×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
3 Etika yang tepat ketika menjadi seorang pemimpin

0

N/A

3 Etika yang tepat ketika menjadi seorang pemimpin

Setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin atas dirinya sendiri. Tentu ada etika tersendiri ketika menjadi seorang pemimpin.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Ahmad Dahri

27 / 05 / 2021 14:35

Setiap manusia adalah pemimpin. Begitu kata Tuhan dalam kitab suci-Nya. Sehingga ada tanggung jawab yang diemban oleh setiap manusia. Lebih-lebih dalam memimpin keluarga dan dirinya sendiri. 

Sikap kepemimpinan itu akan sangat berguna dalam kehidupan sosial. Karena kehidupan sosial adalah sebuah komunitas yang beragam watak dan cara kerja di dalamnya. Tidak harus menjadi pemimpin sebuah negara atau minimal sebuah desa, seseorang harus memiliki cara sikap sebagai seorang pemimpin. Karena sebagai manusia ia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. 

Menyadari bahwa manusia adalah pemimpin, perlu kiranya untuk mengetahui etika yang tepat ketika menjadi seorang pemimpin. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Memiliki kepekaan (pengetahuan yang mendalam).

Dengan sebuah pengetahuan dan pemahaman yang mendalam atas pengetahuan tersebut, manusia akan mampu membedakan mana yang baik dan tidak, minimal bagi dirinya sendiri. Dalam sebuah keterangan pada Kitab Mauidlatul Mu'minim dikatakan bahwa, "Pengetahuan dapat menempatkan manusia pada sikap yang tepat, menunjukkan syariat atau hukum yang pas bagi langkahnya dalam memutuskan sesuatu."

2. Menahan diri.

Menahan diri memiliki arti tidak grusa-grusu, tidak terburu-buru, memikirkan lebih dalam lagi, dan mengajak berdiskusi siapa pun yang terkait. Sehingga segala persoalan dapat diselesaikan dengan kebijaksanaan. Banyak orang mengatakan bahwa dirinya bijak, tetapi belum tentu bijaksana. Hal ini dipicu oleh egoismenya masing-masing. Karena, perlu diketahui bahwa setiap manusia memiliki alasan pembenarannya dengan sudut pandangnya masing-masing.

Loading...

3. Menentukan sikap yang tepat dan sesuai.

Menyikapi segala sesuatu memerlukan pertimbangan yang mendalam. Hal ini dapat dilakukan dengan sikap friendly dan mampu menyesuaikan diri. 

Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan sikap menahan diri itu belum cukup untuk menjadikan diri kita sebagai pemimpin. Hal tersebut perlu ditunjang oleh kemampuan menyesuaikan diri. Karena dengan begitu kita tidak dipandang pilih kasih. Sebagai pemimpin harus adil, dalam artian bisa menyesuaikan diri dengan siapa pun. 

Oleh sebab itu, menjadi pemimpin adalah sebuah kesadaran. Sedangkan menjadi manusia yang sadar adalah sebuah kewajiban. Sadar sebagai pemimpin, maka sadar akan tanggung jawab yang diembannya. Semoga bermanfaat. 

 

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red