×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Kopi instan terpopuler di warung kopi, nggak kalah sama kopi resto

0

Wow

5 Kopi instan terpopuler di warung kopi, nggak kalah sama kopi resto

Udahh ngoppppiiii beloooommm?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aldo Fenalosa

14 / 04 / 2018 19:30

Apa jadinya hidup tanpa kopi? Diulangi lagi, apa jadinya hidup tanpa ngopi? Bagi sekelompok orang, hidup tanpa ngopi bagai makan nasi tanpa lauk.

Mereka yang biasa mengonsumsi kopi sebenarnya juga tetap bisa menjalanin hidup. Tapi ya, kalau nasi tanpa lauk itu tidak menggugah selera, maka memulai hari tanpa ngopi itu rasanya kurang greget, kurang nendang. Coba saja tanyakan pada bapak-bapak satpam berkumis di depan komplek rumah. Sekalian juga, tanyakan apa kopi instan favoritnya.

Berbicara kopi instan, ini adalah produk yang kepopulerannya akan tetap kekal hingga kiamat nanti. Kopi instan yang dibungkus dalam sachet plastik berukuran selebar saku kemeja itu sejak dulu telah jadi menu minuman utama banyak orang Indonesia ketika bercengkrama, bekerja, atau saat hanya ingin melamun menghabiskan waktu.

Karena itu pula, sejak dulu para penggerak warung kopi pinggiran selalu memenuhi lapakan mereka dengan jejeran kopi instan berbagai merek. Jauh sebelum meledaknya tren ngopi fancy di Starbucks dan coffeeshop kekinian.

Bukan untuk mendiskreditkan kopi-kopi yang disajikan dengan penuh wawasan dan passion oleh para barista di Starbucks maupun kedai-kedai kopi yang berderet di jalan Senopati, Jakarta Selatan, tapi nyatanya kopi instan lebih mampu menyasar banyak penikmat kopi dari segala kelas.

Loading...

Rahasianya? Ya, apalagi kalau bukan karena keterjangkauan harga dan kemudahan penyajian. Di warung kopi pinggiran, banderol segelas kopi hangat paling mahal dipatok sekitar Rp 5000an. Harga ini bisa lebih murah 10 kali lipat dibandingkan kopi hasil dari mesin giling para barista di coffeeshop kekinian.

Dengan harga yang sangat terjangkau itu, siapa yang tidak sungkan menjatuhkan pilihan pada kopi instan. Terlebih jika hasrat ngopi selalu berbanding terbalik dengan kematangan tanggal (baca: tanggal tua). Toh, rasa yang didapat dari kopi instan sebenarnya juga tidak buruk-buruk amat.

Tapi ya, kalau kamu orang yang doyan ngopi di warung pinggiran masih merasa tetap kehabisan banyak uang pas akhir bulan, barangkali sudah waktunya mengurangi intensitas membeli kopi siap saji di warung-warung atau di starling. Waktunya kamu seduh sendirilah kopi instan favoritmu di rumah.

Nah, kalau lupa-lupa ingat apa sih kopi instan yang biasa dipesan di warung kopi, daftar berikut ini semoga bisa mencerahkanmu.

 

1. Kopi Kapal Api
 kopi hitam

Jika ada pohon silsilah keluarga kopi, maka merek kopi Kapal Api adalah dedengkotnya. Merek yang sudah beroperasi sejak tahun 1979 ini begitu melekat di benak masyarakat pecinta kopi instan. Dari warung-warung kopi, burjo, Indomie, hingga rumah makan sekalipun, pada umumnya nyetok kopi instan merek ini untuk dihidangkan pada para pelanggannya.

Ciri khas sajian kopi Kapal Api ada pada aroma khas yang cukup semerbak dan warnanya yang hitam kental. Berbicara jenis, kopi ini tergolong pada kopi ground/bubuk/tubruk yang kerap menyisakan amapas halus di dasar gelas.


2. Luwak White Koffie

kopi luwak

“Halo, password-nya apa? Luwak White Koffie, nyaman di perut, tak bikin perih di lambung.”

Belakangan ini kepopuleran Luwak White Koffie meningkat pesat seiring semakin intensnya branding image yang dilakukan di media massa. Termasuk ya, dengan mensponsori beragam kuis jutaan rupiah.

Hype di televisi pada akhirnya juga menyebar ke warung-warung kopi. Mulai banyak penggerak warung menyediakan pilihan Luwak White Koffie dalam menu kopi cepat saji mereka. Kopi ini diklaim dibuat dari kombinasi kopi luwak, krimer non susu, dan gula murni. Berkat proses pembekuan hingga minus 40 derajat Celcius, kandungan asam gastric penyebab nyeri lambung tereduksi hingga 80% dari kopi ini.


3. Kopi Good Day

kopi cappucino

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kopi Kapal Api adalah salah satu dedengkot kopi instan di Indonesia. Merek kopi tersebut punya banyak varian dalam berbagai sub-merek yang berbeda, salah satunya kopi Good Day.

Jika kopi Kapal Api yang original hanya berfokus pada citarasa asli kopi hitam, maka Good Day dihadirkan untuk mereka yang ingin citarasa lebih berwarna, terkhusus untuk mereka yang menyenangi rasa kopi Cappuccino. Kopi ini tidak meninggalkan ampas karena diciptakan untuk langsung larut berkat komposisi 3 in 1 yang merupakan campuran antara kopi, gula dan krimer. Rasanya? Numero uno!


4. Indocafe Coffeemix

kopi coffeemix

Selain Kapal Api, Indocafe Coffeemix juga merupakan kopi instan yang namanya sudah cukup melekat di tongkrongan warung kopi, burjo, dan sejenisnya. Komposisi kopi ini mirip-mirip seperti kopi Good Day yang mengandalkan kopi, gula, dan krimer. Karena rasanya yang tidak terlalu kuat, kopi Indocafe Coffeemix juga digemari para perempuan.


5. Kopi ABC

kopi ABC
Kopi instan merek ABC juga menjadi salah satu yang paling mudah ditemukan di warung-warung kopi pinggiran. Ada banyak varian rasa pada kopi ini, mulai dari rasa original kopi hitam, rasa kopi susu, hingga rasa kopi brownies. Aroma kopi yang menggugah selera juga jadi alasan mengapa banyak orang ketagihan dengan kopi instan ini.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red