×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

0

News

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

Beberapa di antaranya bisa jadi tak kamu temukan dalam buku pelajaran di sekolah.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Reni Veronia, Mahasiswa Universitas Siber Asia

15 / 08 / 2019 11:35

Sebentar lagi kita akan memperingati hari yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, yakni Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Mungkin kita sering mempelajari sejarah Proklamasi Indonesia, dari zaman SD, SMP, hingga SMA, baik dari buku maupun dari uraian guru. Kita juga berusaha untuk menelaah berbagai macam keterangan tentang bagaimana sih Indonesia bisa terbebas dari penjajahan dan sebagaimana keras perjuangan nenek moyang kita untuk merebut Indonesia dari kekuasaan penjajah.

Tahukah kamu, nyatanya enggak semua dari seluk-beluk fakta sejarah Proklamasi dari dimulainya gagasan kalau Indonesia butuh merdeka, orang-orang yang memprakarsai kemerdekaan, sebagaimana kerasnya perjuangan kemerdekaan, dan pencapaiannya dalam mempertahankan kemerdekaan dibeberkan secara lengkap di sekolah.

Dilansir dari jadiberita.com, gramedia.com, dan careernews.com, berikut adalah fakta-fakta yang mungkin kamu sebagai orang Indonesia tulen enggak tahu mengenai hari kemerdekaan negaramu. Yuk, langsung simak uraiannya berikut ini.

1. Bapak Proklamator Indonesia, Ir Soekarno kala itu sedang sakit saat akan memproklamirkan kemerdekaan.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

Loading...

Image: berbagai sumber

Persiapan naskah Proklamasi sangat menguras jiwa dan tenaga. Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Karno pun jatuh sakit. Malarianya kambuh, suhu tubuh beliau meninggi dan sempat tidur terlelap selama 2 jam sebelum Upacara Kemerdekaan. 

2. Upacara Proklamasi berlangsung secara sederhana.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Berbeda dengan sekarang tentunya, upacara kemerdekaan pada waktu itu, 17 Agustus 1945 dilaksanakan tanpa korps upacara, regu koor upacara, iring-iring pengibaran bendera, dan bahkan tiang benderanya hanya terbuat dari bambu kasar, katrol tiang dari gelas sahur Bung Hatta, dan benderanya terbuat dari seprai Fatmawati.

3. Naskah Proklamasi tulisan tangan Bung Karno dipungut dari tempat sampah.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Sebelum naskah Proklamasinya diketik oleh Sayuti Melik, naskah rancangan itu ditulis pada selembar kertas oleh Bung Karno yang didektekan oleh Bung Hatta. Usai mengetikkan naskah hasil coretan tangan Bung Karno itu, Sayuti berpikir mungkin tulisan tangan itu takkan diperlukan lagi, maka ia pun membuangnya ke tong sampah.

Untungnya naskah tersebut diselamatkan oleh BM Diah, seorang putera asal Aceh yang juga adalah tokoh pers, pejuang kemerdekaan, diplomat, dan pengusaha Indonesia. Takut akan dibuang kembali, Diah pun menyimpan naskah asli Proklamasi itu selama 49 tahun lamanya sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.

3. Ini berarti naskah Proklamasi Indonesia ada dua.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Kedua naskah tersebut adalah sebuah naskah Proklamasi hasil klad (ditulis tangan) dan sebuah naskah Proklamasi otentik (diketik oleh Sayuti Melik). Dan sesuai dengan kenampakan kedua gambar di atas, pada poin kedua dan poin ketiga, untuk versi ketikan, kata yang tertulis 'hal2' diganti menjadi 'hal-hal'.

4. Calon Proklamator bukan hanya Bung Karno dan Bung Hatta.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Penyusunan naskah Proklamasi dihadiri oleh Achmad Soebardjo, Sayuti Melik, Soekarni, dan dua tokoh utama kemerdekaan Indonesia yakni Soekarno dan Mohammad Hata tentunya. Saat naskah final dan membutuhkan tanda tangan penanggung jawab, Soekarni dan dua kandidat lain menolak. Dan akhirnya Bung Hatta dan Bung Karno-lah yang akhirnya menandatangani naskah itu. 

5. File dokumenter kemerdekaan tersimpan di bawah pohon.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Kita, bangsa Indonesia yang hidup pada masa kini patut bersyukur. Berkat aksi Frans Mendoer, sang fotografer pengabadi detik-detik mencegangkan kemerdekaan Indonesia, file foto dan rekaman video dokumenter itu aman. Itu adalah buah upaya Frans yang berhasil menyembunyikan file dokumenter itu di bawah pohon sebelum tentara Jepang mencoba merampas bukti sah kemerdekaan Indonesia itu darinya. 

7. Beli sate 50 tusuk adalah perintah pertamanya sebagai Sang Presiden.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Pada tanggal 18 Agustus 1945, oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) Bung Karno sah menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Setelah penetapan itu perintah dari presiden pertama Indonesia bukanlah pernitah untuk segera membentuk kabinet kerja, mempersiapkan beberapa rapat penting, atau pun menetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun perintah Bung Karno yang paling pertama pada masa kepemimpinannya adalah untuk memesan 50 tusuk sate. Tanpa pikir panjang dan rasa canggung beliau pun langsung jongkok di pinggir parit dan makan satenya.

8. Suara Bung Karno saat membaca teks Proklamasi bukanlah hasil rekaman Upacara Proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945.

8 Kisah terkait Proklamasi Kemerdekaan, ada yang belum kamu tahu?

image: berbagai sumber

Ide perekaman ulang dari suara pembacaan teks Proklamasi adalah milik Yusuf Ronodipuro, sang pendiri RRI (Radio Republik Indonesia), yang pada awalnya ide itu tidak disetujui oleh Bung Karno karena menurutnya pembacaan teks Proklamasi hanya berlaku sekali saja dan tidak bisa diulang. Namun, berkat kepiawaian Yusuf dalam berargumentasi akhirnya Bung Karno pun menyetujui usulnya. Tepat pada tahun 1950, 5 tahun setelah kemerdekaan, dilaksanakanlah proses rekaman ulang itu, dan pada tahun 1959 hasil rekaman itu dilipatgandakan lalu  disebarluaskan hingga saat ini.

 

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red