"The mountains tell you, quite ruthlessly,who you are, and what you are.Mountaineering is a game where you cant cheat,more than that, whats important is your determination cool nerves,and knowing how to make the right choice."George L. Mallory

Kalimat pertama dari kutipan George Mallory membuat saya merinding, terutama karena saya mendalami bidang mountaineering juga. Dan memang tebing dengan caranya yang kejam, memberi tahu siapa diri saya sebenarnya.

Girls vs Rocks.

Jangan mencemaskan gender. Pemanjat perempuan banyak kok. Dan percayalah, tebing tempat belajar yang menakjubkan.

Apa yang bisa dilakukan di tebing? Memanjat, tentu. Tapi bukan itu saja yang bisa dilakukan. Disamping kegiatan olahraga, masih ada kegiatan sosial-ilmiah. Misalnya analisa sosial masyarakat yang tinggal di sekitar tebing, dan kegiatan penelitian tentang kondisi batuan yang pastinya hasil datanya dapat bermanfaat bagi orang lain.

Girls vs Rock Climbing

Kenapa perempuan memanjat tebing? Karena panjat tebing adalah olahraga yang menyenangkan dan memacu adrenalin, namun tetap aman selama dilakukan dengan teknik dan peralatan yang benar. Apa yang didapatkan dari panjat tebing? Badan sehat hanyalah sebagian kecil manfaat yang bisa diperoleh. Banyak muatan lain yang bisa dipetik, di antaranya.

1. Kesabaran.

Bayangkan ketika temanmu memanjat dan kamu jadi belayer-nya. Kamu akan menengadah dalam waktu cukup lama sampai dia mencapai target. Leher pasti pegal. Tapi keselamatan temanmu ada di tanganmu, kamu tak mungkin egois, kan?

2. Keberanian.

Saat memanjat, ada kalanya jalur yang dilewati cukup sulit. Cacatan batuan minim, namun pengaman masih agak jauh di atas kepala, sementara pengaman terakhir ada di bawah badan kita. Kalau lanjut naik ada kemungkinan jatuh, dan bisa jadi jatuhnya agak jauh ke bawah. Dan kemungkinan besar akan terasa sakit. Kalau sudah begitu saya ada tiga kata. Do. Not. Cry.

3. Kerjasama sekaligus kemandirian.

Setiap anggota tim pemanjatan memegang peran masing-masing yang saling berkaitan. Leader membuat jalur, cleaner yang membersihkan jalur dan sekaligus membuat jalur yang lain untuk orang berikutnya, rescuer bertugas menjadi penyelamat apabila terjadi kecelakaan, ada pembawa logistik yang memenuhi kebutuhan tim selama di atas tebing, dan juga kru darat yang selalu siaga setiap saat apabila dibutuhkan. Peran-peran tersebut membuat anggota tim mendapatkan dua muatan yang berlawanan secara bersamaan.

4. Pantang menyerah.

Tidak ada pemanjatan yang tidak memiliki target ketinggian, kan? Apalagi dalam panjat tebing, menambah ketinggian bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara beramai-ramai. Anggota tim bergiliran dalam menambah ketinggian. Dan karena perannya yang berbeda-beda, seluruh tim bergantung satu sama lain. Dan seorang leader tidak mungkin menggagalkan target timnya sendiri.

5. Kebahagiaan.

Memanjat itu menyenangkan. Sebagian besar pemanjat perempuan di dunia tidak memiliki alasan khusus mengapa mereka memanjat tebing. Mereka hanya menikmatinya. Karena di akhir pemanjatan yang sulit selalu ada pemandangan indah dari atas tebing yang bisa dinikmati.