Ada kalanya perjalanan hidup tak semudah dan semulus yang diinginkan. Kamu akan menemui berbagai rintangan dalam perjalanan. Entah itu menyangkut masalah keseharian, hubungan percintaan, pekerjaan, hubungan pertemanan, keluarga, atau urusan lainnya. Saat masalah datang, pastilah membuat hatimu risau. Perasaan itu manusiawi atau bisa dirasakan semua orang.

Tak ayal siapa pun pasti ingin mengungkapkan rasa galau alias kesedihan pada orang lain. Sayangnya nggak semua orang punya orang yang dapat dipercaya. Pada akhirnya, kamu hanya ingin meluapkan rasa galau yang dialami. Salah satu cara lain untuk meluapkan kegalauan adalah dengan menuliskan kata-kata galau. Buat kamu yang nggak mau terlihat super alay, bisa memilih menggunakan bahasa Jawa.

Bahasa Jawa itu punya keunikan tersendiri yang mampu mengubah sebuah kalimat jadi terlihat lebih santai dan bernada candaan. Sehingga rasa galaumu nggak akan dianggap orang lain jadi hiperbola. Namun dari satu sisi, bahasa Jawa juga bisa menyulap kata-kata jadi gambaran ungkapan hati yang terdalam. Begitu pilu dan menyentuh hati saat dibaca.

Jangan lupa juga bagikan juga kata-kata galau bahasa Jawa ini pada orang lain melalui media sosial. Berikut kumpulan kata-kata galau bahasa Jawa, pilihan tepat untuk mengekspresikan kegalauan hati yang sudah brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (20/8).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata galau bahasa Jawa tentang hidup.

Kata-kata galau bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@gak_mikirr

Hidup tak bisa lepas dari bermacam-macam pilihan. Kadang pilihan yang ada membuatmu galau, mau pilih yang mana. Tentunya gejolak hati dan pikiran itu membuat gundah.

1. "Nek enek uwong sing nglarani kowe, ojo pernah mikir dinggo mbales. Ngguwak-ngguwak tenogo, sinau ikhlas ya."

(Kalau ada orang yang sudah melukaimu, jangan pernah berpikir untuk membalasnya. Menghabiskan tenaga saja, belajarlah untuk ikhlas)

2. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg."

(Supaya tidak kecewa, kita harus tahu kapan waktunya berhenti berharap dan kapan waktunya untuk berhenti)

3. "Ora kabeh wong seneng karo apa sing dewek lakoni. Ora papa, sing penting dewek niate apik lan nglakoni sing bener."

(Tidak semua orang senang dengan apa yang kita lakukan. Tidak apa-apa, yang penting kita niatnya baik dan melakukan yang benar)

4. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya hidup itu pasti banyak cobaan, kalau banyak saweran itu namanya dangdutan)

5. "Penak ora penak yo penak no wae wong jenenge golek duwit."

(Enak tidak enak ya dienakkan saja, namanya juga cari uang)

6. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati."

(Harus semangat walaupun tidak ada yang menyemangati)

7. "Urepmu gak duwe tujuan? Koyok wong kebelet tapi ga nemu jedeng ae."

(Hidup tanpa tujuan seperti orang yang kebelet tapi tidak menemukan WC)

8. "Kabeh tugas kuwi gampang, nek ora usah di garap."

(Semua pekerjaan itu mudah, jika tidak usah dikerjakan)

9. "Abot di pikul bareng, enteng di gowo bareng, nek abot loro karone dipaketno ae."

(Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kalau sama sama berat dipaketin aja)

10. "Ojo ragu mecahno masalah, kecuali nek onok tulisan, 'Mecahno tuku'."

(Jangan ragu untuk sekadar memecahkan masalah, kecuali kalau ada tulisan 'Memecahkan berarti membeli')

11. "Duit saiki gampang luntur yo, esuk abang awan biru sore ijo wengi malah dadi abu-abu."

