×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
8 Fakta unik mengenai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest

0

Global

8 Fakta unik mengenai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest

Jika diukur dari bawah permukaan laut, ternyata Everest bukanlah gunung tertinggi di dunia lho.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Istimrora Raka

08 / 05 / 2019 11:17

Gunung Everest merupakan salah satu gunung yang masuk dalam Seven Summit of the World dan menjadi favorit bagi para pendaki yang mendambakan atap dunia. Di balik keindahan bentang alamnya, Everest juga memiliki fakta-fakta menarik yang jarang sekali diketahui. Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Berikut fakta-fakta unik tentang Gunung Everest. 

1. Punya banyak nama.

Nama

Penduduk Nepal menyebut gunung ini dengan sebutan “Sagarmatha” yang memiliki arti puncak surga. Berbeda dengan pendaki Tibet yang mengenalnya sebagai “Chomolungma” yang memiliki arti dewi pegunungan. Sedangkan nama “Everest” sendiri berasal dari nama seorang peneliti asal Inggris, yaitu Sir George Everest.

 

Loading...

2. Bukanlah gunung tertinggi.

Everest

Gunung Everest memiliki ketinggian sekitar 8.848 meter diukur dari atas permukaan laut. Kalau diukur dari bawah permukaan laut, gunung ini tidak lagi menjadi gunung tertinggi. Gelar gunung tertinggi di dunia jika diukur secara total dari bawah laut jatuh kepada gunung berapi aktif di Hawaii, yaitu Mauna Kea, yang memiliki tinggi 10.200 meter.

 

3. Bertambah tinggi.

Everest

Gunung Everest terus bertambah tinggi sekitar 4 mm setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena pada awalnya anak benua India merupakan suatu daratan yang terpisah dari Benua Asia. Namun karena pergerakan lempeng-lempeng Bumi, Benua India jadi bertabrakan dengan Benua Asia dan akhirnya membentuk Himalaya yang seterusnya mendorong gunung-gunung sekitarnya menjadi lebih tinggi lagi.

 

4. Dasar laut.

Fosil Himalaya

Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa sesungguhnya Gunung Everest ini dulunya merupakan dasar laut yang terus terdorong ke atas akibat dari pergerakan lempeng-lempeng Bumi. Hal ini terbukti dari seorang petualang bernama Noel Odell yang menemukan fosil hewan laut pada bebatuan Everest tahun 1924.

 

5. Umur Everest.

Everest

Gunung Everest dikatakan mulai tumbuh sekitar 60 juta tahun yang lalu. Namun batu kapur dan batu pasir yang terdapat di puncak Everest diketahui pernah menjadi bagian dari lapisan sedimen di bawah laut sekitar 450 juta tahun yang lalu.

 

6. Hewan endemik.

Himalayan Jumping Spider

Tidak semua hewan bisa hidup di cuaca ekstrem seperti di Gunung Everest. Tapi ternyata di cuaca seperti itu masih ada hewan yang hidup. Terdapat laba-laba dengan jenis Himalayan Jumping Spider yang berada di celah-celah bebatuan yang mampu hidup hingga ketinggian 6700 meter. Selain laba-laba, terdapat beberapa jenis burung dan juga beberapa jenis belalang.

 

7. Tumpukan sampah.

Sampah di Everest

Banyak pendaki yang mendaki puncak Everest namun juga tidak mengerti akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan di tempat yang mereka datangi. Ini karena banyak pendaki yang membawa banyak sampah. Di musim pendakian, tumpukan sampahnya diperkirakan bisa sampai lebih dari 50 ton. Akibat hal itu, pemerintah setempat mengeluarkan peraturan bahwa setiap pendaki yang selesai mendaki diwajibkan untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa minimal 8 kg.

 

8. "Kuburan" tertinggi.

Mayat di Everest

Pendakian pada Gunung Everest merupakan pendakian yang sangat berisiko karena medan yang berat ditambah lagi oksigen yang tipis dan cuaca ekstrim. Hal tersebut membuat banyak pendaki kesulitan dan akhirnya tewas. Karena susahnya medan yang harus ditempuh untuk evakuasi, kebanyakan jenazah tersebut dibiarkan begitu saja.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red