×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kucing dan sejarah kelam Eropa

0

Duh

Kucing dan sejarah kelam Eropa

Sejarah kelam Eropa yang berawal karena kucing.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Maulani Ahmad

01 / 03 / 2020 17:54

Siapa yang nggak tahu hewan lucu dan menggemaskan bernam kucing? Hewan yang sering kali berkeliaran di sekitar kita ini biasanya dipelihara untuk mengusir tikus atau mungkin hanya sekadar untuk hiburan di rumah saja. Rasnya juga bermacam-macam seperti Persia, Angora, dan masih banyak lagi. Umumnya yang ada disekitar kita adalah kucing ras campuran atau kucing kampung. Tapi, tahukah kamu bahwa kucing pernah punya sejarah kelam di Eropa dulu? Kenapa bisa seperti itu? Apa penyebabnya dan efek apa yang ditimbulkan?

Pada abad ke-13 sampai 14 silam, seorang paus dari Eropa bernama Gregorius IX pernah memberikan pernyataan yang bisa disebut konyol, yakni menganggap kucing adalah jelmaan iblis terutama kucing hitam dan menganggap akan membawa nasib buruk bila tidak dimusnahkan. Masyarakat yang kala itu percaya pada paus langsung menangkap dan membunuh kucing-kucing yang sampai sekarang tidak pernah diketahui berapa jumlah pastinya, namun pastinya luar biasa banyak. Mereka tidak menyadari telah mengundang sebuah pandemic mengerikan yang akan merenggut nyawa jutaan orang.

Pada awal-awal masa setelah genosida kucing tersebut, keadaan masyarakat masih baik-baik saja dan mungkin merasa lebih tenang karena hewan yang dianggap jelmaan iblis tersebut sudah dimusnahkan. Namun beberapa waktu kemudian mulai bermunculan penyakit aneh di mana orang yang terkena penyakit tersebut kulitnya berubah menjadi hitam. Semakin banyak orang yang terkena penyakit tersebut membuat masyarakat semakin ketakutan dan menyebutnya sebagai “Great Plague” pada masa itu. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis yang menurut penelitian berasal dari kutu dan hewan-hewan pengerat seperti tikus. Ya, kita mengenalnya saat ini dengan nama “Black Death”.

Kucing dan sejarah kelam Eropa

Pembantaian terhadap kucing mungkin adalah salah satu kesalahan terbesar yang pernah dilakukan orang-orang Eropa pada saat itu. Mereka membunuh predator alami tikus sehingga perkembangan mereka tak terkendali. Perlu diketahui, seekor tikus betina bisa melahirkan ribuan ekor dalam waktu satu tahun saja. Black Death terus menyebar ke berbagai wilayah lainnya melalui para pedagang dan orang-orang yang bermigrasi karena ketakutan terhadap wabah ini. Sampai sekarang tercatat bahwa Black Death adalah wabah terburuk yang pernah terjadi di dunia dan telah membunuh lebih dari satu pertiga bangsa Eropa kala itu.

Loading...

Nah, sekarang kita tahu efek dari keberadaan kucing untuk lingkungan sangatlah penting. Bagaimanapun, hewan memiliki perannya masing-masing dalam menjaga keseimbangan. Agama juga selalu mengajarkan untuk selalu menyayangi sesama makhluk ciptaan tuhan dan berbagi kehidupan dengan mereka.

Semoga bermanfaat.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red