×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini maksud dari Internet of Things dan keuntungan di baliknya

0

Ekonomi

Ini maksud dari Internet of Things dan keuntungan di baliknya

Peran fintech terhadap Artficial Intelligence dan keuntungan bagi khalayak di era digital.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Indira apsari dewi

27 / 02 / 2019 16:47

Co Creation Week yang diadakan oleh Jenius Conect membahas hal menarik seputar finance, technology, and creativity yang secara tak langsung membuat khalayak ikut terbawa dengan kemajuan ketiga hal yang dibahas di kelas dari acara ini. Kelas dibuka untuk umum di mana selama 3 hari kita diajarkan seputar finance, technology, and creativity yang mengundang pembicara inspiratif dan expert di bidangnya sehingga dapat menambah wawasan kita di era milenial yang semuanya serba digital dan canggih.

internet of things

Di tanggal 22 Februari 2019, Co Creation Week menghadirkan pembicara handal bernama Alfred Boediman di kelas Internet of Things. Alfred Boediman adalah Vice President, Samsung Research and Development Institute Indonesia (SRIN), Manajemen senior yang berpengalaman yang telah menerapkan perubahan untuk menjawab kebutuhan bisnis di sejumlah bidang di sektor TI dan Telekomunikasi.

Dengan hadirnya Alfred di event Co Creation ini, ia membahas tentang Internet of Things. Apa sih Internet of Things itu? Pengertian umum dari Internet of Things adalah jaringan perangkat seperti kendaraan dan peralatan rumah tangga yang berisi elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan hal-hal ini untuk menghubungkan, berinteraksi, dan bertukar data.

Namun di sini Alfred lebih memfokuskan kepada Artificial Intelligence atau yang disingkat dengan (AI). Apa itu Artificial Intelligence? Mungkin beberapa kalangan awam tidak umum mendengar ini. Kata lain dari Artficial Intelligence (AI) yaitu Kecerdasan Buatan. Pengertian umum dari Kecerdasan Buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence) atau hanya disingkat AI, yang didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. 

Loading...

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.

Nah, yang dibahasa adalah mengenai Intelligent Digital Mesh. Teknologi ini akan dimasukkan dan tidak dapat dibedakan dalam bisnis di masa depan. Apa sih yang kita dapat dari mebahas Intelligent Digital Mesh? Berikut pejelasannya.

1. User experience (pengalaman pengguna).

Dari Internet of Things sendiri, “The things” adalah device experience atau pengalaman pengguna yang sudah menggunakan device yang mudah dan fungsional sesuai dengan kebutuhan khalayak itu sendiri. Alfred Boediman mengatakan penelitian umum yang dia lakukan adalah observasi sendiri bagaimana perilaku manusia ke perangkat dan perangkat ke manusia, dan untuk membuat orang tertarik pada perangkat serta secara tidak langsung mengubah gaya hidup yang akan menjadi kebutuhan.

 

2. Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).

Apa yang membuat kita tertarik dengan kecerdasan buatan (contoh: handphone apple dan fitur kecerdasan buatan lainya). Semua hal tersebut dikarenakan trend di mana di balik kita mengenal produk tersebut ada marketing yang menjual dan mempromosikan produk yang ingin mereka jajakan ke masyarakat sehingga khalayak tertarik dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing terhadap kecerdasan buatan tersebut.

 

3. Big data (data besar).

Big data diperumpamakan sebagai hardisk di mana bila kita tahu hardisk atau big data sebuah perusahaan adalah contoh perusahaan yang akan hancur karena data saat ini internal ataupun external semua beralih ke cloud atau bisa dibilang big ocean cloud yang menyimpan seluruh “Big Data”. Sebuah pertanyaan simple dan menarik, berapa biaya untuk sebuah cloud? Berapa banyak akses yang kamu bawa untuk simpan ke cloud? Jawabannya adalah sangatlah mahal. Korelasi big data dan cloud sendiri adalah percaya dengan data yang kalian taruh di cloud. Karena mau tidak mau semua sudah beralih ke cloud sebab lebih mudah dan fungsional sesuai dengan kebutuhan khalayak. Hardisk bisa hilang, tetapi cloud tidak akan hilang. Hanya saja kita harus memperbaharui atau melakukan pengecekan data internal.