(Uang sekarang gampag luntur ya, pagi merah siang biru sore hijau malam malah jadi abu-abu)

12. "Moga wae masa depanku sepadang layar Hpne makku."

(Semoga saja masa depanku secerah layar HP ibuku)

13. "Kowe turu we angel opo meneh bahagia."

(Kamu tidur aja susah apalagi bahagia)

14. "Ngopo ndadak tuku skincare larang-larang, kae lho filter gratis."

(Ngapain harus beli skincare mahal-mahal, itu loh filter gratis)

15. "Resiko duwe rupa judes mesti dikiro sombong, padahal kene isinan."

(Risiko punya wajah judes pasti dikiranya sombong padahal sini pemalu)

16. "Alhamdulillah enek kemajuan wingi stres saiki edan."

(Alhamdulillah ada kemajuan kemarin stres sekarang gila)

17. "Aku ora males kok, aku sregep resik-resik ning ojo dikongkon."

(Aku nggak males kok, aku rajin bersih-bersih tapi jangan disuruh)

18. "Sakdurung maido wong liyo ojo lali ngaca disik."

(Sebelum mengritik orang lain jangan lupa berkaca dulu)

19. "Urip kuwi rekoso nek ra pengen rekoso ra usah urip."

(Hidup itu berat, kalau nggak mau berat nggak usah hidup)

20. "Biyen dolan terus sampek lali kerjo saiki kerjo terus sampe lali dolan."

(Dulu main terus sampai lupa kerja sekarang kerja terus sampai lupa main)

21. "Sing bergincu bakal kalah karo sing berilmu."

(Yang berlipstik bakal kalah sama yang berilmu)

22. "Wong lemu kui, dudu kakean mangan, tapi program diete sing gagal."

(Orang gemuk itu bukan kebanyakan makan, tapi program dietnya gagal)

23. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit."

(Dosa yang paling menyedihkan adalah mengeluh tidak punya duit)

24. "Mak anakmu pengen sugih."

(Ibu anakmu ingin kaya)

25. "Pas cilik seneng dolanan bareng gedhe dinggo dolanan, nasib."

(Waktu kecil suka mainan setelah besar dijadiin mainan, nasib)

26. "Gantenge secukupe wae lah, nek kelewihen mbok dadi srigala."

(Ganteng secukupnya saja, kalau kelebihan nanti jadi serigala)

27. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat."

(Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)

28. "Guyon ki ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan."

(Bercanda jangan kelewatan, kalau kelewatan putar baliknya jauh)

29. "Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut."

(Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya didatangi semut)

30. "Wit, yen diuncali watu tetep dibales kanggo woh."

(Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah)

31. "Kula ngertos nek rejeki niku mung titipan. Tapi Gusti, mbok nek nitip kathah sekedhik."

(Saya tahu kalau rejeki itu titipan. Tapi kalau nitip, agak banyakan dikit, dong, Tuhan)

32. "Ikhlas iku koyok keset, dipidek pidek tetep kudu welcome."

(Ikhlas itu seperti keset, walau diinjak-injak tetap harus welcome.)

33. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu."

(Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku)

34. "Saking galau ne, krungu lagu Balonku wae atiku kemropok."

(Begitu galaunya sampai dengar lagu Balonku aja hatiku hancur)

35. "Urip ki mbok digawe rileks wae, ojo sregep-sregep malah mundak sugih."

(Hidup itu dibikin santai aja, jangan rajin-rajin malah cepet kaya)

36. "Musuh paling gedhe ning donya iki, yen ora lambene tonggo yo lambene konco."

(Musuh paling besar di dunia ini, kalau nggak mulutnya tetangga ya mulutnya teman)

37. "Dadi omongan tonggo mergo kerep mulih bengi."

(Jadi bahan omongan tetangga karena sering pulang malam)

38. "Kerjo ra penak. Ora penak meneh nek kowe ki ora kerjo terus dirasani tonggo."

