Brilio.net - Kejadian yang dialami oleh Aiptu Sutisna ketika tengah bertugas mengatur jalannya lalu lintas di Jalan Jatinegara Barat pada Selasa (13/12) menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak petugas Sat Lantas BKO Trans Jakarta itu tengah kena sasaran amuk seorang ibu-ibu. Dia mendapat cakaran mesti telah berusaha menjauh, tanpa sedikit pun membalas. Wanita pengemudi mobil dengan nomor polisi B 1257 PRY itu diketahui bernama Dora Natalia, seorang pegawai di Mahkamah Agung.

dora sutisna  -foto: Facebook/Firman Perdana Putra

Menurut pengakuan sang adik, Desi Singarimbun, kakaknya itu hanya mengingatkan petugas untuk berpindah posisi karena dirasa menghalangi jalan yang sedang lancar. Dora sama sekali tidak mengambil jalur busway seperti yang diisukan di media sosial. Melalui Instagram pribadinya, Desi mengisahkan kronologi insiden tersebut:

"Bapa Ibu yang terhormat terimakasih atas kritikan manis nya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di tkp versi kk saya Dora Natalia Singarimbun. kk saya menegur polisi krn berdiri di jalan yg lancar dan mengatakan pak kalo mw mengatur lalu lintas di tempat yg macet jgn yg di jalan yg lancar,

Loading...

tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kk saya org nya tempramen) akhirnya kk saya turun dr mobil dan meminta kunci mobil dan di buatkan surat tilang klo mmg didapati kesalahan berlalu lintas,

tapi si polisi tdk kasi malahan polisi yg satu mengambil kesempatan dgn merekam kejadian disaat kk saya berusaha menggapai kunci yg di pegang polisi, seolah kk saya mencakar polisi. sayangnya saat polisi mengembalikan kunci mobil kk saya sambil menginjak kaki kk saya yg tanpa sepatu dengan sepatu boot polisi itu tdk di rekam oleh teman nya.

tapi ya itu lah sehebat apapun kita tetap kita manusia biasa yg lemah di mata Tuhan. saya pribadi tetap menilai kk saya ada kesalahan tapi tidak utk kita hakimi," tulis Desi, Selasa (13/12).

Pasca kejadian itu, Dora sempat meminta maaf melalui Facebook. "Mereka tidak mengerti saya. Hanya emosi sesaat. Mohon maaf semua", tulis Dora Natalia, di hari yang sama.

Dia kemudian menulis lagi di Facebook. "Sangsi sosial sangat menyakitkan melebihi apapun. Jangan sampai ada lagi yg merasakannya. Bibir susah berucap. Mata susah melihat. Kaki tak mampu bergerak. Tangan menjulurpun susah dijabat. Hanya kata maaf dan maaf," tulis Dora.

Namun Dora memutuskan untuk menonaktifkan akunnya. Hal tersebut diamini oleh Desi. "Kakak saya hanya punya satu akun Facebook dan saat ini sedang dinonaktifkan," ujar Desi Singarimbun, Kamis (15/12).

Pada Jumat (16/12) Dora memutuskan menemui Aiptu Sutisna untuk mengatakan permohonan maaf. Momen ini dipublikasikan oleh Facebook Firman Perdana Putra. Firman menuliskan:

"Alhamdulillah Jum'at Barokah, Akhirnya kedua belah pihak saling memaafkan. Hatur nuhun Kang Entis Sutisna dan juga Teh Dora.

Kang Entis yang usianya lebih tua tulus memaafkan. Teh Dora yang jabatannya lebih tinggi pun tidak ragu atau gengsi untuk mengakui kesalahannya. Kedua duanya hebat!

#LoveIsAllYouNeed #AllYouNeedIsLove," tulis Firman.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun dan tidak terulang kembali. Sepanas apapun hati dibakar amarah, tapi kepala tetap harus dingin dalam menghadapi masalah.