Brilio.net - Bersantai menikmati pemandangan alam di pegunungan bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu melepas penat. Momen bersantai ini juga akan semakin menyenangkan kalau kamu melakukannya dengan cara bersepeda.

Ya, sembari berolahraga kamu bisa refreshing untuk membuat pikiran ringan. Tapi, nggak semua jenis sepeda akan nyaman dipakai di medan off road pegunungan. Sebab, setiap sepeda memiliki fungsinya masing-masing.

Kamu bisa menggunakan sepeda gunung atau mountain bike (MTB) sebagai teman perjalananmu. Sepeda gunung sudah di desain untuk menghadapi medan pegunungan.

Perlu kamu ketahui juga, sepeda gunung atau MTB memiliki beragam jenis dengan fungsi yang berbeda. Nah perhatikan tujuan dan kebutuhanmu dalam bersepeda agar tidak salah beli ya.

Mau tahu seperti apa saja jenisnya? Cek yuk dalam ulasan brilio.net dikutip dari berbagai sumber, Kamis (18/6).

Loading...

Jenis sepeda gunung © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

1. Sepeda gunung soft tail.

Sepeda gunung soft tail juga kerap disebut sebagai sepeda fullsus atau full suspension. Yaps, jenis sepeda gunung ini memiliki suspensi pada rangkanya. Suspensi itu berfungsi meredam benturan yang terjadi saat sepeda melompat.

Dengan adanya penambahan perangkat suspensi di frame, membuat sepeda MTB ini bobotnya menjadi lebih berat. Sehingga sepeda gunung soft tail kurang cocok untuk medan atau track yang relatif halus.

Selain itu, suspensi pada frame membuat kayuhan tidak semuanya tersalurkan menjadi daya dorong sepeda. Sebagian kayuhan akan menjadi ayunan ke atas dan bawah, sehingga mengurangi kecepatan.

2. Sepeda gunung hard tail.

Sepeda gunung hard tail dilengkapi dengan rangka yang dibuat kaku tanpa suspensi. Pada sepeda gunung hard tail, suspensi maksimal hanya terdapat pada fork/suspensi depan.

Pada rangka, setiap sambungannya akan disambung mati (las jika frame terbuat dari logam, dan sambungan paten jika bahannya karbon). Sepeda ini bisa dikendarai di area yang tidak terlalu ekstrem. Hanya sebatas pada jalanan berbatu/rusak tanpa ada lubang yang dalam atau lompatan yang tinggi.

3. Sepeda MTB XC (Cross Country).

Sepeda MTB XC (Cross Country) juga kerap disebut dengan sepeda fullsus. Konstruksi sepeda ini didesain untuk track offroad menengah hingga ekstrem.

Sepeda downhill salah satu contoh jenis sepeda MTB yang menggunakan konstruksi full suspension ini.

4. Sepeda MTB Trail.

Sepeda MTB Trail nggak jauh berbeda dengan XC. Tetapi untuk MTB Trail dimodifikasi dengan suspensi di tengah rangkanya, sehingga bisa digunakan di medan yang lebih berat.

Selain beberapa desain yang menggunakan sistem fullsus, MTB trail juga ada yang menggunakan frame hard trail. Biasanya, suspensi depan sepeda gunung trail ini memiliki travel antara 120 hingga 140 milimeter.

Jenis sepeda gunung © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

5. Sepeda MTB Enduro.

Sepeda MTB Enduro menggunakan konstruksi frame dengan suspensi ganda atau full suspension. Sehingga, cocok untuk trek off road menengah.

Didesain dengan bobot yang lebih ringan, membuat sepeda MTB Enduro menjadi lebih gesit. Tetapi kemampuan drop-nya (terjun dari ketinggian/jumping) di bawah sepeda downhill. Salah satu penyebabnya karena sepeda ini menggunakan suspensi depan dengan travel antara 150-160 mm.

6. Sepeda downhill.

Sepeda downhill didesain untuk melibas turunan seperti perbukitan yang ekstrem. Sepeda ini tidak cocok digunakan pada jalanan perkotaan.

Salah satu keunggulan pada sepeda ini adalah dapat meredam benturan yang terjadi saat sepeda melakukan lompatan cukup tinggi. Sepeda downhill pada umumnya memiliki rangka berukuran besar dan kokoh.

Suspensi yang digunakan juga memiliki travel yang besar, yaitu hingga 200 mm. Hal ini memungkinkan sepeda downhill dapat mendarat mulus dari ketinggian lompatan 2 meter, atau bahkan lebih.

7. Sepeda MTB All Mountain (AM).

Sepeda MTB All Mountain ini mampu menghadapi berbagai track off road pegunungan. Kemampuan ini tidak lepas dari konstruksi full suspension yang diterapkan pada sepeda MTB AM ini.

Selain itu, travel fork/suspensi depan yang berukuran antara 140-160 mm ini dapat mengatasi jalan off road berbatu.