(Kerja itu nggak enak. Semakin nggak enak kalau nggak kerja terus diomongin tetangga)

39. "Ora peduli omongan tonggo, aku urip ora dibayari kono."

(Tidak peduli omongan tetangga, aku hidup tidak dibayari mereka)

40. "Urip iku koyo sepur, tinggalke wae sing ora perlu dienteni, tabrak ae sing ngalangi dalanmu."

(Hidup itu seperti kereta, tinggalkan saja yang nggak perlu ditunggu, tabrak aja yang menghalangi jalanmu)

Kata-kata galau bahasa Jawa tentang cinta.

Kata-kata galau bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@gak_mikirr

Bukan rahasia umum lagi kalau cinta bisa membuat orang jadi super galau. Yang namanya cinta itu main perasaan, jadi wajar kalau galau selalu menghantui.

41. "Jarene wes ikhlas de’e karo sing liyo, kok iseh ngomong ‘Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.’ Mbok wes meneng wae luwih apik."

(Katanya sudah ikhlas kalau dia bersama orang lain, kenapa masih bilang 'Kalau Tuhan tidak akan membalas, karma bagi yang jahat' sudahlah diam lebih baik)

42. "Nelangsa rasane, sing tak tresno ono sing nduwe."

(Sedih rasanya, yang aku sukai sudah ada yang punya)

43. "Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku."

(Cinta itu memang aneh. Contonnya aku cinta kamu, tapi kamu tidak cinta aku)

44. "Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing mbok obati?."

(Aku yang sakit hati, kenapa orang lain yang kamu obati?)

45. "Witing tresno jalaran soko kulino, lunture tresno jalanan ono wong liyo."

(Cinta datang karena kebiasaan, lunturnya cinta karena adanya orang lain)

46. "Raperlu sih nunjukke roso sayang seng luwih, nek suk akhire kowe nunjukke wong seng anyar seng mbok celuk sayang."

(Tidak perlu menunjukkan rasa sayang yang lebih, kalau besok pada akhirya kamu menunjukkan ada orang baru yang kamu panggil sayang)

47. "Kadang aku kudu ngeculke, ben koe ngerti rasane kelangan karo mempertahankan ki pie."

(Terkadang aku harus melepaskan, agar kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan sama mempertahankan itu seperti apa)

48. "Dicedaki acuh tak acuh bareng suwung bingung, lha karepmu i pie . Opo aku kudu mlayu neng laut ben koe ngerti aku tenanan."

(Didekati acuh tak acuh, apa sebenarnya maumu. Apa aku harus lari ke tengah laut supaya kamu mengerti)

49. "LDR kuwi ya kaya pacaran karo memedi, langka wujude."

(LDR itu seperti pacaran dengan hantu, jarang sekali terlihat wujudnya)

50. "Janjimu tresnamu gede, nyatane saiki mbok tinggalne."

(Janjimu cintamu besar, tapi kenyataannya sekarang kamu pergi)

51. "Kowe iku bagaikan embun pagi sing menyejukkan, tapi sayang aku ora tau ngerti mergo tangiku awan."

(Kamu itu seperti embun pagi yang menyejukkan, tapi sayang aku nggak pernah tahu karena bangunku siang)

52. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."

(Kamu kalau sayang bilang, jangan ngode terus. Aku bukan brangkas yang butuh kode)

53. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi."

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)

54. "Kowe nangis mergo diputus pacarmu? Senasib ro aku. Reneo, aku dodolan tisu tuku siji gratis aku."

(Kamu nangis karena diputus pacarmu? Sini, aku jualan tisu beli satu gratis aku)

55. "Aku ra iso nyindir isone tresno ning awakmu."

(Aku nggak bisa nyindir bisanya cinta sama kamu)

56. "Saben dino kegowo ngimpi tapi ora iso duweni."

