Brilio.net - Ketua DPR, Setya Novanto sedang menjadi bahan pembicaraan publik. Namanya bahkan sempat menjadi Trending Topic di Twitter setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus e-KTP yang diduga merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Setnov, panggilannya memang punya kehidupan yang berliku. Sebelum sukses jadi pengusaha dan politisi seperti sekarang, ia mengaku pernah hidup dalam keprihatinan semasa menghabiskan masa mudanya di Surabaya di Jawa Timur.

"Saat mahasiswa, agar tidak perlu membayar kos, saya menjadi sopir keluarga di tempat saya tinggal. Saya juga jadi pembantu, membersihkan rumah," aku ayah empat anak itu yang disampaikan dalam seminar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat, Pariaman, Sabtu (25/3) lalu.

Setnov © 2017 Merdeka.com

Nggak hanya jadi sopir dan pembantu, ia menambahkan bahwa saat itu dirinya bahkan harus bangun lebih pagi untuk bisa berjualan beras di sebuah pasar di Surabaya.

Loading...

"Jam 4 pagi saya jualan beras di pasar. Setelah itu mengantar anak-anak yang punya rumah ke sekolah. Dari situlah saya mulai kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk keperluan kuliah," tambahnya.

Nasibnya sedikit demi sedikit makin membaik setelah bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah dealer di Kota Pahlawan tersebut. Berbekal, ilmu dari jurusan akuntansi yang ditekuninya, ia nekat menanyakan kiat meningkatkan penjualan mobil dan menaikan omset perusahaan.

Singkat cerita, ia dipercaya jadi ketua penjualan mobil Indonesia bagian timur di perusahaan tempatnya bekerja tersebut.

"Alhamdulillah, akhirnya saya dipercaya menjadi Ketua penjualan mobil Indonesia bagian timur," ungkapnya.

Kini, sebagai pengusaha yang sukses dan juga politisi papan atas, ia dilaporkan mempunyai harta tak kurang dari Rp 114 miliar. Dilansir brilio.net dari LHKPN KPK, Selasa (18/7), Setnov mempunyai total kekayaan sebesar Rp 114.769.292.937 dan USD 49.150 yang terdiri dari harta tidak bergerak, harta bergerak, surat berharga dan giro dan setara kas lainnya.

Kekayaan yang dilaporkan pada 13 April 2015 saat dirinya sudah menjabat Ketua DPR RI naik signifikan dari laporan harta terakhirnya di tahun Desember 2009 yang sebesar Rp 79.789.729.051 dan USD 17.781.