×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Keunikan masjid kuno di Banjarnegara, bisa salat di 2 daerah sekaligus

0

Jalan-Jalan

Keunikan masjid kuno di Banjarnegara, bisa salat di 2 daerah sekaligus

Di Masjid Kuno Jami At Taqwa ini pengunjung bisa menjalankan ibadah salat dalam satu waktu di dua daerah sekaligus.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Satrio Mur Bayu

16 / 12 / 2019 09:48

Siapa sangka di ujung paling barat dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan tersimpan sebuah tempat wisata religi yang unik tapi nyata. Jika wisata religi di Indonesia kebanyakan terkenal karena kemegahannya, lain halnya dengan wisata religi di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Bagaimana tidak, di tempat wisata religi yang bernama Masjid Kuno Jami At Taqwa ini wisatawan yang berkunjung bisa menjalankan ibadah salat dalam satu waktu di dua tempat atau daerah sekaligus.

Hal ini karena lokasi Desa Gumelem tempat berdirinya Masjid Jami At Taqwa terbagi menjadi dua, yaitu Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon. Itulah yang menjadi penyebab uniknya tempat wisata religi ini.

Dulunya tempat berdirinya masjid ini hanya bernama Desa Gumelem. Namun sekitar tahun 1950-an wilayah ini terbagi menjadi dua. Dua wilayah itu bernama Desa Gumelem Wetan dan Desa Gumelem kulon. Bukan karena kebetulan semata, tanah tempat berdirinya masjid ini pun terbagi menjadi dua sehingga ketika menjalankan ibadah salat pun akan berada di antara Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon.

Di sisi lain, Masjid Kuno Jami At Taqwa ini dibangun sekitar tahun 1600-an. Menurut sejarah, masjid ini dibangun oleh para wali yang menyebarkan agama islam khususnya di tanah Jawa. "Ya benar, dari sejarah secara turun temurun masjid ini dibangun oleh para wali yang menyebarkan agama islam pada masa itu." Kata Arief Machbub, Kepala Desa Gumelem Kulon, (13/12/2019).

Di atas mihrab terdapat inkripsi dengan huruf arab pegon yang ditulis pada usuk. Inkripsi serupa juga terdapat di bagian atas pintu utama masjid, namun menggunakan huruf Jawa kuno. Sedang arti dari tulisan tersebut belum diketahui.

Loading...

"Sampai saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, jadi belum tahu apa arti dari tulisan itu." Tambah Arief Machbub.

Salah satu bukti dari jejak peninggalan islam di Gumelem ialah adanya makam dari Ki Ageng Giring yang berada di Bukit Girilangan Gumelem Wetan. Ki Ageng Giring sendiri merupakan salah satu tokoh penyebar agama islam di tanah Jawa khususnya di daerah eks Karesidenan Banyumas, terutama di Desa Gumelem.

"Ya memang Ki Ageng Giring itu salah satu tokoh penyebar islam di Gumelem dan ada hubungannya dengan sejarah masjid kuno At Taqwa." Ungkap Ahmad Sujeri, Juru Kunci Makam Ki Ageng Giring, (13/12/2019).

Sampai saat ini Masjid Jami At Taqwa masih digunakan oleh warga sekitar untuk ibadah salat lima waktu, salat Jumat, hingga salat di Hari Raya seperti Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red