(Setiap hari terbawa mimpi tapi tidak bisa memiliki)

57. "Nelongso rasane, sing tak tresno ono sing nduwe."

(Nelangsa rasanya yang aku cinta sudah ada yang punya)

58. "Ngenteni awakmu sayang karo aku bebasan koyo ngenteni udan ning mongso ketigo, ora mungkin."

(Menunggu kamu sayang denganku sama halnya seperti menunggu hujan di musin kemarau, nggak mungkin)

59. "Rapopo aku karo awakmu ora isoh bareng, sing penting kopiku karo kopimu wis tau sak mejo berdua."

(Nggak pa pa aku sama kamu nggak bisa bersama, yang penting kopiku dan kopimu udah pernah semeja berdua)

60. "Wis kadung ngomong sayang jebule wis nduwe gandengan, wis kadung tak sawang malah ninggal kenangan."

(Udah terlanjur bilang sayang ternyata udah punya gandengan, udah terlanjur aku pandang malah meninggalkan kenangan)

61. "Tuku bawang kleru mrico, tiwas wis sayang mung dianggep konco."

(Beli bawang keliru merica, terlanjur sayang ternyata cuma dianggap teman)

62. "Kowe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah untuk digapai."

(Kamu itu seperti bintang, yang indah dilihat, tapi susah untuk digapai)

63. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini datang dari hati, tak bakal berubah sampai mati)

64. "Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)

65. "Nek koe tenanan tresno, ojo koe nggawe eluh banyu motone, ojo nyakiti atine, ojo nggawe atine loro."

(Jika kamu benar-benar cinta padanya, jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka)

66.  "Sak umpamane koe iso ngrasakke kepriye rasane dadi awakku pasti koe ora bakal ngerti opo rasane, sakit lan kecewa.”

(Misalkan kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jadi diriku pasti kamu nggak bakal ngerti apa rasanya, sakit dan kecewa)

67. "Mergo seng gaene ngekek’i cokelat bakal kalah karo seng ngewehi seperangkat alat sholat karo nyanyi lagu akad."

(Karena yang sering memberi cokelat akan kalah dengan yang memberi seperangkat alat salat dan nyanyi lagu Akad)

68. "Pengenku, aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu.”

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)

69. "Kowe wis tak wanti wanti ojo nganti ninggal janji, ojo nganti medot taline asmoro, welasno aku sing nunggu awakmu nganti awakku tinggal balung karo kulit."

(Kamu sudah aku ingatkan jangan melupakan janji, jangan sampai memutuskan ikatan cinta ini, ingatlah diriku yang menunggu dirimu sampai badanku hanya tersisa tulang dan kulit)

70. "Waiting tresno mergo kerep dijak blonjo reno-reno."

(Mencintai karena mau diajak belanja macam-macam)

71. "Omonganmu koyo telo, empuk ning nyereti."

(Perkataanmu seperti ketela, halus tapi nyesek)

72. "Ora perlu muni selamat pagi, lek ujung-ujung e kok uneni selamat tinggal."

(Tidak perlu mengucap selamat pagi, kalau ujung-ujungnya kamu ucapkan selamat tinggal)

73. "Seumpomo diwenehi loro yo panggah tak tompo, diwenehi cidro yo panggah tak trimo, ora dihargai aku yo sadar diri, tapi yen aku wes muni ora peduli senajan koe muni cinta mati, aku mung biso muni hoee, tangio koe mung ngipi."

(Seumpama dikasih sakit tetap kuterima, dikasih cobaan ya tetap kuterima, tidak dihargai aku ya sadar diri, tapi kalau aku sudah biang tidak peduli meskipun kamu bilang cinta mati, aku hanya bisa bilang 'Hoee, banguun kamu hanya mimpi')

74. "Jaremu lungo tuku sego, lha muleh malah gowo lanangane tonggo."

