Brilio.net - Pencinta tanaman hias tentu tak melewatkan untuk memiliki koleksi lidah mertua. Tanaman hias yang memiliki nama latin Sansevieria atau snake plant ini aslinya berasal dari Afrika Barat. Dari karakteristiknya, tanaman ini memiliki daun memanjang, bertekstur kasar, dan berwarna hijau dengan garis kuning di tepinya. Pada ujung daun tanaman lidah mertua ini meruncing dan berbentuk tajam, sehingga diberi nama lidah mertua.

Lidah mertua ini banyak macamnya. Ada yang berwarna hijau polos, hijau dengan garis kuning, hijau kekuningan, hijau keperakan, hijau dengan corak putih, hijau belang-belang hitam, dan masih banyak lagi.

Tanaman ini dapat dikembangbiakkan di taman maupun ditaruh di pot, loh. Untuk menanam dan merawatnya pun tidaklah sulit. Terlebih jika kamu lupa menyiraminya untuk beberapa waktu, lidah mertua tidak akan mati.

Bagi kamu yang berminat untuk menanam dan memperbanyak tanaman lidah mertua ini, sebaiknya mengetahui cara perawatan yang tepat. Berikut Brilio.net himpun dari berbagai sumber, Kamis (18/3), cara merawat dan menanam lidah mertua agar cepat bertunas dan subur.

1. Gunakan media tanam yang tepat.

cara menanam dan merawat lidah mertua Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

Loading...

foto: freepik.com

Sebelum menanam, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis tanaman hias yang ingin kamu tanam. Nah, seperti lidah mertua ini, salah satu jenis tanaman hias yang memiliki daya tahan tangguh sekali, sehingga kamu bisa menggunakan berbagai media tanam.

Yang terpenting pilihlah media tanam yang bersifat porous, yakni media tanam yang tidak menahan air. Artinya media tanaman tersebut justru memungkinkan air bisa mengalir melalui pori-pori dengan lancar. Agar tanaman lidah mertua bisa tumbuh subur, kamu bisa memakai media tanam dari campuran pasir malang dan sekam padi dengan perbandingan 3:1.

2. Mendapatkan sinar matahari yang cukup.

cara menanam dan merawat lidah mertua Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@mysans1038

Setiap tanaman memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam perawatan. Salah satunya lidah mertua ini sangat menyukai cahaya matahari.

Lidah mertua yang mendapatkan sinar matahari secara langsung akan tumbuh dengan baik. Apalagi jika mendapatkan pencahayaan yang cukup tentu tumbuh subur. Daun lidah mertua akan besar dan panjang serta warnanya tampak cerah. Hal ini karena tanaman dapat berfotosintesis dengan baik. Jika diletakkan dalam ruangan, keluarkan beberapa saat dan biarkan tanaman memperoleh sinar matahari supaya dapat tumbuh maksimum.

3. Penyiraman 2-3 hari sekali.

cara menanam dan merawat lidah mertua Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@ijoin_planthouse

Untuk penyiraman ini tak ada panduan khusus di dalam cara menanam lidah mertua. Hanya saja kamu tak perlu kerap dalam melakukan penyiraman. Cukup lakukan penyiraman 2-3 hari sekali, sebab tanaman ini lebih menyukai media tanam yang tidak terlalu berair. Nah, jika terlalu banyak air, justru akan membuat tanaman ini membusuk.

4. Beri pupuk NPK.

cara menanam dan merawat lidah mertua Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: freepik

Supaya membantu tumbuh secara subur dan maksimal, kamu juga perlu memberikan pupuk di tanaman lidah mertua. Pakai pupuk yang tidak akan gampang larut seperti NPK sekali tiga bulan. Larutkan butiran-butiran pupuk NPK dengan air sesuai dosis anjuran sebelum diberikan ke tanaman. Selain pupuk ini, kamu juga dapat memakai pupuk daun ataupun pupuk kompos.

5. Teknik pembudidayaan lidah mertua.

cara menanam dan merawat lidah mertua Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@knragrotech

Nah, untuk membudidayakannya agar semakin banyak, kamu bisa memilih dengan cara pemisahan tunas. Pertama pisahkan tunas dari tanaman induk. Umumnya tanaman ini akan mulai bertunas jika sudah berumur setahun. Pisahkan jika tunas sudah berumur 2 hingga 3 bulan lamanya. Lalu bongkar tanaman dari pot, keluarkan dan pisahkan tunas dengan cara memotong tanaman dan biarkan tanah memisahkan dirinya dengan tumbuhan tersebut.

Kemudian pisah dan ambil tunas yang setidaknya mempunyai 3 helai daun, potong memakai pisau yang tidak tumpul. Olesi bekas pemotongan tersebut dengan bantuan pestisida. Masukkan kembali tanaman tersebut dalam ke pot ketika tunas sudah selesai dipisahkan. Lalu isi bagian pot hingga 3/4 pot dengan media tanam, sebelum kamu melakukan penanaman kembali tunas. Tambahkan pupuk, lakukan penyiraman dan letakkan tanaman baru tersebut di tempat yang sejuk.