Brilio.net - Seperti yang kita ketahui, beberapa negara telah menerapkan berbagai kebijakan dalam rangka memerangi pandemi virus corona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 segera berakhir.

Saat ini, berbagai kegiatan pun beralih ke sistem online. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan secara online adalah proses belajar mengajar. Dengan kebijakan tersebut, para guru dan siswanya diminta untuk memanfaatkan komputer ataupun gadget untuk melaksanakan kegiatan belajar secara jarak jauh.

Namun kenyataannya, penerapan belajar mengajar melalui sistem online ini pun tak semudah yang dibayangkan. Hal ini karena tidak semua siswa memiliki fasilitas komputer ataupun gadget dari orangtuanya.

Dilansir brilio.net dari Wolrd of Buzz, Jumat (5/6), baru-baru ini tengah viral kisah seorang gadis kecil dari keluarga kurang mampu yang rela memecahkan celengannya untuk membeli sebuah smartphone. Kisah tersebut dibagikan oleh seorang penjaga toko yang bekerja salah satu toko elektronik di Thailand.

anak kecil pecahkan celengan demi beli hp untuk belajar online Facebook

Loading...

foto: Facebook/

Dalam unggahan tersebut, tampak gadis kecil yang berdiri di depan kios bersama seorang kakek. Ia meletakkan setumpuk uang receh dan uang kertas kusut di atas meja.

"Saya ingin membeli HP baru," katanya dengan sopan.

Sang penjaga kios pun sempat bingung melihat anak seusianya membawa uang tunai sebanyak itu. Dia kemudian bertanya kepada si gadis kecil mengapa dia ingin membeli HP tersebut. Saat ditanya apakah dia ingin membeli HP karena ingin bermain game online seperti anak-anak zaman sekarang, jawaban sang anak pun begitu mengejutkan.

"Tidak, aku membutuhkan HP itu agar aku dapat bergabung dengan teman-teman sehingga aku bisa mengikuti pembelajaran secara online," jawab gadis kecil tersebut.

anak kecil pecahkan celengan demi beli hp untuk belajar online Facebook

foto: Facebook/

Bahkan, sang kakek yang mengantar cucunya datang ke kios terebut sempat khawatir. Ia bertanya apakah memungkinkan bisa membeli HP baru dengan uang receh dan uang kusut seperti itu. Sang kakek juga merasa cemas dan takut apabila toko tersebut hanya akan menerima pembayaran dari kartu kredit.