(Katanya pergi beli nasi, lha pulang malah bawa pasangannya tetangga)

75. "Siji loro telu, pitu wolu songo. Cedak karo aku dadine karo wong liyo."

(Satu dua tiga, tujuh delapan sembilan. Dekatnya sama aku jadiannya sama yang lain)

76. "Opo ngene iki yen terjebak zona nyaman, ora nek kabar rasane koyo kelangan."

(Apa seperti ini kalau terjebak zona nyaman, tidak ada kabar rasanya seperti kehilangan)

77. "Susu yo susu, keju yo keju, yen ketemu konco karo mantanmu, bengok ono sing banter, Hooeee kui turahanku."

(Susu ya susu, keju ya keju, kalau ketemu teman sama mantanmu, teriakin yang keras, 'Hooeee,, itu bekasku')

78. "Sing bot kui duduk nglalekne kenangan, tapi ngumpulne tenogo ben iso kuat merelakan."

(Yang berat itu bukan melupakan kenangan, tapi mengumpulkan tenaga biar bisa kuat merelakan)

79. "Rino wengi aku tansah kelingan sliramu."

(Siang malam aku selalu teringat dirimu)

80. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken."

(Tuhan jika dia adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika bukan tolong dijodohkan)

Kata-kata galau bahasa Jawa dalam pertemanan.

Kata-kata galau bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@gak_mikirr

Siapa bilang hidup cuman butuh cinta? Teman juga punya arti penting dalam hidup ini. Walaupun seringkali teman bisa juga membuat galau.

81. "Kowe ngeluh etuk wong seng salah terus, coba kowe luwih peka sitik pas dicedakke karo uwong seng bener yo."

(Kamu terus mengeluh dapat orang yang salah terus, coba kamu lebih peka sedikit ketika bersama orang yang benar)

82. "Yen kowe ra nduwe sego, yo ojo mangan konco."

(Kalau kamu tidak punya nasi, ya jangan 'makan' teman)

83. "Dadi uwong kui ora usah macem-macem, opo onone wae."

(Jadi orang itu tidak usah macam-macam, apa adanya saja)

84. "Ojo kakean sebut urip iku penak, ning ojo kepenakan."

(Jangan terlalu banyak bilang hidup itu enak, tapi jangan teralalu keenakan)

85. "Musuhen aku sak modarmu, rasanono sak jebole cocotmu. Ora kenal kowe aku ra rugi."

(Musuhilah aku hingga kamu mati, bicarakan aku sampai mulutmu hancur. Tidak kenal kamu aku tidak rugi)

86. "Kowe ki uwong opo kalkulator ko ra tau gelem salah."

(Kamu itu manusia atau kalkulator kok tidak pernah mau salah)

87. "Rupane wong mlaku karo pacar hasil nikung mesti tingak-tinguk atine nar nir nek ketemon koncone."

(Wajahnya orang yang jalan sama pacar orang hasil nikung itu pasti nengak nengok, hatinya was-was takut bertemu temannya)

88. "Teko mung pas butuh wae, emange aku toilet umum?"

(Datang hanya ketika butuh saja, memangnya aku ini toilet umum?)

89. "Neng ngarep dadi koncone, neng mburi kepo-kepo bojone."

(Di depan seperti teman, di belakang cari tahu tentang pasangannya)

90. "Urip dipaido, mati ditangisi, waras dilarani."

(Hidup dikomentarin, mati ditangisin, sehat disakitin)

91. "Lek seneng podo lali kabeh! Tapi lak susah podo takon posisi."

(Kalau lagi seneng lupa, kalau lagi susah tanya posisi di mana)

92. “Kudu semangat masio gak onok sing nyemangati.”

(Harus semangat meskipun nggak ada yang menyemangati)

93. "Awake mati-matian ngewangi konco, lah koncone awake malah mati-matian mateni awake."

