Brilio.net - Hari Raya Idul Fitri jadi momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Selain suasananya yang berbeda, makanan khas saat Lebaran juga yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

Tahun ini, pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk mudik setelah dua tahun penerapan pembatasan mobilitas karena pandemi. Pergerakan masyarakat Indonesia pada saat libur Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 85,5 juta orang.

Dari jumlah pemudik ini diproyeksikan 60% atau sekitar 48 juta mengunjungi tempat wisata. Mereka diprediksi bakal membelanjakan Rp 72 triliun.

"Kita akan dorong agar masyarakat memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga dan kerabat dengan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di daerah. Juga membeli oleh-oleh dari tempat wisata yang dikunjungi. Dengan demikian akan menggerakan ekonomi para UMKM," ujar Sandi dalam acara Extended Weekly Press Briefing 2022, baru-baru ini.

Dalam upaya menyambut para pemudik di momen libur Lebaran, Kemenparekraf pun menyiapkan sejumlah program untuk mudik secara aman dan sehat. Lantas apa saja ya program tersebut? Berikut ulasannya, Selasa (26/4).

1. Siapkan 15 titik posko

Di momen mudik Lebaran 2022 ini, Kemenparekraf menyiapkan 15 titik posko mudik mulai dari Lampung hingga Jawa Timur, yang diharapkan dapat menjadi tempat peristirahatan para pemudik sebelum melanjutkan perjalanannya.

Dalam posko mudik tersebut, rencananya Kemenparekraf akan membagikan 1.200 voucher bagi pelaku mudik, sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan kepada mereka karena turut berperan dalam mendorong kebangkitan ekonomi.

2. Siapkan kuliner di jalur lintas selatan

Selain itu, Kemenparekraf bersama dengan dinas pariwisata pemerintah daerah yang berada dalam Lintasan Jalur Selatan (JLS) dan kementerian atau lembaga terkait, tengah menyiapkan travel plan untuk menghadirkan potensi wisata yang bisa dijadikan sebagai fasilitas bagi para pemudik yang melewati jalur ini.

"Kita juga akan menyiapkan destinasi wisata maupun ekonomi kreatif termasuk kuliner daerah setempat yang bisa dinikmati para pemudik," tambah Sandi

3. Berikan edukasi kepada masyarakat

Sandi mengungkapkan, pihaknya bersama dengan kementerian atau lembaga terkait akan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya lebih cermat dalam memilih dan menggunakan bus pariwisata.

"Kita harus pastikan ada penggunaan bus pariwisata yang aman dan nyaman untuk para pemudik," katanya.

Pasalnya, mudik Lebaran 2022 ini jadi momentum kebangkitan ekonomi daerah melalui destinasi pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif. Diproyeksi perputaran ekonomi akan mencapai lebih dari Rp 72 triliun.

Para pemudik yang sekaligus menjadi wisatawan akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan rekreasi, akomodasi, konsumsi, maupun membeli oleh-oleh yang langsung berhubungan dengan para pelaku UMKM di daerah.

"Saya melihat ini menjadi potensi kita ke depan untuk bangkit, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja," kelas Sandi.

4. Siapkan desa wisata

Sandiaga Uno mengatakan desa wisata akan menjadi daya tarik bagi para pemudik yang melalui JSL. Oleh karena itu, pihaknya tengah menyiapkan desa wisata yang sudah menjadi primadona, seperti Desa Wisata Malasari di Jawa Barat, Desa Wisata Pujon Kidul, dan Desa Wisata Tamansari di Jawa Timur.

"Desa wisata juga menjadi menarik di tengah prosesi mudik, karena jika dikemas dengan asyik Insya Allah ini akan menjadi destinasi wisata yang unik, berarti harus ada homestay yang nyaman, harus ada atraksi yang baik, dan tentunya kesiapan CHSE dan protokol kesehatan. Hal ini sejalan dengan program kita Anugerah Desa Wisata Indonesia," pungkas Sandi.

(brl/pep)

(brl/pep)