Brilio.net - Kata lucu bahasa Jawa bisa jadi hiburan bagi siapapun. Bahasa yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Salah satu bahasa daerah yang terus dilestarikan sampai sekarang. Bahasa Jawa punya keunikan tersendiri, salah satunya adalah logat atau dialek unik.

Pemilihan kata pun juga disesuaikan dengan siapa lawan atau orang yang diajak bicara. Ada yang bersifat lembut yang biasa dipakai kepada orang tua. Ada juga yang sedikit kasar dan santai yang diucapkan kepada sebaya. Nah, bahasa Jawa sesama umur ini tak bisa dilepaskan dari kesan 'lucu'.

Kata-kata lucu bahasa Jawa sering digunakan dalam berkomunikasi satu sama lain. Nggak heran jika kata-kata lucu Jawa kerap dipakai untuk update status media sosial. Menuliskan kata-kata bahasa Jawa ini, alhasil membuat orang tertawa. Medsos pun akan dipenuhi like, komentar, dan di-retweet banyak akun.

Berikut kumpulan status lucu bahasa Jawa yang berhasil brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/8).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata status lucu bahasa Jawa, bikin ketawa banyak orang.

status Jawa medsos instagram

foto: Instagram/@yowis.cuk

Memberikan hiburan kepada orang lain bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi kalau dengan kata-kata lucu Jawa ini.

1. "Merdeka iku yen Soekarno mbe Hatta baris rapi ning njero dompet. Yen sing baris Pattimura, berarti isih perjuangan."

(Merdeka itu kalau Soekarno dan Hatta baris rapi di dalam dompet. Kalau yang baris Pattimura, berarti masih perjuangan)

2. "Kowe butuh duit? Mreneo, ayo nangis bareng."

(Kamu butuh uang? Sini, nangis bareng)

3. "Ora ketemu sesasi rasane koyo 30 dino."

(Tidak ketemu satu bulan rasanya seperti 30 hari)

4. "Aku ra butuh peta utowo GPS, nek karo koe aku wes yakin kudu neng endi."

(Aku nggak butuh peta atau GPS, kalau sama kamu aku udah yakin harus pergi ke mana)

5. "Gendut kui montok, mung kebablasen."

(Gendut itu montok, hanya keterusan)

6. "Wong lemu kui, dudu kakean mangan, tapi program diete sing gagal."

(Orang gemuk itu, bukan kebanyakan makan, tapi program dietnya gagal)

7. "Kula ngertos nek rezeki niku mung titipan. Tapi Gusti, mbok nek nitip kathah sekedhik."

(Saya tahu kalau rezeki itu titipan. Tapi kalau nitipinnya agak banyakan dikit Tuhan)

8. "Ora golek sing wah, opo meneh sing mewah. Cukup sing iso gawe aku bungah."

(Tidak mencari yang wah, apalagi yang mewah, cukup yang bisa membuat aku senang)

9. "Cintaku terhalang brengose bapakmu."

(Cintaku terhalang kumis ayahmu)

10. "Sopo sing gelem mijeti aku. Nek wedok tak pek bojo. Nek lanang, bojone tak pek."

(Siapa yang mau mijitin aku. Kalau perempuan akan aku jadikan istri. Kalau laki-laki, istrinya akan kujadikan istriku)

11. "Yen ono tanwin ketemu ba’ dadi iqlab, yen ono aku ketemu awakmu insyaAllah dadi ijab."

(Kalau ada tanwin ketemu ba' jadi iqlab, kalau ada aku ketemu kamu insyaAllah jadi ijab)

12. "Ojo sebut aku mantan, sebut wae aku alumni, sopo ngerti kene iso reuni."

(Jangan sebut aku mantan, sebut saja aku alumni, siapa tahu kita bisa reuni)

13. "LDR = Lungo Dewe Rapopo."

(Pergi sendiri tidak masalah)

14. "Dipikir loro, dirasake yo malah loro, loro tambah loro sama dengan papat."

(Dipikir sakit, dirasakan juga tambah sakit. Sakit tambah sakit sama dengan empat)

15. "Ojo kakean drama, sadaro iki urip ndek dunia nyata ora koyo drama Korea."

