Brilio.net - Inspirasi bisa datang dari mana dan siapa saja, seperti kisah inspiratif dari Negeri Jiran, Malaysia. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berhasil menerbitkan karya perdananya berupa buku. Bocah tersebut bernama Madhu Barghavi Vijayakumar. Secara kasat mata, jika dilihat sekilas Madhu sama halnya dengan bocah seumurannya. Kendati demikian, di balik wajah polosnya, Madhu ternyata penyandang autis.

tak bisa memegang pensil © 2017 brilio.netfoto: thestar.com.my

Sejak dua tahun terakhir, Madhu mendapat vonis dari sang dokter bahwa ia tergolong autis. Mendapat kabar tersebut, sang ibu Jegadeswari Krishnan pun tetap mendukung aktivitas sang anak. Sang ibu tetap memberikan hal terbaik untuk sang anak. Ia pun tetap memberikan dukungan pendidikan dengan menyekolahkan Madhu.

tak bisa memegang pensil © 2017 brilio.netfoto: facebook.com/@iPHILOSOPHISE

Siapa sangka, bocah yang tak bisa memegang pensil dan menulis ini dapat menerbitkan buku. Buku berjudul The Golden Parrot and The Magic Teapot menjadi karya inspiratif yang diciptakan oleh seorang bocah autis. Dalam keseharian, Madhu tergolong memiliki motorik yang sedikit lambat. Ia tak bisa memegang pensil dengan tangannya, apalagi menulis. Namun siapa sangka, Madhu berhasil menciptakan buku.

Loading...

tak bisa memegang pensil © 2017 brilio.netfoto: facebook.com/@iPHILOSOPHISE

Singkat cerita, dalam keseharian sang guru melatih Madhu dengan tanah liat dan alat lainnya. Hal tersebut digunakan untuk memperkuat pegangannya. Usaha sang guru pun membuahkan hasil. Madhu mulai mengalami peningkatan gerak motorik. Suatu ketika, sang guru memberikan sebuah buklet polos untuk Madhu. Hal tersebut dilakukan karena Madhu sangat membenci tulisan.

tak bisa memegang pensil © 2017 brilio.netfoto: facebook.com/@iPHILOSOPHISE

Mengetahui sang anak tak suka dengan tulisan, sang ibu mengajak Madhu untuk bercerita lewat gambar. Sang ibu mendorong putrinya untuk menulis cerita setelah mengulangnya beberapa kali. Mengetahui kemampuan yang anak, sang ibu pun mencari bantuan teman-temannya untuk proses produksi buku. Berkat bantuan banyak pihak, kini karya Madhu dapat diterbitkan dan diedarkan di banyak toko. Buku The Golden Parrot and The Magic Teapot ini dijual dengan harga RM 28,9 atau setara dengan Rp 88 ribu.

Tak sekadar menerbitkan buku, hasil penjualan buku pun akan didonasikan ke lembaga non-profit di bidang autis di Malaysia. Kisah Madhu ini menjadi viral di Malaysia, pasalnya keterbatasan yang sering kali dianggap sebagai penghalang justru mampu memunculkan ide cemerlang.