Brilio.net - Prihatin melihat seorang anak harus putus sekolah karena keterbatasan biaya, seorang wanita yang berprofesi sebagai guru di Bekasi, Jawa Barat, ini memiliki keinginan luhur. Sejak dulu ia bercita-cita bisa membangun sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu.

Dilansir brilio.net dari video yang diunggah di kanal YouTube trubusid, pada Senin (7/9), guru hebat ini bernama Susi. Wanita ini mengaku sangat tak tega ketika harus mengetahui ada siswa sekolah yang putus sekolah hanya karena kekurangan biaya.

Bekasi sendiri adalah salah satu kota berkembang yang ada di Indonesia. Namun ternyata masih memiliki banyak permasalahan di bidang pendidikan. Himpitan kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor utama banyaknya anak putus sekolah. Fenomena ini membuat Susi prihatin.

Melalui video berjudul 'Perjuangan Seorang Ibu yang Rela Utang Untuk Mendirikan Sekolah Gratis', Susi pun menceritakan awal mula tentang keinginannya membangun sekolah gratis untuk anak-anak yang ekonominya kurang mampu.

"Saya dulu sempat mengajar di sebuah SMK swasta, di mana siswanya banyak dari kalangan tidak mampu. Kemudian pada satu waktu ada anak yang mau naik ke kelas 3 dia putus sekolah. Alasannya karena tunggakannya banyak. Saya sudah sempat carikan orang tua asuh untuk membantu, tapi orang tuanya mengatakan jika anaknya tidak bekerja, maka tidak ada yang bisa membantu bayar kontrakan," ucap Susi seperti dilansir brilio.net dari kanal YouTube trubusid, Senin (7/9).

Loading...

Dari kasus salah satu siswanya tersebut, Susi akhirnya mencari dan mengumpulkan siswa putus sekolah karena masalah ekonomi di Bekasi. Pencarian Susi ini terbukti sukses, setelah dia berhasil menemukan 25 siswa yang putus sekolah karena masalah ekonomi, padahal dia belum sebulan melakukan pencarian.

"Dari situ saya berpikir, bahwa jangan-jangan banyak anak-anak di sekitar Bekasi yang masih putus sekolah. Dan ternyata setelah saya mencari ke berbagai perkampungan, dalam waktu kurang dari satu bulan, saya mendapatkan 25 anak yang putus sekolah," ungkap Susi.

Setelah menemukan puluhan anak putus sekolah, Susi mengaku mulai tergerak dan berpikir untuk membangun sebuah lembaga atau sekolah gratis yang diperuntukkan untuk siswa yang putus sekolah karena masalah ekonomi.

"Dari situ saya terpikir untuk mendirikan sebuah lembaga khususnya untuk anak-anak kurang mampu," ungkapnya.

Susi menceritakan jika ia sampai rela berutang, saat pertama kali mulai mendirikan sekolah gratis tersebut. Meski kini sekolah gratisnya telah mulai berkembang, namun tempatnya masih menjadi masalah utama untuk Susi melaksanakan kegiatan sekolah gratisnya ini.

"Pertama, saat membangun sekolah ini kan saya tidak punya modal sepeserpun. Saya meminjam uang untuk membeli meja kursi sama 3 buah komputer. Tempat pun kita masih menjadi kendala sampai saat ini, sampai saat ini kita sudah lima kali pindah tempat," kata Susi.

Berawal dari kasus salah satu muridnya yang harus putus sekolah karena diminta membantu orang tuanya bekerja, Susi akhirnya menghasilkan anak-anak yang mandiri namun tetap memiliki pendidikan yang seharusnya.

Hal ini membuat Susi tak hanya mengajarkan ilmu teori saja, namun juga mengajarkan keahlian khusus agar siswanya siap menjadi anak muda yang mandiri. Beberapa keahlian yang diajarkan Susi di antaranya adalah keterampilan menjahit, desain, dan lain sebagainya.

guru berhutang demi sekolah gratis YouTube

foto: YouTube/trubusid

"Sekolah ini merupakan wadah bagi siswa-siswa untuk berwirausaha, sehingga mereka bisa mandiri sedini mungkin, sehingga mereka juga bisa menghasilkan uang sambil belajar sehingga tidak diganggu untuk berhenti sekolah sama orang tuanya," ungkapnya.

Sederhana, dalam video yang dibagikan itu Susi mengatakan jika ia hanya ingin berusaha membantu memutus rantai kemiskinan di Indonesia dengan memberikan pendidikan yang layak, dengan harapan bisa digunakan di dunia kerja dan merubah kehidupan para siswanya.

"Harapannya sih, yang pertama mereka bisa mandiri sedini mungkin, bisa segera membantu keluarganya sehingga bisa memutus rantai kemiskinan," pungkasnya.

Nah, jika kamu masih penasaran isi wawancara lengkap Susi ini, berikut video lengkapnya: