Brilio.net - Bagi penderita obesitas perlu berhati-hati dalam menjaga pola hidup. Pasalnya, memiliki badan dengan ukuran berlebih membuat ruang gerak terbatas. Selain itu, obesitas bisa memicu penyakit komplikasi lainnya. Obesitas akhirnya memperbesar risiko kematian karena disebabkan oleh berbagai penyakit.

Seorang pelatih kebugaran personal ternama asal asal Middlesbrough, Inggris bernama Mike Hind menceritakan pengalamannya memiliki klien yang bobotnya hingga 254 kg. Bahkan pria bernama Dibsy tersebut sempat mengalami serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Dokter pun memberi pilihan untuk menjalankan diet atau mati.

Mendengar cerita kliennya itu, akhirnya Mike memutuskan untuk mengawasi gaya hidup Dibsy. Hal pertama yang dilakukan Mike untuk membuat Dibsy berhasil diet adalah membuat larangan di beberapa restoran di Inggris.

"Apa yang ingin saya lakukan adalah membuat Dibsy datang kepada saya untuk meminta bantuan dan masukan, dia harus menjauhi makanan cepat saji," kata Mike, seperti dikutip brilio.net dari oddity central pada(5/11).

Mike membuat banyak poster dan ditempel berbagai sudut restoran cepat saji di Middlesbrough. Pesan yang ada di poster berbunyi,"selamatkan Dibsy, obesitas membunuhnya."

Loading...

Dibsy Mike © 2018 brilio.net

Selain itu, foto Dibsy juga disematkan dalam poster dengan tambahan tulisan,"jangan layani lelaki ini."

Sebelumnya Dibsy mengonsumsi 11.000 kalori setiap hari dan mengakui sangat sulit menolak makanan cepat saji. Salah satu cara yang dianggap tepat untuk melancarkan program diet Dibsy yakni memasang larangan di beberapa restoran.

Saat Dibsy ke restoran, pihak pelayan tidak akan memberikan pesanan dari Dibsy. Mike berharap upaya yang diambilnya bisa mengurangi keinginan Dibsy untuk terus makan.

Sekarang, asupan harian kalori Dibsy jauh menurun dan hanya 3.500 kalori perhari. Ia juga dipaksa harus membakar sekitar 2.000 kalori perhari di bawah pengawasan Mike Hind.

"Dibsy terlalu besar untuk mencoba alat gim konvensional, jadi kami membutuhkan sesuatu yang berbeda. Anda bekerja dengan apa yang anda dapatkan dan menggunakan alat yang sudah kami modifikasi untuk membuatnya berolahraga tanpa membuat tubuhnya kelelahan berlebihan," kata Mike.

Mike Hind juga harus selalu memantau detak jantung Dibsy mengingat riwayat serangan jantung yang pernah Dibsy lalui belum lama ini.

Kata Dibsy, ia tidak pernah benar-benar merasakan kurus. Ayahnya meninggal saat Dibsy baru berusia 18 tahun. Ia mulai merasa tubuhnya membesar karena kata Dibsy, makanan membuatnya merasa tenang.

Dibsy masih bujang dan tidak bisa membeli baju tanpa menjahitnya sesuai pesanan. Saking besarnya ukuran tubuh, saat melakukan perjalanan udara dirinya harus membeli dua tiket sekaligus. Dibsy harus membeli dua kursi untuk duduk di pesawat.