Brilio.net - Baru-baru ini ada kejadian yang menjadi perbincangan para netizen di media sosial. Berawal dari unggahan foto nota sebuah rumah makan di Jepara, Jawa Tengah yang membuat kejadian ini sangat viral di dunia maya. Dalam foto yang diunggah pada laman Facebook itu, sang pembeli diharuskan membayar tagihan hingga jutaan Rupiah untuk beberapa makanan yang dipesan.

Kisah makan seafood dengan harga selangit ini kemudian sangat viral di media sosial. Kisah ini diceritakan oleh keluarga Aizatun, warga Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah. Cerita fenomenal ini kemudian menyebar di grup Facebook Info Seputar Jepara yang diunggah pada hari Selasa (27/12).

reaksi pemkab jepara terhadap warung makan seafood © 2016 berbagai sumber

Facebook.com/InfoSeputarJepara

Setelah viral di media sosial, tidak butuh waktu yang lama pihak Pemkab Jepara langsung turun ke lokasi. Pihak Pemkab Jepara yang dipimpin langsung oleh Kasi Destinasi Pariwisata Kab. Jepara melakukan pembinaan terhadap pedagang kuliner.

Loading...

Ini disampaikan oleh Tari Nyiet Mahanani yang memberikan informasi tersebut di FanPage Brilio.net. Begini tanggapan Pemkab Jepara, Rabu (28/12):

reaksi pemkab jepara terhadap warung makan seafood © 2016 berbagai sumber

Facebook.com/Brilio-

Dalam rilis tersebut dikatakan dengan adanya keluhan tersebut, pihak Dinas Pariwisata Kab. Jepara mewajibkan semua PKL untuk membuat daftar harga pada menu, jika tidak ditaati maka sewa lahan untuk PKL tidak akan diperpanjang untuk tahun selanjutnya.

Dan selanjutnya begini tanggapan dari tiga pihak dalam kejadian ini:

reaksi pemkab jepara terhadap warung makan seafood © 2016 berbagai sumber

Facebook.com/Brilio

Dalam rilis tersebut terdapat tanggapan dari 3 pihak, yaitu dari Satpol PP Kab. Jepara, dari pemilik warung seafood dan PKL yang lain serta dari Ketua PKL. Satpol PP Kab. Jepara siap melakukan tindakan jika kejadian ini terulang kembali, pihak pemilik warung dan PKL lainnya akan membuat daftar harga pada menu dan Ketua PKL siap melakukan pengawasan terhadap para PKL.