Brilio.net - Editorial adalah salah satu bentuk opini yang lazim ditemukan dalam surat kabar, tabloid, atau majalah. Editorial adalah kolom khusus dalam surat kabar yang berisikan tanggapan redaksi dari media yang bersangkutan terhadap suatu peristiwa aktual. Teks editorial dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar majalah tersebut mengenai pokok masalah atau disebut juga sebagai tajuk rencana.

Teks editorial memiliki fungsi untuk menjelaskan berita dan akibatnya kepada masyarakat, mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang terjadi, mengisi latar belakang dari isu dengan kenyataan sosial dan faktor yang memengaruhinya, serta meneruskan penilaian moral tentang isu tersebut.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci mengenai teks editorial, berikut brilio.net telah merangkumnya dari berbagai sumber pada Senin (13/9).

Pengertian teks editorial.

teks editorial © berbagai sumber

foto: Unsplash/Yang Xia

Editorial merupakan salah satu rubrik yang ada di media massa cetak seperti koran, majalah, atau buletin. Editorial biasanya menjadi sebuah cara untuk merespons suatu isu atau permasalahan dan memberikan tawaran solusi di bagian akhir teks. Sedangkan teks editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa aktual, fenomenal, dan kontroversial. Teks editorial disebut juga sebagai tajuk rencana. Teks editorial diasumsikan sebagai institusi media massa terhadap peristiwa yang dibahas. Pendapat lain menyebutkan bahwa teks editorial adalah cara yang dilakukan oleh seseorang dalam menyajikan fakta dan opini untuk menafsirkan berita penting yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat umum berdasarkan sudut pandang suatu media. Opini dalam teks editorial dapat berupa kritik, penilaian, prediksi, harapan, dan saran.

 

Ciri-ciri teks editorial.

teks editorial © berbagai sumber

foto: Unsplash/Thomas Hoang

Terdapat beberapa ciri-ciri teks editorial yaitu sebagai berikut:

1. Topik tulisan teks editorial selalu hangat. Artinya, topik tersebut sedang banyak dibicarakan secara luas oleh masyarakat serta bersifat aktual.
2. Teks editorial bersifat sistematis dan logis.
3. Teks editorial merupakan sebuah opini atau pendapat yang bersifat argumentatif.
4. Teks editorial menarik untuk dibaca karena ditulis dengan menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas.

Jenis-jenis teks editorial.

teks editorial © berbagai sumber

foto: Unsplash/Claudio Schwarz

Teks editorial terbagi ke dalam beberapa jenis di antaranya sebagai berikut:

1. Interpretative editorial.

Teks editorial ini bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan fitur untuk memberikan pengetahuan.

2. Controversial editorial.

Teks editorial jenis ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam jenis editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.

3. Explanatory editorial.

Teks editorial jenis ini menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini bertujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masyarakat untuk memperhatikan suatu isu.

 

Struktur teks editorial.

teks editorial © berbagai sumber

foto: Unsplash/little plant

Dilihat dari isinya, editorial yang bersifat ekspositoris, diikuti oleh argumentasi-argumentasi secukupnya, dan diakhiri dengan penegasan ulang atas argumentasi tersebut. Dengan demikian, struktur umum dari teks editorial meliputi pengenalan isu, argumentasi, dan penegasan.

1. Pengenalan isu (tesis).

Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah untuk mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya. Pada bagian pengenalan isu disajikan persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial.

2. Argumentasi.

Argumentasi dalam teks editorial disebut juga sebagai penyampaian pendapat. Bagian ini merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu yang sudah diperkenalkan sebelumnya.

3. Penegasan.

Penegasan dalam teks editorial dapat berupa simpulan, saran, atau rekomendasi. Di dalamnya juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut.

Kaidah kebahasaan teks editorial.

teks editorial © berbagai sumber

foto: Unsplash/little plant

Kaidah kebahasaan teks editorial tergolong ke dalam kebahasaan yang berisi bahasa jurnalistik. Berikut kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial:

1. Penggunaan kalimat retoris.

Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan tersebut dimaksudkan agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan tersebut sehingga tergugah untuk berbuat sesuatu atau minimal mengubah pandangannya terhadap isu yang dibahas.

2. Penggunaan kata-kata populer.

Kata populer digunakan dengan tujuan agar pembaca mudah mencerna dan tetap merasa rileks meski bacaan tersebut merupakan masalah yang serius dan dipenuhi dengan tanggapan yang kritis.

3. Penggunaan kata ganti penunjuk.

Kata ganti penunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.

4. Penggunaan konjungsi kausalitas.

Teks editorial juga menggunakan konjungsi kausalitas seperti kata sebab, karena, sehingga, dan oleh sebab itu. Hal ini terkait dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan redaktur berkenaan dengan masalah yang dibahas.

Sumber: Khansa dkk. 2019. Jurnal Metabahasa Volume 2 Nomor 2: Teks Editorial Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas XII Di SMAN 12 Bandung. Majalengka: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika.