×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Dilema karena body shaming? Yuk, pahami berbagai hal ini

0

Serius

Dilema karena body shaming? Yuk, pahami berbagai hal ini

Body shaming adalah kegiatan mengkritik dan mengomentari penampilan fisik seseorang.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Archie Amalia

04 / 09 / 2020 14:05

Kamu pernah disindir soal berat badan atau penampilan yang biasannya sering ada di kolom komentar Instagram? Misalnya seperti “Ih kok gendutan sekarang?” atau “Jerawatmu banyak banget tuh!” ataupun “Kamu item banget sih, gak cocok tau pake baju itu!” Pasti kamu pernah melihat komentar seperti itu, kan?

Kalimat tersebut adalah body shaming. Seperti yang diketahui, body shaming adalah kegiatan mengkritik dan mengomentari penampilan fisik seseorang. Body shaming biasanya tanpa sadar dilakukan, mulai dari basa-basi hingga demi mencairkan suasana. Padahal, kebiasaan buruk ini tidak bisa terus-menerus dilakukan karena jelas tidak ada manfaatnya dan hanya membuat orang lain sakit hati dan menjatuhkan harga dirinya.

Para pelaku body shaming dengan enteng melontarkan kalimat-kalimat yang secara tidak langsung menjatuhkan korbannya. Alasan mereka melakukan itu salah satunya adalah karena ingin bercanda untuk mencairkan suasana. Banyak dari mereka bersembunyi di balik candaan atau ejekan tersebut dan malah menyalahkan korbannya dengan alasan baper atau bawa perasaan. Hal itu membawa dampak buruk yang cukup besar bagi para korban. Tidak sedikit orang-orang di sekitar penulis yang minder, tidak percaya diri, dan juga stres karena pernah mengalami body shaming.

"Iya yang sering berkomentar bukan laki-laki tapi justru perempuan kepada sesama perempuan lainnya loh. Dan bahkan datang dari orang yang enggak dekat bahkan belum kenal sama sekali.” Ungkap Verauli, M.Psi.

Menurut pernyataan Verauli tersebut, body shaming umumnya dilakukan oleh para wanita. Mengapa demikian?

Loading...

Dilansir dari Nakita.id, Indonesia adalah salah satu negara yang menganut iklim budaya in group yang kuat atau biasa disebut dengan budaya koletif. Dalam budaya ini, orang Indonesia terbiasa untuk melakukan kegiatan apa pun secara bersamaan. Kebiasaan tersebut membuat orang cenderung untuk memperlakukan orang lain layaknya saudara padahal dalam kehidupan sebenarnya hubungan mereka tidak terlalu erat atau bahkan baru saja kenal. Karena kebiasaan yang dianggap sudah lumrah ini, banyak orang yang merasa bahwa berkomentar adalah hal yang wajar walaupun baru beberapa kali bertemu.

Meskipun Indonesia kerap diinterpretasikan sebagai bangsa yang bahagia, namun bangsa kita memiliki self-esteem atau harga diri yang rendah. Seseorang melampiaskan apa yang tidak ada di kehidupannya dengan cara berkomentar atau yang biasa dikenal dengan istilah “Susah lihat orang senang”.

Salah satu dari teman penulis pernah bercerita, dia pernah diejek oleh salah satu anggota keluarganya karena lebih pendek daripada adik sepupunya. Karena kejadian itu ia sampai berniat untuk membeli suplemen peninggi badan supaya tidak diejek oleh keluarganya lagi. Teman penulis yang lain juga sempat curhat tentang body shaming. Dia sering kali mendapat komentar nyinyir di Instagram karena terlalu sering mengunggah foto selfie-nya. Ia dianggap terlalu narsis dan tidak cantik oleh para followers-nya.

Penampilan fisik menjadi salah satu hal yang sensitif bagi para wanita. Setiap wanita memiliki bentuk tubuh yang beragam, ada yang bentuk tubuhnya pir, berlian, apel, jam pasir, lurus hingga full-bust. Mereka mudah tersinggung ketika sedang membicarakan masalah kekurangan fisiknya baik dari bagian wajah hingga tubuh. Sayangnya, tidak sedikit wanita yang menganggap dirinya memiliki tubuh ideal justru memojokkan temannya dengan ejekan. Umumnya, orang yang merasa dipojokkan akan diam dan tidak banyak bicara. Menurunnya rasa percaya diri, enggan bertemu dengan orang lain, sampai depresi berat juga adalah imbas dari body shaming.

Tenang, jangan merasa takut saat ada orang yang mengejek penampilan fisikmu. Karena menurut Tara De Thouars, seorang Psikolog Klinis di RSJ Sanatorium Dharmawangsa, body shaming itu ternyata bisa diatasi dengan hal berikut:

1. Jangan terlalu menganggap serius jika mendengar komentar buruk karena hanya membuang energi saja.

2. Mendekatkan diri kepada orang-orang yang berbeda. Misalnya, memperhatikan selebritas dengan bentuk badan dan warna kulit yang beragam atau teman-teman yang ada di sekelilingmu.

3. Harus melihat kecantikan yang beragam agar filter atau standar kecantikan yang ada di kepala dapat berubah. Dengan cara sederhana itu, kamu bisa memahami kata cantik dari perspektif yang berbeda.

Bagi yang masih sering kali mengomentari penampilan fisik orang lain, yuk sayangi diri sendiri. Dengan menerima diri sendiri, bersyukur, dan berpikir positif kamu bisa terhindar dari body shaming. Tanamkan pada dirimu bahwa cantik itu tidak mengenal ukuran fisik. Seseorang yang bahagia dan bersyukur juga akan mendapatkan salah satu aspek kecantikan yang sesungguhnya yaitu inner beauty. Yuk, mulai bersyukur dan stop body shaming.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red