Penyebab resesi.

Resesi ekonomi adalah © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

Resesi sebagai periode penurunan aktivitas ekonomi yang ditandai dengan penurunan produk domestik bruto (PDB) dalam dua kuartal berturut-turut. Meski demikian, berikut merupakan faktor yang menyebabkan resesi ekonomi terjadi.

1. Inflasi.

Inflasi merupakan proses meningkatnya harga secara terus-menerus. Inflasi sesungguhnya bukan sesuatu hal yang buruk, namun inflasi yang berlebihan masuk ke dalam kategori berbahaya sebab akan membawa dampak resesi.

2. Deflasi berlebihan.

Meski inflasi yang tak terkendalikan dapat menyebabkan resesi, deflasi juga dapat memberikan dampak yang lebih buruk. Deflasi merupakan kondisi saat harga turun dari waktu ke waktu dan yang menyebabkan upah menyusut, kemudian menekan harga.

Deflasi lebih berdampak pada pemilik usaha atau penyedia barang maupun jasa. Ketika individu dan unit bisnis kemudian berhenti mengeluarkan uang, hal ini kemudian akan berdampak pada rusaknya ekonomi. Penyebab deflasi yaitu terjadinya jumlah produksi yang membludak secara bersamaan dan beberapa perusahaan, menurunnya permintaan produksi sebuah produk, serta menurunnya jumlah uang yang ada di pasaran.

3. Perubahan teknologi.

Penemuan baru dapat meningkatkan produktivitas dan membantu perekonomian dalam jangka panjang, akan tetapi ada periode penyesuaian jangka pendek untuk terobosan teknologi. Pada abad ke-19, ada gelombang peningkatan teknologi hemat tenaga kerja. Revolusi Industri membuat seluruh profesi menjadi usang, memicu resesi, dan masa-masa sulit. Saat ini, beberapa ekonomi khawatir bahwa Artificial Intelligence (AI) dan robot dapat menyebabkan resesi dengan menghilangkan seluruh kategori pekerjaan.

4. Gelembung aset.

Gelembung aset merupakan salah satu penyebab resesi. Fenomena gelembung aset terjadi di pasar saham dan properti. Investor mengambil keputusan gegabah yang akhirnya merusak pasar. Dalam hal ini investor terlalu optimis selama ekonomi kuat hingga akhirnya gelembung aset pecah dan terjadilah panic selling.

5. Utang berlebihan.

Apabila individu maupun bisnis memiliki banyak utang, biaya untuk membayar utang dapat meningkat ke titik di mana mereka tidak dapat membayar tagihannya. Meningkatnya utang yang tak terbayar dan kebangkrutan dapat memulihkan perekonomian. Gelembung perumahan yang dapat menyebabkan resesi hebat adalah contoh utama dari utang yang berlebihan sehingga menyebabkan resesi.