 

4. Digital payment (pembayaran digital).

Masih terkait dengan AI, Kecerdasan Buatan, Pembelajaran Mesin, Pembayaran Mobile, menurut Juniper Research pengguna pembayaran seluler diperkirakan akan mencapai 2 miliar di seluruh dunia pada tahun 2020, dan tidak ada pertanyaan bahwa kecerdasan buatan akan mengubah pembayaran mobile dan memiliki potensi untuk sangat mengganggu industri perbankan. Karena dengan adanya AI, mobile payment atau kita sebut Digital Payment malah memiliki korelasi yang baik dan sangat mempermudah akses mobility perbankan.

Contoh nyata digital payment adalah Gopay. Penawaran terbaik dari online transportasi yang memudahkan kita bila tidak memiliki cash kita bisa bayar melalui gopay. Kenapa kebanyakan orang memilih gopay? Karena kembali lagi, siapa yang tidak mau dengan promosi, dan itulah kegunaan digital payment.

Masih banyak contoh nyata penawaran menarik digital payment, jadi kenapa beberapa orang tidak menggunakan salah satu penawaran digital payment yang sedang ramai di khalayak? Kembali lagi semua karena promosi dan customer ingin mendapatkan benefit dengan apa yang mereka pakai.

 

5. Blockchain.

Blockchain menyimpan informasi tentang transaksi antar pengguna atau perubahan lain pada basis data (dilakukan tanpa perantara) sedemikian rupa sehingga dapat dilacak oleh pengguna manapun selamanya untuk transparansi maksimum. Beberapa peserta, penambang, mengumpulkan informasi tentang transaksi dan menyusunnya dalam disebut blok, menggunakan sejumlah besar energi yang mahal, dan dengan demikian memastikan bahwa urutan semua transaksi yang pernah dibuat didokumentasikan secara tetap dalam database de-sentral yang setiap pengguna memiliki salinan di perangkatnya. Sebagai gantinya mereka menerima bitcoin berharga sebagai insentif untuk melindungi jaringan dari korupsi.

Dalam jaringan ini pengguna dapat mentransfer nilai dan menyimpan informasi tanpa ada kemungkinan mereka diubah atau diperebutkan lagi. Dokumentasi transaksi terjadi dengan cepat alih-alih memakan waktu beberapa hari. Tidak ada pemerintah dan tidak ada perusahaan di dunia yang dapat mempengaruhi atau menyabot jaringan blockchain seukuran blockchain Bitcoin karena hanya sebagian besar peserta yang dapat memutuskan perubahan aturan. Pemalsuan data yang disengaja oleh sekelompok orang sebenarnya tidak mungkin. Namun kunci dari blockchain ini adalah kepercayaan, dan masih terkait dengan contoh nomor satu, pengalaman pengguna.

 

6. Omnichannel.

Kita percaya masih banyak para awam tidak umum dengan kata Omni-channel. Pengertiannya sendiri adalah sebuah pendekatan yang berpusat pada pelanggan yang merupakan evolusi dari ritel multi-channel. Ini merujuk pada adopsi strategi, variasi alat untuk berhubungan dengan pelanggan, dan customer experience yang sama di berbagai channel belanja.

Menurut Muliadi, Omni Channel adalah model bisnis lintas channel yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengalaman pelanggan mereka. Pelanggan dari perusahaan yang mempraktekkan Omni channel dapat melakukan belanja dengan menggunakan berbagai channel sekaligus, baik online maupun offline.

 

Dari beberapa faktor tersebut ada contoh nyata yang di mana Alfred melakukan observasi penelitian. Kita dan ketergantungan dengan internet itu sendiri bisa dilihat ketika khalayak menggunakan smartphone. Dari faktor tersebut Alfred menyimpulkan dan mengaitkan juga kita di era digital media ini tidak bisa mengelak dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Karena seperti pernyataanya, ia akan secara tidak langsung akan menjadikan ini menjadi gaya hidup yang baru dan menjadi sebuah kebutuhan. Serta bagaimana menjadikan dan mengutamakan internet sebagai sarana finansial yang mudah, fungsional, dan efisien sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tidak hanya mengikuti trend, tetapi trend tersebut memiliki keuntungan positif yang berguna bagi kehidupan sehari-hari di era digital media saat ini.

Jadi tunggu apalagi, yuk beralih ke digital dan atur management crisis finansial pribadimu menjadi lebih mudah dan bermanfaat.

 

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red