Brilio.net - Orang Jawa dikenal dengan kesopanan, tata krama, dan kelembutannya. Ini menjadi ciri khas ketika mereka berbaur dengan suku lain dan menjadi sifat-sifat dasar yang diturunkan oleh nenek moyangnya. Meski begitu, tentu tidak seluruh orang Jawa memiliki sifat-sifat positif tersebut.

Dalam kehidupan sosial, orang Jawa tidak bisa berperilaku sembarangan. Apalagi terhadap orang tua dan orang yang dituakan. Anak muda biasanya akan terlihat lebih sopan dan kalem di hadapan orang yang lebih tua.

Selain perilakunya yang dikenal lemah lembut, orang Jawa juga kerap melontarkan kata-kata yang bijak. Kata-kata tersebut biasanya berupa paribasan (pepatah) atau motivasi tentang kehidupan. Meski sederhana kata-kata tersebut memiliki makna yang mendalam.

Dari segi bahasanya pun dikemas dengan bahasa krama yang tegas dan bijaksana. Tak heran jika banyak orang terinspirasi menjadikan kata-kata bijak orang Jawa sebagai motto hidup mereka. Berikut brilio.net rangkum 85 motto hidup orang Jawa dan artinya dari berbagai sumber, Selasa (23/11).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Motto hidup Orang Jawa tentang kehidupan, penuh motivasi.

Motto hidup orang Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@najibstorejogja

1. "Adhang-adhang tetese embun."

(Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun)

2. "Adigang, adigung, adiguna."

(Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintarannya)

3. "Ana dina, ana upa."

(Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata)

4. "Becik ketitik, ala ketara."

(Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga)

5. "Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh."

(Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai)

6. "Kena iwake aja nganti buthek banyune."

(Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)

7. "Ngundhuh wohing pakerti."

(Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan)

8. "Sabar sareh mesthi bakal pikoleh."

(Pekerjaan apa pun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil)

9. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe."

(Melakukan pekerjaan tanpa pamrih)

10. "Sluman slumun slamet."

(Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan)

11. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan."

(Berharap doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan)

12. "Aja milik barang kang melok."

(Jangan tergiur barang yang berkilau)

13. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

14. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

15. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu."

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

16. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

17. "Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."

(Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)

18. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemita."

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

19. “Aja mbedakake marang sapadha-padha."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

20. "Sabar iku ingaran mustikaning laku."

(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

21. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

22. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli."

(Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

23. "Beras wutah arang bali menyang takere."

(Menggambarkan sesuatu yang sudah rusak tidak akan bisa kembali sama seperti semula)

24. "Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake."

(Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus)

25. "Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut."

(Menggambarkan orang yang saking jengkelnya hingga tidak mau bertegur sapa lagi)

26. "Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang."

(Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk)

27. "Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda."

(Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

28. "Nek wes niat kerjo iku ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai."

(Kalau sudah niat bekerja itu jangan cari perkara, kalau sudah diniati cari rezeki itu tidak usah cari muka)

29. "Jalma angkara mati murka."

(Mendapat kesulitan karena kemarahannya sendiri)

30. "Kakehan gludug kurang udan."

(Terlalu banyak bicara namun tidak pernah memberi bukti)

31. "Kebat kliwat, gancang pincang."

(Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidak sempurna)

32. "Kendel ngringkel, dhadang ora godak."

(Mengaku berani dan pintar, kenyataannya penakut dan bodoh)

33. "Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu."

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan)

34. "Ambeg utomo, andhap asor."

(Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati)

35. "Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso."

(Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)

Motto hidup orang Jawa tentang cinta, menenangkan hati.

Motto hidup orang Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@kulinoisin

36. "Gusti yen arek iku jodohku tulung cedakaken, yen mboten jodohku tulung jodohaken."

(Tuhan jika orang itu adalah jodohku tolong dekatkanlah, dan jika bukan tolong jodohkanlah)

37. "Akeh manungsa ngrasakaken tresna, tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate atresna."

(Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)

38. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe."

(Orang yang punya pacar itu haruslah bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang gak punya)

39. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding."

(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

40. "Arek lanang iku kuoso milih, arek wadon kuoso nolak."

(Anak laki-laku bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

41. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg."

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

42. "Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen."

(Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya)

43. "Jarene wes ikhlas de'e karo sing liyo, kok iseh ngomong 'Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.' Mbok wes meneng wae luwih apik."

