×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
7 Album city pop Jepang lawas ini wajib masuk di playlist kamu

0

Musik

7 Album city pop Jepang lawas ini wajib masuk di playlist kamu

Mendengarkan tujuh album city pop ini dijamin bikin kamu pengen ke Jepang.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Tasya Azizah

28 / 07 / 2020 13:43

Muncul pada tahun 70-an, city pop melejit dan mendapatkan era keemasannya dari akhir tahun 70-an sampai awal tahun 80-an. Hadir sebagai representasi kemakmuran ekonomi Jepang, tak heran jika musik-musik yang dibawakan oleh aliran city pop ini terdengar sangat meriah dan penuh percaya diri.

Berkat urbanisasi dan perkembangan industri Jepang, city pop terus berkumandang di tiap stereo set mobil masyarakat perkotaan Jepang. Banyak penyanyi berbakat mulai bermunculan ke muka publik, silih berganti membawakan city pop dengan gayanya sendiri. Dari semua penyanyi tersebut, ada tujuh penyanyi beserta tujuh album mereka yang wajib kamu dengar dan masukkan ke dalam playlist kamu.

Penasaran siapa saja? Ini dia daftarnya.

1. Anri - Timely (1983).

Loading...

Memulai debutnya pada tahun 1978, penyanyi yang bernama asli Ekiko Kawashima ini berhasil menguasai industri musik Jepang di era keemasan city pop awal tahun 80-an. Memiliki 27 studio album, 7 cover album, dan 13 album kompilasi, Anri berhasil mempertahankan karier bermusiknya sampai saat ini, yang kalau dihitung ia telah berada di industri musik Jepang selama sekitar 40 tahun lamanya, loh!

Berisi lagu–lagu energik dengan nuasa musim panas yang menyenangkan, album yang dirilis pada tahun 1983 ini memadukan city pop dengan sentuhan bass future funk yang menonjol. Meski pada awal album track yang disajikan terdengar meriah dan penuh kebahagiaan, ternyata jika diulik lebih dalam, lagu-lagu pada album ini tidak sepenuhnya memiliki lirik yang menyenangkan. Contohnya saja pada lagu I Can Stop The Loneliness, A Hope From Sad Street, dan Lost Love in The Rain yang bercerita tentang kisah tragis perpisahan hubungan sepasang kekasih. Namun jangan khawatir, ada banyak juga lagu-lagu semangat musim panas yang tidak memiliki arti sedih di dalam album ini. Seperti Windy Sumer, Cat’s Eye, Driving My Love, Shyness Boy, Stay By Me, dan Good Night For You.

2. Tatsuro Yamashita - For You (1982).

Disebut-sebut sebagai King of City Pop, lagu-lagu Tatsuro Yamashita sempat merajai top chart Amerika pada akhir tahun 70-an sampai awal 80-an. Memulai kariernya dengan menjadi bagian dari grup bernama Sugar Babe, ia memutuskan untuk keluar dari grup dan sukses menjadi solois lewat album debutnya yang berjdul Ride on Time.

Dikemas dengan menabjubkan, album For You berhasil memadukan aliran city pop dengan sentuhan jazz, r&b, groovy, funk, dan bahkan rock dengan sangat apik. Kamu bisa memakai berbagai lagu yang ada di album ini untuk berbagai kegiatan. Dari mulai berjoget riang dengan lagu Sparkle, Music Book, Love Talkin’ dan Loveland, Island, santai sambil membaca buku dengan lagu Morning Glory dan Futari, sampai menikmati malam dengan lagu yang memiliki nuansa vokal beraliran rock berjudul Hey Reporter!

3. Kingo Hamada - Midnight Cruisin’ (1982).

Buat kamu yang suka main tik tok pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu Crystal Dolphin oleh Engelwoods. Nah, tau nggak sih kalau ternyata, lagu tersebut mengambil sample dari lagu Dolphin In Town karya Kingo Hamada yang merupakan salah satu track dari Album Midnight Cruisin’  ini, loh. Lahir di Shinjuku pada tahun 1953, Kingo Hamada dulunya merupakan seorang bassist sekaligus vokalis dari band bernama Craft sebelum akhirnya bubar dan ia memutuskan untuk bersolo karier.

Sama seperti namanya, midnight cruisin’ merupakan album dengan nuansa malam hari. Menampilkan foto gedung bertingkat dan suasana malam hari perkotaan pada bagian sampul, album ini seakan-akan mengantarkan kita menjelajahi hiruk pikuk kota pada malam hari. Lagu  demi lagu mengalun dengan indah seiring dengan suara saxofon yang terus meneriakkan kehangatan di tengah malam dingin. Sentuhan ballad yang cukup kuat seakan memaksa untuk terus menemani sambil berjalan melewati sudut demi sudut jalanan yang dihiasi lampu berwarna neon dari papan-papan pertokoan, di bawah langit dengan taburan lampu kota yang menyinari sisi gelap malam.

4. Makoto Matsushita - Fisrt Light (1981).

Walalupun terkenal sebagai seorang gitaris dari grup band bernama AB’s, Makoto Matsushita telah memulai debut solonya setahun sebelum ia menjadi personel band di tahun 1982.  Ia juga menjadi bagian dari band tersebut berkat album First Light ini, loh. Jadi, seorang bernama Yoshino yang mendengarkan album ini terkesan dengan kemampuan musikalitas yang ditampilkan oleh Makoto, alhasil ia mengajak Makoto untuk membentuk band bersamanya.