(Kita mah mati-matian buat temen, lah temen mati-matian buat matiin kita)

94. “Kowe ngelih banget, po? Nganti mangan omonganmu dewe.”

(Kamu lapar banget ya? Sampai makan omonganmu sendiri)

95. "Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu."

(Kerasnya batu akik masih kalah sama kerasnya omonganmu)

96. "Telepon ora diangkat. Sms ora dibales. WA ora diwoco. Opo HP-mu ning njero panci?"

(Telepon nggak diangkat. Sms nggak dibales. WA nggak dibaca. Apa HP kamu di dalam panci)

Kata-kata galau bahasa Jawa paling populer dan mengena.

Kata-kata galau bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@kadung.cidro_

Bahasa Jawa hadir jadi temanmu menghilangkan gundah gulana di hati. Kata-kata bahasa Jawa ini pun sudah banyak tersebar di media sosial.

97. "Seng yang-yangan ragelem dipublikasike mergo alesan ndak dilokke pamer kuwi tenan? Opo mung pengen njogo perasaan yange sijine?"

(Yang pacaran tidak mau di-publish karena alasan tidak ingin dikatakan pamer itu apa benar? Atau hanya ingin menjaga perasaan pacar satunya?)

98. "Umpama pacar iso di-download, aku bakalan ora jomlo."

(Kalau misalnya pacar itu bisa di-download, aku nggak bakal deh jadi jomlo)

99. "Ojo rumongso biso, nanging bisoho rumongso."

(Jangan merasa bisa, tapi jadilah untuk bisa merasa)

100. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot."

(Aku tidak malam mingguan, sandalku putus)

101. "Sido sayang gak? Lek gak sido tak tinggal nggodok mi."

(Jadi sayang atau tidak? Kalau tidak jadi aku tinggal masak mi)

102. "Saking suwe ngejomlo oleh sms teko operator langsung tak balesi ‘Entuk nomerku teko sopo?'"

(Karena terlalu lama jomlo dapat SMS dari operator langsung aku balas 'dapat nomerku dari siapa'?)

103. "Es degan enak rasane, kembang melati aja dipangan. Nek arep dolanan aja ning kene, iki ati udu lapangan."

(Es degan enak rasanya, bunga melati jangan dimakan. Kalau kamu mau mainan jangan di sini, ini hati bukan lapangan)

104. "Suket teles kudanan sore, atiku ngenes mikirna kowe."

(Rumput basah kehujanan di sore hari, hatiku sakit karena memikirkan kamu terus)

105. "Tonggo sebelah adol jamu, minggu wingi munggah kaji. Yen aku sayang awakmu, opo yo kudu seloro iki?"

(Tetangga sebelah jual jamu, minggu kemarin bisa naik haji. Kalau aku sayang padamu, apa harus sesakit ini?)

106. "Duwe ndas ngelu, rak nduwe ndas wagu."

(Punya kepala sering sakit, kalau nggak punya kepala juga aneh)

107. "Ono 4 wong sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra iso nyaur."

(Ada 4 orang yang bisa menghilang. Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat orang hutang nggak bisa membayar)

108. "Uwong iku nek diapiki bales ngapiki. Nek wis diapiki malah ngelrani iku berarti guduk uwong."

(Orang kalau diberi kebaikan dibalas dengan kebaikan. Kalau sudah diberi kebaikan tapi malah menyakti berarti bukan orang)

109. "Umpomo fotomu ora editan. Opo kowe ora payu?"

(Semisal foto kamu nggak editan. Apa kamu nggak laku?)

110. "Ora kabeh wong seneng karo apa sing dewek lakoni ora papa. Sing penting dewek niate apik lan nglakoni sing bener."

(Tidak semua orang suka dengan apa yang kita lakukan. Yang terpenting niat kita baik dan benar)

111. "Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak."

(Anak laki laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

Kata-kata galau bahasa Jawa mana yang menjadi favoritmu untuk di-posting di media sosial?

(brl/vin)