(Katanya sudah ikhlas dia dengan yang lain, kok masih bilang 'Kalau Tuhan nggak akan membalas, karma yang balas.' Udah diam aja lebih baik)

44. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui."

(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama)

45. "Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo 'dadi wong liyo' mung mergo kekurangane."

(Kalau namanya sayang itu harusnya nggak menuntut pasangannya dipakai 'milik orang lain' hanya karena kekuranngannya)

46. "Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu."

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)

47. "Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike"

(Cinta bukan perkara seberapa sering kamu mengucapkannya, tapi seberapa banyak kamu membuktikannya)

47. "Ikhlas lan sabar, amergo Gusti mboten nate sare."

(Ikhlas dan sabar, karena Tuhan tidak pernah tidur)

48. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati."

(Harus semangat walau tidak ada yang kasih semangat)

49. "Tresno iki dudu nggo dolanan, mergo kabeh sing dilakoni perkoro ati."

(Cinta ini bukan untuk mainan, karena semua yang dijalani tentang hati)

50. "Lemah teles, gusti Allah sing bales."

(Sebuah pepatah: Tanah basah, Allah yang bakal balas)

Motto hidup orang Jawa tentang kesuksesan, menginpirasi.

Motto hidup orang Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@khomarudin_id

51. "Urip iku urup."

(Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita)

52. "Sing wes yo wes, rausah digetuni."

(Yang sudah berlalu ya sudah, tidak perlu disesali)

54. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur."

(Berpegang teguhlah pada mimpi. Mimpi yang mati ibarat burung yang sayapnya rusak dan nggak bisa terbang)

55. "Gagal niku kuncine sukses, ben kegagalan iku ngajari kene ilmu."

(Kegagalan adalah kunci kesuksesan. Setiap kesalahan mengajarkan kita ilmu)

56. "Ikhlas lan sabar, amergo Gusti mboten nate sare."

(Ikhlas dan sabar, karena Tuhan tidak pernah tidur)

57. Adab lan ilmu iku podo podo pentinge gae nguber urip ing dunyo."

(Adab merupakan akar dari ilmu. Tanpa adab ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak beramanat bagi kebaikan orang lain)

58. "Wong pinter kalah karo wong beja."

(Orang pintar kalah dengan orang beruntung)

59. "Mikul dhuwur mendhem jero."

(Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)

60. Aja dadi kacang kang lali akro uripe."

(Jangan menjadi orang yang lupa atas jasa orang lain)

61. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah."

(Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai)

62. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan."

(Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan)

63. "Tuna sathak bathi sanak."

(Merugi harta tapi mendapatkan sahabat)

64. "Kena iwake aja nganti buthek banyune."

(Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)

65. "Alon-alon sing penting kelakon."

(Pelan-pelan yang penting sampai tujuan)

66. "Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kalangan."

(Bukan keluarga, bukan saudara, jika meninggal ikut kehilangan)

67. "Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono."

(Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah dan yang sudah ada syukurilah)

68. "Alam iki sejatining Guru."

(Alam adalah guru yang sejati)

69. Memayu hayuning pribadi: Memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana."

(Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia)

70. "Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan."

(Jikalau engkau belum memahami alam pribadimu, hendaknya engkau bertanya kepada yang telah memahaminya)

71. "Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi."

(Beras itu ada dari padi, putus cinta ada dari sebuah kebohongan)

72. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja bukan untuk nyari perkara. Niat mencari rezeki, bukan hanya cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

73. "Seng nandur bakale ngunduh."

(Yang berbuat akan mendapatkan hasilnya)

74. "Yen kabih wis ginaris nyata, aja nganti ana ati sing rumangsa sengsara narima pacoba."

(Jika semua sudah menjadi ketentuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih di saat menerima cobaan)

75. "Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu."

(Kurangilah makan dan tidur yang berlebih supaya kesehatan badan kita tetap bisa terjaga)

76. "Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan."

(Jangan mudah sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu)

77. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia)

78. "Sabar iku lire momot kuwat nandhang sakehing coba lan pandhadharaning ngaurip."

(Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup)

79. "Gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun."

(Tuhan akan memeberikan jalan, bagi mereka yang mengikuti jalan kebenaran)

80. "Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

81. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

82. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

83. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

84. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo."

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

85. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

(brl/red)