First Light bisa dibilang sebagai sebuah prestasi yang mengagumkan, hal tersebut telihat bagaimana Makoto Matsushita memadukan city pop, future funk, vaporwave, dan disco pop dengan sangat baik. Suaranya yang fresh dan soulful, terasa sangat nyaman untuk didengar. Sama seperti lagu-lagu dengan aliran city pop pada umumnya, kamu bisa merasakan betotan bass menonjol di setiap lagu pada album ini.

5. Shigeru Suzuki - LAGOON (1979).

Sukses merilis album solo perdananya bertajuk Band Wagon pada tahun 1975, siapa sangka musisi yang satu ini sering banget pindah dari satu band ke band lain, loh. Sampai pada akhirnya terkenal berkat rock band bernama Happy End, ia sebelumnya merupakan seorang personel dari band bernama Sky. Lalu setelah Happy End bubar pada tahun 1972, ia pun membentuk band lagi dengan nama Caramel Mama yang kemudian berganti namanya menjadi Tin Pan Alley.

Lewat lagu-lagu yang cukup upbeat dan danceable, LAGOON seakan-akan ditakdirkan untuk menjadi album yang wajib diputar di lantai dansa. Namun, tidak hanya itu, lagu-lagu ballad dengan nuansa tropis jazz seperti Hawaiian, Devil Game dan Almeria juga tersaji dengan apik dan dijamin bikin eargasm.

Di album ini terlihat bagaimana ia mencoba menampilkan banyak nuansa yang berbeda sepanjang album. Dibuka dengan lagu bernuansa tropis jazz yang memikat berjudul Lady Pink Panther, lalu disambut dengan lagu ballad berjudul Devil Game yang menonjolkan permainan piano dipadu dengan riff gitar dan bass yang sesekali muncul di tengah-tengah lagu, dan dilanjutkan dengan lagu instrumental upbeat berjudul Brandy Wine

6. Miki Matsubara – Pocket Park (1980).

Lahir Di Osaka, Miki Matsubara berhasil terkenal lewat lagu debutnya yang berjudul Mayonaka no Door/Stay With Me yang telah di-cover oleh banyak artis. Ia telah merilis total 12 album dan delapan single semasa hidupnya. Walaupun sekarang ia terkenal lagi lewat lagu-lagu city pop-nya yang ciamik, tapi pada tahun 90-an ia lebih terkenal sebagai pengisi dan penulis lagu untuk soundtrack anime.

Dirilis pada tahun 1980 sebagai album debut, siapa sangka Pocket Park berhasil menjadi gerbang kesuksesan Miki Matsubara sebagai penyanyi city pop. Menjadikan lagu Mayonaka no Door/Stay With Me sebagai pembuka merupakan sebuah langkah cerdas, mengingat betapa addictive-nya lagu tersebut, rasanya tidak salah jika kita menganggap lagu tersebut merupakan kunci dari gerbang kesuksesan yang dibuat oleh Miki melalui album ini. Berisi sebelas track/lagu, ia sukses memukau setiap lagu dalam album Pocket Park dengan luar biasa.

7. Mariya Takeuchi – Variety (1984).

 

Last, but not least ada album dari penyanyi yang disebut-sebut sebagai Queen of City Pop, nih. Siapa lagi kalau bukan Mariya Takeuchi. Penyanyi yang satu ini bisa dibilang sebagai first love-nya penikmat city pop sekarang, seperti layaknya Orochimaru dalam anime Naruto yang suka meng-edo tensei orang mati jadi hidup kembali, Mariya Takeuchi juga seakan-akan telah membangkitkan kembali city pop 80-an Jepang yang sudah lama mati.

Lewat alogaritma YouTube, seutas video berisi audio lagu berjudul Plastic Love dengan cover seorang perempuan yang sedang tersenyum sumringah, Mariya Takeuchi berhasil mengiphotis para penonton video itu menjadi penggemarnya dalam waktu sekejap mata. Saking terkenalnya Plastic Love, Warner Music Studio akhirnya membuat music video untuk lagu tersebut setelah 35 tahun dari tanggal perilisan lagu tersebut. 

For your information saja nih, Mariya Takeuchi ini merupakan istri dari penyanyi Tatsuro Yamashita yang disebut sebagai King of City Pop, loh. Waduh, powerful couple banget, ya, mereka berdua.

Pada album yang menampung lagu fenomenal Plastic Love ini, kamu bisa mendengar jelas vokal background dari Tetsuro Yamashita di lagu yang berjudul Mou Ichido. Uniknya, penyusunan judul lagu pada album ini cukup kontradiktif. Misalnya saja, pada track kedua ada sang fenomenal Plastic love yang bisa diartikan sebagai cinta palsu yang hanya bertahan sementara, namun pada track ketiga ia menaruh lagu dengan nuansa romantis berjudul Honki de Only You (Let’s Get Married), lalu pada track keempat ia menaruh lagu dengan judul One Night Stand.

Bukan cuma unik dalam peyusunan judul lagu, namun dari segi musikalitas album ini dikemas dengan sangat memukau. Lewat suaranya yang halus, Mariya Takeuchi seakan-akan menumpahkan jiwanya dan menjelmakannya kedalam tiap-tiap lagu dalamm album ini.

Nah, itu dia daftarnya, yang mana nih yang sudah pernah kamu dengarkan atau rencana ingin didengarkan terlebih dulu?





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red