Brilio.net - Tanaman krokot atau Mos Rose kerap dianggap sebagai tanaman liar karena tumbuh secara sembarangan. Rupanya tanaman ini pun banyak dikembangbiakkan dan ditemui di penjual tanaman hias. Ya, krokot kini digunakan sebagai tanaman hias yang memiliki banyak ragam dan manfaat.

Selain harganya murah, tanaman ini indah dan unik. Warnanya pun banyak mulai dari merah, putih, kuning hingga bunga krokot warna-warni. Tak heran jika akhir-akhir ini krokot banyak dijadikan tanaman hias. Biasanya bunganya ini mekar pada pagi hari dan kuncup saat menjelang siang. Oleh sebab itu tanaman ini juga dikenal dengan sebutan bunga pukul sembilan.

Bunga krokot sangat cocok ditanam oleh pemula karena bunganya tidak mudah mati dan mampu bertahan hidup tanpa banyak perawatan. Menariknya lagi beberapa jenis tanaman hias krokot ini bagus untuk kesehatan karena mengandung antioksidan.

Selain itu kandungan dalam tanaman krokot terutama bagian daunnya yang mengandung banyak zat baik untuk tubuh seperti tanin, fosfor, kalsium, saponin, zat besi, vitamin B, vitamin A, dan banyak lainnya.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Nah untuk menghias hunianmu, kamu bisa menjadikan krokot sebagai dekorasi untuk tanaman hias gantung loh. Apalagi krokot ini termasuk tanaman yang tahan panas dan mudah dirawat. Berikut brilio.net himpun dari berbagai sumber, cara menanam tanaman hias gantung krokot, Selasa (23/2).

 

1. Memilih jenis bunga krokot.

Cara menanam tanaman hias gantung krokot Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@tanamanhiasomah

Pada umumnya tanaman ini mudah ditanam dan dirawat, namun sebelum menanamnya pilihlah jenis bunga yang diinginkan. Sebab krokot memiliki warna dan tipe yang beragam. Ada tipe krokot bermahkota tipis dan ada pula krokot bermahkota tebal. Tipe bermahkota tebal memiliki bunga yang bertumpuk dan tebal atau dikenal dengan krokot tumpuk. Sedangkan dari warnanya pun ada yang berwarna putih, merah, kuning, pink, ungu dan warna lainnya.

2. Persiapkan media pot dan tanahnya.

Cara menanam tanaman hias gantung krokot Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Karena tanaman ini cantik dijadikan tanaman hias gantung, maka kamu bisa memilih pot plastik, botol bekas ataupun pot gerabah. Pot jenis ini mudah untuk digantung dan juga memiliki nilai estetika. Nah kamu perlu memilih ukuran dan warna pot yang sesuai yang diinginkan.

Kemudian siapkan media tanam dan tanahnya. Kamu bisa menyiapkan tanah humus yang dibuat dengan mencampurkan daun kering, bubuk kayu, sekam, dan tanah gembur. Kemudian tambahkan 1 liter air dan diamkan 24 jam. Nah jika ingin simpel kamu juga bisa membeli tanah humus yang sudah jadi di penjual tanaman hias. Selanjutnya, lakukan pengisian tanah ke dalam pot.

3. Pemberian pupuk.

Cara menanam tanaman hias gantung krokot Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Setelah tanah humus dimasukkan dalam pot, kamu bisa menambahkan pupuk dasar kembali. Caranya yakni dengan membuat lubang pada bagian tengah tanah di dalam pot. Kemudian isi dengan pupuk organik sebanyak satu genggam. Lalu tutup kembali dengan tanah dan siram dengan air. Setelah itu, tanah siap ditanami dengan bunga krokot gantung.

4. Penanaman benih krokot.

Cara menanam tanaman hias gantung krokot Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@ario.farm

Langkah selanjutnya yaitu penanaman benih yang bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan menggunakan biji dan juga stek batang dari tanaman krokot dewasa. Jika menggunakan biji caranya yaitu dengan melubangi tanah sedalam 2 cm, lalu beri benih dan tutup dengan tanah kembali. Kemudian siram dengan air.

Penanaman dengan benih ini mendapatkan tanaman dengan umur yang lebih panjang. Sedangkan dengan stek batang krokot dewasa, juga hampir sama. Lubangi tanah sedalam 2 cm dan tancapkan batangnya.

5. Perawatan tanaman hias krokot gantung.

Cara menanam tanaman hias gantung krokot Instagram ; freepik © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@paulahomemadesnack

Usai menanamnya biarkan krokot tumbuh. Jangan lupa untuk menyiramnya secara teratur. Sebaiknya jangan menyiraminya saat matahari sedang terik atau siang hari, namun disarankan saat malam hari, atau saat matahari belum terlalu panas.

Kamu juga dapat mencampurkan air dan pupuk organik cair saat menyiram agar tanaman dapat tumbuh lebih subur. Jika tanamanmu tetap layu meskipun sudah disiram, kamu dapat memberikan fungisida pada tanaman.