.

Dokter Khan pun menyetujui dan membayar uang tersebut dengan cara mencicil setengahnya kepada Ikramuddin dan Anees.

Saat Khan ingin menyentuh lampu itu, selalu dicegah Ikramuddin dan mengancam bahwa hal buruk akan datang bila melanggar peraturan. Khan diperbolehkan memegang lampu tersebut setelah cicilannya lunas.

Menyadari adanya kejanggalan tersebut, dokter Khan segera melapor kepada pihak kepolisian untuk diselidiki. Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua penjual telah menipu beberapa orang dengan trik yang sama.

Modus operandi utama yakni meyakinkan korban bahwa lampu tersebut bisa memenuhi semua keinginan orang.

"Mereka akan membujuk pelanggan yang mudah tertipu dengan menjanjikan keuntungan menggiurkan atas uang mereka. Untuk mendapatkan kepercayaan, mereka akan mengembalikan uang seperti yang dijanjikan hanya untuk memastikan korban kembali dengan jumlah yang lebih besar," ungkap Subhash Atri petugas kantor kepolisian Brahmapuri, Meerut.