(Jangan kebanyakan drama, sadarlah ini hidup dunia nyata bukan seperti drama Korea)

16. "Ora usah mikir omongane wong liyo, wong liyo ae nek ngomong yo ora mikir."

(Nggak usah mikir omongannya orang lain, orang lain aja kalau ngomong enggak pake mikir)

17. "Opo aku kudu dadi Via Vallen, ben iso diceluk sayang?"

(Apa aku harus jadi Via Vallen, biar bisa dipanggil sayang?)

18. "Gendut kui montok, mung kebablasen."

(Gendut itu montok, hanya berlebihan saja)

19. "Sliramu kuwi koyo bintang, sing endah didelok tapi angel digayuh."

(Kamu itu seperti bintang, indah dipandang tapi susah diraih)

20. "Tuku bawang kleru mrico, tiwas wes sayang jebul mung dianggep konco."

(Beli bawang keliru merica, padahal sudah sayang ternyata hanya dianggap teman)

21. "Sliramu manis dek, kaya gula."

(Dirimu manis dek, seperti gula)

22. "Bermimpilah setinggi langit, jika kamu terjatuh berarti turumu kurang nengah."

(Bermimpilah setinggi langit, jika kamu terjatuh berarti tidurmu kurang tengah)

23. "Cukup nyawang koe sing ta sayang, kangen iki langsung ilang."

(Cukup melihat kamu yang aku sayang, rindu ini sudah langsung hilang)

24. "Ojo dadi pengecut koyo upil sing umpetan ning ngisor meja."

(Jangan jadi orang penakut seperti kotoran hidung sembunyi di meja)

25. "Elek yo ben, sing penting iso marai kangen."

(Jelek ya biarin, yang penting bisa bikin kangen)

Kata-kata status lucu bahasa Jawa, cocok buat medsos.

status Jawa medsos instagram

foto: 1cak.com

Kamu bisa memilih kata lucu sesuai kebutuhan. Bisa tentang cinta, sahabat, pekerjaan, keluarga, atau yang lain.

26. "Tetep bersyukur masio rasane ajur."

(Tetap bersyukur meskipun rasanya hancur)

27. "Tak kiro lali bales, tibake wes males."

(Aku pikir lupa membalas, ternyata udah malas)

28. "Getun? Blas ora, yangku saiki luweh sip."

(Menyesal? Sama sekali tidak, pacarku sekarang lebih baik)

29. "Ojo bangga sek, sakiki dee pacarmu lha nek sesok dee jodohku kowe iso opo?"

(Jangan bangga dulu, sekarang dia pacarmu tapi kalau suatu saat dia jodohku kamu bisa apa?)

30. "Asline aku ki setia, Ning akeh seng ra percoyo!"

(Sebenarnya aku itu setia, tapi banyak yang nggak percaya)

31. "Gawe seng pacaran tetep langgeng yo, seng jomblo? Kenalan ro aku po piye?"

(Buat yang sedang pacaran tetap langgeng ya, buat yang jomblo? Kenalan sama aku gimana?)

32. "Mundur wae saingane konco dewe."

(Mundur aja saingannya teman sendiri)

33. "Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?"

(Teman kok datangnya kalau butuh saja. Menurut kamu aku ini pom bensin?)

34. "Ojo sombong nek dadi duwuran, ning pasar duwuran regane sepuluh ewu entuk telu."

(Jangan sombong kalau jadi atasan, di pasar atasan harganya sepuluh ribu dapat tiga)

35. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin yo rasane perih."

(Kacang itu rasanya gurih, tapi kalau dikacangin itu rasanya perih)

36. "Kui mantan opo pahlawan? Kok dikenang wae?"

(Itu mantan atau pahlawan? Kok dikenang terus?)

37. "Aku kon ngenteni kowe terus, lha rumangsamu aku cctv opo?"

(Aku kamu suruh nunggu kamu terus, lah menurutmu aku cctv apa?)

38. "Sakjane aku yo iso dolan neng mall macak mbois nongkrong neng kafe, tapi aku emoh. Mengko ndak diarani akeh duite."

(Sebenarnya aku juga bisa main ke mall dan sok keren dengan nongkrong di kafe, tapi aku nggak mau. Nanti aku dianggap punya banyak uang)

39. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur, mengko lambemu iso kesampluk pesawat."

