Brilio.net - Kasus yang membelit bos kebab Turki Baba Raffi, Hendy Setiono, kini jadi sorotan banyak orang. Pasalnya ia dilaporkan mantan istrinya, Nilam Sari ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/2). Nilam Sari mengatakan suaminya melakukan perzinaan saat masih terikat perkawinan. Padahal keduanya telah membina rumah tangga selama 14 tahun dan telah dikaruniai tiga anak.

Usai melaporkan mantan suaminya, Nilam Sari curhat panjang lebar terkait keberaniannya mempolisikan pria yang pernah mengisi hatinya itu. Nilam mengaku mendapatkan 2 jenis respons yang berbeda atas tindakannya. Pertama, pihak yang menyalahkan kenekatannya, dan kedua adalah para perempuan yang mengalami diselingkuhi, ditinggalkan suami dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tetapi tak berani untuk berbicara.

"Banyak yang bertanya mengapa saya harus membuka aib saya? Apa kamu tidak memikirkan keluargamu? Bagaimana dengan anakmu? Bagaimana dengan orangtuamu? Bagaimana dengan bisnismu? Kenapa kamu menghancurkan bisnismu? Tim saya di kantor juga bertanya, mengapa Bu Nilam melakukan ini? Apakah mau menghancurkan Baba Rafi dan tidak memikirkan hajat hidup orang banyak?" ujar Nilam seperti dikutip brilio.net dari akun media sosialnya, Senin (27/2).

Nilam Sari © 2017 brilio.net

Perempuan yang kerap mengisi seminar kewirausahaan ini mengatakan dirinya mengerti kekhawatiran dan perhatian teman-temannya. Namun, apa pun yang terjadi akan dihadapi karena ia merasa berhak mendapatkan keadilan.

"Saya merasa sangat tersiksa dalam hubungan rumah tangga saya selama 3 tahun terakhir ini. Saya sudah mencoba melakukan semua usaha yang terbaik untuk bertahan dan menyelamatkan rumah tangga saya. Sungguh saya sudah mencoba semuanya. Akhirnya saya sampai di titik yang memaksa saya untuk mengambil langkah ini. Saya tidak punya pilihan lain," imbuh Nilam dalam curhatannya.

Salah satu yang membuat Nilam semakin yakin untuk mencari keadilan ialah ketika bertubi-tubi menerima pesan dari perempuan-perempuan yang ternyata juga merasakan penderitaan yang sama seperti dirinya. Ada yang ditinggal suami H-1 waktu melahirkan, ada yang ditinggal suami dengan istri mudanya dan tidak dinafkahi, bahkan ada yang menjadi korban KDRT.

"Jujur ini membuat saya miris. Di Indonesia, yang katanya negara dimana ekualitas gender sudah sangat diakui dan semua serba terbuka, justru lingkungan kita sendiri yang selalu menghakimi dan melabeli atas nama 'DEMI': demi nama baik, demi pencitraan, demi status, demi anak, dan demi lainnya. Saya mengajak teman-teman perempuan untuk speak up terhadap kekerasan rumah tangga yang dialami. Dan jangan ragu meminta keadilan, karena hak kita memang dijamin untuk itu. Laki laki dan perempuan sama. So mari #speakup dan #mulaibicara," sambung Nilam.

Mengenai usaha Baba Rafi yang dirintisnya sejak 14 tahun lebih, Nilam yakin akan baik-baik saja. Baba Rafi yang sekarang memiliki karyawan lebih dari 1.000 orang dan 1200 outlet di 9 negara akan Nilam pastikan tetap menjadi merek yang akan berkembang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Internasional.