×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Inilah 6 dampak psikologis terhadap anak akibat tindakan bullying

0

Serius

Inilah 6 dampak psikologis terhadap anak akibat tindakan bullying

Berikan anak cinta, kasih sayang, dan perhatian yang cukup sehingga menghindarkan mereka dari perilaku bullying.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Diffa Bunga

07 / 04 / 2020 11:20

Bullying adalah suatu tindakan negatif yang dilakukan secara berulang-ulang di mana tindakan tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan untuk melukai dan membuat seseorang merasa tidak nyaman. Kasus bullying yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia kian memprihatinkan. Hasil kajian Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter tahun 2014 menyebutkan, hampir setiap sekolah di Indonesia ada kasus bullying, meski hanya bullying verbal dan psikologis/mental. Kasus-kasus senior menggencet junior pun terus bermunculan. 

Berikut ini merupakan beberapa dampak psikis anak akibat bullying:

1. Rasa cemas berlebihan dan kesepian.

Konsep diri sosial korban bullying menjadi lebih negatif karena korban merasa tidak diterima oleh teman-temannya. Selain itu dirinya juga mempunyai pengalaman gagal yang terus-menerus dalam membina pertemanan, sehingga menimbulkan rasa cemas berlebihan ketika hendak berteman.

2. Membenci lingkungan sosialnya dan enggan ke sekolah.

Loading...

Korban akan merasa takut dan membenci lingkungan sekolahnya karena telah merasakan pengalaman menyakitkan di sana. Pengalaman menyakitkan itu selalu menghantui pikirannya tentang tempat kejadian itu terjadi dan hal itu akan sangat menyakitkan bagi korban.

3. Kesulitan konsentrasi.

Karena merasa takut berkepanjangan dan depresi, korban bullying akan kesulitan berkonsentrasi dalam melakukan segala hal, terutama dalam belajar.

4. Merasa rendah diri dan tidak berharga.

Korban akan menyalahkan dirinya sendiri, dia berpikir bahwa ada yang salah pada dirinya sehingga tidak dapat diterima oleh teman-temannya. Hal ini akan menimbulkan sikap tidak mencintai dirinya sendiri sehingga dia menjadi rendah diri dan merasa tidak berharga.

5. Trauma.

Korban bullying akan membawa perilaku atau pengalaman menyakitkan itu sampai dewasa. Hal ini kemudian akan berpengaruh negatif pada kemampuan mereka untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan orang lain.

6. Keinginan untuk bunuh diri.

Korban akan merasa tidak dibutuhkan dan ingin mengakhiri hidupnya. Dalam pikirannya jika dia mati semua masalah akan selesai dan tidak akan merasakan perasaan tersebut terus menerus.

Sebagai orang dewasa kita harus melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya bullying:

- Memberikan pemahaman tentang bullying dan dampaknya.

- Memberi saran mengenai cara–cara menghadapi bullying.

- Memberikan teladan lewat sikap dan perilaku.

- Membekali anak dengan kemampuan untuk membela dirinya sendiri.

- Upayakan anak agar memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red