(Kalau ngomong jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu bisa ketabrak pesawat)

40. "Kowe ki uwong opo kalkulator, ko ora tau gelem salah!"

(Kamu ini orang apa kalkulator, kok enggak pernah mau salah!)

41. "Iso tak titeni, watu nek dicokot mesti atos."

(Bisa aku amati, batu kalau digigit pasti keras)

42. "Dadi wong lanang ojo koyo krupuk. Teles sitik lemes."

(Jadi laki-laki jangan kayak kerupuk. Basah sedikit lemas alias gampang patah semangat)

43. "Ojo godain bojone wong. Biarlah bojone wong sing nggodain awake."

(Jangan menggoda istri orang. Biarlah istri orang yang menggoda kita.)

44. "Jenenge urip mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya hidup pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran itu namanya dangdutan)

45. "Foto DP kok karo pacare terus, opo mbiyen leh tuku hp urunan?"

(Foto DP kok sama pacarnya terus, apa dulu beli HP-nya patungan?)

46. "Untung atiku iki digawe karo Gusti Allah. Nek gawean menungso wes remuk ket wingi."

(Untung hatiku ini dibuat oleh Gusti Allah. Kalau buatan manusia udah hancur dari kemarin)

47. "Mending sing humoris tapi manis ketimbang sok romantis tapi akhire tragis."

(Lebih baik sama yang humoris tapi manis daripada sok romantis tapi akhirnya tragis)

48. "Jenenge pasangan, yen ora pas yo mung dadi angan."

(Namanya pasangan, kalau enggak pas yang cuma jadi angan)

49. "Mending alon-alon tapi seng penting move on."

(Lebih baik pelan-pelan tapi yang penting move on)

50. "Pacaran kui ra usah diumbar-umbar, sing penting undangan teko-teko kesebar."

(Pacaran itu enggak usah diumbar-umbar, yang penting undangan tiba-tiba kesebar)

51. "Mesakne jek nom kok dilarani terus."

(Kasihan masih muda kok disaktin terus)

52. "Ora enek wong kuat selain aku. Aku ngombe kopi tak sebol sik banyune."

(Nggak ada orang yang kuat seperti aku. Aku minum kopi airnya aku tiup dulu)

53. "Aku nek ra males jane sregep pol."

(Aku kalau nggak males sebenarnya rajin banget)

54. "Pengen e sleepcall, tapi panggilan ditolak."

(Pengennya sleepcall, tapi panggilan ditolak)

55. "Aku sing ngancani koe nibo tangi, kowe malah ngeliyo ati."

(Aku yang menemani jatuh bangun, kamu malah pergi ke lain hati)

Kata-kata status lucu bahasa Jawa, cocok buat medsos.

Kata-kata status lucu bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: 1cak.com

Kamu bisa memilih kata lucu sesuai kebutuhan. Bisa tentang cinta, sahabat, pekerjaan, keluarga, atau yang lain.

56. "Kesel Ya Allah pengen dadi power renjes pisan wae."

(Capek Ya Allah pengen jadi power ranger sekali aja)

57. "Nek wes kekeselen ngene iki, kesandung watu we sing tak salahne watune."

(Kalau sudah capek seperti ini, tersandung batu aja yang aku salahin batunya)

58. "Elek-elekan ngene, ibukmu senengane kangen aku mangsane."

(Jelek-jelek gini, ibukmu sering kangen sama aku loh)

59. "Agustus lagi awalan. Wes diorak arik karo keadaan."

(Agustus masih awal. Ini udah diombang-ambingkan oleh keadaan)

60. "Sing tenang ora usah gugup, iki ki gur malem minggu ora malem pertama."

(Yang tenang nggak usah gugup, ini cuma malam minggu bukan malam pertama)

61. "Wong ki yo ngingeti ngisor barang. Ojo Ndangak ae, nek kelilipen kapok."

(Orang itu harus lihat ke bawah. Jangan ke atas terus, kalau kemasukan debu baru tahu rasa)

62. "Kuat lakoni, ora kuat tinggal ngopi."

(Kuat dilakukan, kalau tidak kuat ditinggal ngopi)

63. "Masalah wedokan iku gampang, penting iso nyaur utang sek."

