×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Serba-serbi Cimpa, lepet manis khas Sumatera Utara yang bikin nagih

0

N/A

Serba-serbi Cimpa, lepet manis khas Sumatera Utara yang bikin nagih

Rasa yang manis dan gurih membuat makanan ini sangat enak dinikmati.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Kristiani Kristiani

26 / 02 / 2018 10:02

Sumatera Utara menyimpan banyak keunikan kuliner yang ada. Di setiap suku yang berada di provinsi ini memiliki makanan yang mencirikan khas daerah mereka. Makanan tersebut sangat enak dinikmati apalagi bersama keluarga. Dari makanan ringan hingga utama ada di provinsi ini. Salah satu makanan unik yang ada di provinsi ini adalah cimpa.

Cimpa adalah makanan ringan khas suku Karo, salah satu suku yang ada di provinsi Sumatera Utara. Kalau bahasa sehari-harinya, bisa dikatakan ini lepet-nya suku Karo. Rasa yang manis dan gurih membuat makanan ini sangat enak dinikmati.

Selain itu, bahan dan cara pembuatannya tidak terlalu ribet dan dapat dilakukan di rumah.

Tepung Beras Ketan, Gula Merah, dan Isi Parutan Kelapa Adalah Bahan Dasarnya

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/2018/02/14/image_1518600609_5a8401a179678.jpg

Pada lepet sendiri bahan dasarnya adalah beras ketan dan kacang yang disantan lalu dibungkus dengan daun janur. Cimpa sendiri, teksturnya sama seperti lepet. Yang membedakan lepet dengan cimpa adalah isi dan cara pembuatan. Cimpa sendiriselain beras ketan, bahan dasarnya yang lain adalah gula merah dan parutan isi kelapa. Rasa gula merah dan isi parutan kelapa itu membuat cimpa adalah kue yang sangat manis dan menggoda. Cara pembuatan cimpa pun beragam tergantung jenis cimpa yang dibuat.

Loading...

 

Awalnya Dinikmati Pada Saat Pesta Panen

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/2017/04/13/merdang-merdem-kerja-tahunan-suku-karo/

Merdang Merdem atau pesta panen khas suku Karo adalah suatu perayaan besar para penduduk kampung yang bersyukur kepada Tuhan karena memberikan hasil panen yang melimpah. Atas rasa syukur itu, mereka mengadakan pesta besar. Dahulu, pesta panen ini tersebut dirayakan selama seminggu. Pada hari keenam, cimpa pun dihidangkan. Kita sebagai tamu harus menikmati lepet manis itu sebagai penghormatan kita kepada mereka yang bersuka ria. Mereka sangat senang jika kita menikmati cimpa tersebut. Untuk sekarang ini, cimpa tersebut bergeser fungsinya seiring merdang merdam yang juga hanya dirayakan selama dua hari setahun. Dalam acara apapun pada suku Karo sekarang bisa menikmati makanan tersebut dalam suka dan duka. 

 

Cimpa Unung

https://jalanterus.id/makanan-khas-karo/

Cimpa ini adalah cimpa yang lazim dijumpai. Jenis cimpa ini merupakan cimpa yang agak sulit pembuatannya. Dalam pembuatannya sendiri, tepung beras ketan yang telah diberi sedikit air lalu diisi dengan isian gula merah dan parutan isi
kelapa yang disebut inti. Setelah itu cimpa dibungkus dan dikukus selam 20 hingga 30 menit. 

 

Cimpa Tuang

http://merga-silima.blogspot.co.id/2013/07/cimpa-tuang-snack-sehat-ala-suku-karo.html

Kalau cimpa yang satu ini, bisa dikatakan adalah pancake-nya suku Karo. Tidak seperti cimpa unung yang harus dikukus, cara pembuatan cimpa tuang sendiri digoreng. Menggorengnya pun harus menggunakan kuali besi agar merata pemasakan cimpa tuangnya. Selain itu, minyak digunakan dalam pembuatan cimpa ini harus menggunakan minyak lemak hewani untuk menjaga cita rasa cimpa itu sendiri. Kalau tidak ada, bisa diganti dengan minyak lain walaupun aromanya tidak seperti cimpa tuang. 

Cimpa Matah

https://www.tokopedia.com/mixmexmax/cimpa-matah-nditing-kabanjahe

Cimpa yang satu ini tidak perlu dimasak ataupun dikukus. Dalam penyajian pun sangat sederhana. Hanya beras ketan, isi parut kelapa, dan gula merah ditumbuk menjadi satu dan ditaruhkan diatas piring. Rasanya sendiri tidak jauh berbeda dengan cimpa yang lain. 

 

Hanya Ditemukan Di Daerah Karo

http://traveling-kiancantik.blogspot.co.id/2014/11/rumah-adat-karo-desa-lingga-yang-hampir.html

Daerah Karo merupakan daerah penghasil pegangan tersebut. Walau tidak seperti lepet yang terkenal hingga seantero nusantara bahkan dunia, namun cimpa ini tetap mengena di hati bagi masyarakat suku tersebut. Buktinya setiap merdang merdem makanan itu disajikan dan wajib dimakan untuk menghargai mereka. Bagi yang suku lain, silahkan mencicipi makanan ini. Sangat lezat. Terlebih lagi jika mengunjungi daerah asal pembuatan makanan tersebut, pasti akan mudah dijumpai. Dibuat di rumah pun tidak masalah karena bahan dan cara pembuatannya tidak terlalu sulit.

Cimpa memang sangat mengena bagi suku Karo. Karena cimpa, bisa mempererat tali persaudaraan. Sebagai suku Karo pada khususnya, kenalkan makanan ini agar menjadi trademark bagi daerah Anda. Kenalkan makanan ini ke seluruh Indonesia bahkan dunia supaya mereka tahu bahwa cimpa adalah makanan yang sangat manis dan juga memiliki manfaat bisa dirasakan oleh semua yang menikmatinya.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red