Brilio.net - Ibu Pertiwi kehilangan seorang ksatria langit pada Rabu (2/9) kemarin. Dialah Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo yang mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Dikutip Brilio.net dari situs resmi TNI Angkatan Udara, tni-au.mil.id, sebelumnya pilot lulusan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) tahun 2003 itu mengalami accident saat latihan rutin di Lanud Iswahjudi, Madiun. Pesawat latih T-50i Golden Eagle yang dia kendalikan bersama siswanya, Lettu Pnb Muhammad Zacky tergelincir pada Senin (10/8).

Jenazah Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Madiun pada Rabu (2/9) malam. Prosesi ini dilaksanakan setelah melewati upacara penghormatan yang dihadiri para petinggi TNI serta rekan sejawat baik di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta maupun TMP Kota Madiun.

Ucapan bela sungkawa dan doa terus mengalir untuk mendiang Luluk serta keluarga yang ditinggalkan. Pilot dengan call sign Wiggler tersebut meninggalkan seorang istri Dwi Purwanti dan dua anak, yaitu Vandanu Wistara Putra Prabowo dan Nadira Kirana Prameswari.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Dukungan semangat pun disampaikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk putra almarhum. Dalam sebuah video yang diunggah Mayor Pnb Kamto Adi, selaku sahabat dan rekan sejawat satu angkatan AAU, tampak Panglima membesarkan hati putra Luluk.

"Nanti belajar biar kayak ayah, ya. Nanti lanjutkan, lebih dari dua melati, kalau bisa langsung empat bintang. Yang penting belajar. Ayah juga dengerin. Jadi harus jadi kebanggaan orang tua nanti," pesan Panglima berhadapan dengan putra almarhum, sembari memegangi sebingkai foto.

Terdengar suara mengamini doa Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk ananda Vandanu Wistara Putra Prabowo dalam video berdurasi 30 detik itu.

"Pegang pangkatnya Panglima. Pegang. Biar nanti bisa jadi empat bintang, ya. Sambil berdoa," lanjut Hadi Tjahjanto mempraktikkan tepukan di pundaknya di depan putra almarhum.

Anak laki-laki yang duduk di bangku kelas 6 SD itu pun mengikuti arahan dan mengamini doa sang Panglima. Dia juga diminta Hadi Tjahjanto untuk memegang tongkat kebesaran Panglima TNI.


Hingga artikel ini dibuat, video penuh keharuan yang diambil di Lanud Halim Perdanakusuma itu sudah ditonton lebih dari 2.500 kali.

Menyertai video tersebut, Kamto Adi menuliskan keterangan, "Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Panglima TNI @TjahjantoHadi atas perhatian dan dukungan serta doa kpd almarhum dan keluarga rekan kami. InsyaaAllah kami @Astrajingga2003 akan terus mengawal dan membimbing putra-putri almarhum rekan-rekan yang sudah mendahului kami (emoji)."

2 dari 2 halaman

Sahabat tentang Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo: Suka makan soto di pinggir sawah 

Sebagai rekan sejawat yang begitu karib, Mayor Pnb Kamto Adi memiliki banyak kenangan dengan almarhum Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo. Dalam kenangan pilot yang sekarang bertugas di Wing Udara 7 Lanud Supadio, Kalimantan Barat itu, almarhum begitu aktif dalam kegiatan saat pendidikan taruna.

Kamto Adi terlempar ke masa lalu. Kala itu, dia dan Luluk sama-sama taruna AAU satu kelas di majoring aeronautika. Di ingatannya, almarhum kawannya itu seorang anggota lemustar (lembaga permusyawaratan taruna) dan dipercaya rekan-rekannya sebagai salah satu perwakilan angkatan.

Pembawaan yang mudah berkawan dengan siapa pun juga membuat Luluk tak segan membantu kawan-kawannya.

"Beliau banyak membantu saya saat masih di sekolah penerbang. Bakat beliau yang memang "born to fly" sangat membantu rekan-rekan dalam memahami teknik-teknik penerbangan," papar Kamto Adi pada Brilio.net lewat pesan singkat, Jumat (4/9).

Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo depan kiri, Mayor Pnb Kamto Adi depan kanan, beserta dua rekan lain/foto: dok. pribadi Mayor Pnb Kamto Adi 

Kesupelan Luluk membawa namanya dikenal seluruh kalangan prajurit dan PNS serta masyarakat sekitar lanud tempatnya bertugas. Di samping itu, Luluk juga dinilai memiliki sisi humoris.

Dalam sebuah foto yang dibagikan Kamto Adi kepada Brilio.net, tampak para ksatria langit TNI AU yang baru saja usai memberikan pertunjukan terbaik saat peringatan HUT TNI pada 2019 lalu.

foto: Istimewa 

"Ini foto HUT TNI 5 Oktober tahun lalu. Profilnya yang ceria dan menyenangkan selalu bisa membuat kami tertawa meskipun lelah setelah melaksanakan penerbangan," kenang Kamto Adi merujuk pada potret mendiang Luluk yang posisinya paling kiri dalam foto di atas.

Tak berhenti di situ. Dalam keterangan Kamto Adi di Twitter, mendiang pilot pesawat T-50i itu juga sosok religius. Tak pelak kepercayaan mengemban amanah menjadi ketua takmir masjid di Lanud Iswahyudi selalu datang pada Luluk semasa hidupnya.

"Sudah kurang lebih delapan tahun beliau menjabat ketua takmir masjid, dan selalu diminta untuk kembali menjadi ketua dalam pemilihan takmir masjid," lanjut Kamto Adi.

Selain dikenal sosok yang supel dan religius, Luluk dikenal orang yang sederhana dan bersahaja.

"Almarhum kesukaannya makan soto "mewah" (mepet sawah) di Desa Jiwan dekat pangkalan (Lanud Iswahjudi). Beliau juga sangat akrab dengan pakde dan simbok pemilik warung, karena memang supel dan mudah bergaul dengan siapa pun," terang pilot dengan call sign Specter itu menegaskan betapa baiknya pribadi sang sahabat.

Paket komplet pribadi baik Luluk membuat keluarga dan rekan begitu kehilangan.

"Still can't believe," tulis Kamto Adi dalam pesan yang dikirim pada Brilio.net. Namun dalam unggahan di Twitter, dia bertekad meneruskan pengabdian rekan sejawat yang telah lebih dulu berpulang, kukuh menjaga kedaulatan NKRI.

"Tenanglah di sana kawan, kami bersaksi engkau baik dan soleh," tutup Kamto Adi dalam cuitan Kamis (3/9) kemarin, yang ditujukan untuk Luluk Teguh Prabowo.

(brl/tin)