(Masalah perempuan itu mudah, yang penting bisa membayar hutang dulu)

64. "Aku pancen sengojo ora adus, ben kethok alami."

(Aku memang sengaja enggak mandi, biar kelihatan alami)

65. "Aku mung iso maca buku, durung iso maca atimu."

(Aku hanya bisa membaca buku, belum bisa membaca hatimu)

66. "Ojo mung ngopi, sekali sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi sepet mbarang."

(Jangan hanya minum kopi, sekali sekali minum teh supaya kamu tahu hidup itu tidak hanya pait saja, tapi ada sepetnya juga)

67. "Tresno iku mergo ati, ra bakal owah tekane mati."

(Cinta itu datang karena hati, tidak akan berubah hingga mati)

68. "Cinta nek raenek sampeyan, paling yoo mung dadi kata tok."

(Cinta bila tidak ada kamu, mungkin cuma menjadi kata saja)

69. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan ngomong raenek wektu, berarti wonge ra ndue duwit."

(Waktu adalah uang. Kalau temanmu kamu ajak main bilangnya enggak ada waktu, berarti temanmu nggak punya uang)

70. "Raenek seng gelem urip susah, termasuk aku. Tapi nek kudu urip susah, ak siap ndandani bareng karo kowe."

(Tidak ada yang mau hidup susah, termasuk saya. Tetapi kalau tetap hidup susah, aku siap memperbaiki bersama dirimu)

71. "Pantesan awakku ora lemu-lemu. Sing tak pangan harapan palsu."

(Pantas saja badanku tidak gendut-gendut. Yang aku makan harapan palsu)

72. "Cintamu mentok neng dee'? durung ketemu tikungan wae sih jane."

(Cintamu mentok hanya dia? Hanya belum ketemu sama yang lain saja)

73. "Dadi wong ojo kaku-kaku, ndak koyo kanebo garing."

(Jadi orang jangan terlalu kaku, nanti seperti kanebo kering)

74. "Mantan kui jodoh seng masa aktife wes entek."

(Mantan itu jodoh yang masa aktifnya sudah habis)

75. "Etok-etok tegar padahal ambyar."

(Pura-pura tegar padahal hancur)

76. "Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku."

(Kalau aku lihat sorot matamu, sepertinya kamu akan meminta hutang padaku)

77. "Ndasku mumet, seng gelem ngelus ngelus yo sopo."

(Kepalaku pusing, yang mau ngelus ngelus juga siapa)

78. "Pas aku ngilang, pikirku kowe nggoleki, lakok jebul golek ganti."

(Ketika aku menghilang, aku pikir kamu bakal mencari, ternyata malah mencari ganti)

79. "Sori salah tompo, tak kiro sayang, bakno guk ngisi wektu luang."

(Maaf salah maksud, aku pikir sayang, ternyata hanya mengisi waktu luang)

80. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."

(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brangkas yang butuh kode)

81. "Tresnoku seakan kata Save."

(Cintaku seperti kata menyimpan)

82. "Risiko dadi wong keren. Mben tuku pulsa mesti dijaluki nomer."

(Risiko jadi orang keren. Setiap beli pulsa pasti dimintai nomer)

83. "Tresnomu koyo Rumah Makan Padang akeh cabange."

(Cintamu seperti rumah makan padang banyak cabangnya)

84. "Golek duit iku gampang olehe sing angel."

(Cari uang itu mudah dapatnya yang susah)

85. "Hawane wes koyo sifatmu nyang aku mas, adem."

(Hawanya udah kayak sifatmu ke aku mas, dingin)

86. "Tetep gawe mi goreng, masio omah kebak iwak sapi."

(Tetap membuat mi goreng, meskipun rumah penuh daging sapi)

87. "Tak nyenengke boss sek lagi kowe. Soale nek bose ra seneng aku ra bayaran."

(Membahagiakan bos dulu baru kamu, soalnya kalau bos nggak suka aku nggak bayaran)

88. "Di jawab sing apik-apik wae, ngko tak kek i sewu."

(Dijawab yang baik-baik aja, nanti tak kasih seribu)

89. "Sek mumet sirahe sek ajur atine kok sek disuntek bokonge?"

(Yang pusing kepalanya, yang sakit hatinya, kok yang disuntik bokongnya?)

90. "Aku sing ngekeki sajadah, gek malah dee sing berjama'ah."

(Aku yang memberi sajadah, kok malah dia yang berjamaah)

Kata-kata lucu sambat bahasa Jawa, cocok untuk status.

foto: Instagram/@koncomesem_

Dengan kata-kata sambat Bahasa Jawa dapat membuat hati lebih lega dan bisa kamu jadikan status medsos. Pilihan kata bahasa Jawa yang unik dan lucu dijamin bisa menghibur orang yang membacanya.

91. "Aku ra seneng ngrepoti kancaku ning kancaku seneng ngrepoti aku."

(Aku tak suka merepotkan temanku, tapi kok temanku suka merepotkan aku)

92. "Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi."

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

93. "Wong liyo do pengen rabi, aku tak pengen sugih wae."

(Orang lain ingin menikah, aku ingin kaya aja)

94. "Nganggur yen ditelateni hasile yo lumayan, lumayan gawe stres."

(Penggangguran kalau diseriusi hasilnya juga lumayan, lumayan bikin stres)

95. "Ngaku konco kok gur pengen nunut mulyo. Pas konco ciloko malah lungo."

(Mengaku teman kok cuma mau ikut hidup enak saja. Saat temannya susah, eh, malah pergi)

96. "Aku sing banting tulang yo jelas kalah karo wong sing banting lawang langsung keturutan."

(Aku yang banting tulang bakal kalah sama orang yang banting pintu langsung dituruti kemauannya)

97. "Liyane nompo THR aku tak nompo opo anane wae."

(Yang lain terima THR, aku terima apa adanya aja)

98. "Kerep nggo dolanan ning aku tetap bertahan."

(Sering dijadikan mainan tapi aku masih bertahan)

99. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding."

(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

100. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe."

(Orang yang punya pacar itu haruslah bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang gak punya)

101. "Tresnomu koyo rumah makan padang, akeh cabange."

(Cintamu seperti rumah makan padang, banyak cabangnya)

102. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."

(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan memberikan kode saja. Aku bukan brangkas yang butuh kode)

103. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro."

(Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis bikin sakit)

104. "Urip dipaido, mati ditangisi, waras dilarani."

(Hidup dikomentarin, mati ditangisin, sehat disakitin)

105. "Pantesan awakku ora lemu-lemu. Sing tak pangan harapan palsu."

(Pantas saja badanku tidak gendut-gendut. Yang aku makan harapan palsu)

106. "Atose watu akik isih kalah karo atose omongan tonggo."

(Kerasnya batu akik masih kalah dengan kerasnya omongan tetangga)

107. "Guyon ki mbok ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan."

(Bercanda itu jangan kelewatan. Kalau kelewatan, nanti putar baliknya jauh)

108. "Adewe ki mati-matian dinggo konco. Lah konco mati-matian dinggo mateni adewe."

(Kita itu mati-matian buat teman, lah teman mati-matian buat matiin kita)

109. "Nek dee ngadoh ra mesti dee sengit, iso wae dee meh ngentut."

(Ketika dia mulai menjauh, bukan berarti dia benci, siapa tahu dia akan kentut)

110. "Aku ning kene mbok sepeleke, ra tau gatekne aku sing merjuangke."

(Aku di sini kamu sepelekan, tidak pernah memperhatikan aku yang memperjuangkan)

111. "Saiki ngene wae, kowe dadi yangku opo aku sing dadi yangmu?"

(Sekarang gini aja, aku yang jadi pacarmu atau kamu yang jadi pacarku)

112. "Ngomong tok yo gampang, sing angel iku wahing karo melek."

(Ngomong aja gampang, yang susah itu bersin sambil membuka mata)

113. "Liyane positif Covid-19, aku malah positif ra duwe duet."

(Yang lain positif Covid-19, aku malah positif nggak punya uang)

114. "Adus we aras-arasen opo meneh ngejar kowe, jan aku ra sudi."

(Mandi aja malas, apalagi mengejar kamu, sungguh aku tak mau)

115. "Rupane ora sepiro, entuke nglarani ora kiro-kiro."

(Wajahnya nggak seberapa, nyakitinnya nggak kira-kira)

(brl/lin)