Brilio.net - Kisah Said Didu menemukan ponselnya yang berisi data penting mulai membuahkan hasil. Namun, setelah nama pelaku diketahui, tim mengalami kesulitan karena kendaraan yang digunakan pelaku saat meninggalkan Bandara tidak terekam.

Tim mencoba menelusuri keberadaan pelaku dari media sosial. Dari penelusuran tersebut, sekitar pukul 19.00 WIB, tim sudah mengetahui bahwa pelaku berada di wilayah pinggiran Jakarta Timur. Ini juga diketahui dari keberadaan ponsel yang digunakan saat memesan tiket. Artinya tim bisa menemukan satu orang yang dicari identitas dan keberadaannya diantara 200.000 orang, hanya butuh waktu 7 jam.

Ponsel Said Didu © 2018 brilio.net

Menjemput pelaku

Atas kepastian data dan keberadaan pelaku, pihak polres Bandara berkoordinasi dengan Polres tempat pelaku berada. Pelaku dijemput sekitar pukul 22.00 WIB dan dibawa ke Polres Bandara untuk dilakukan Berita Acara Peneriksaan (BAP).

Loading...

“Sebagai pelapor saya juga berangkat ke Polres Bandara dan pembuatan BAP, termasuk BAP saya sebagai pelapor selesai jam 02.00 WIB (tanggal 4 Agustus 2018),” kata Said.

Saat itulah Said bertemu pelaku di kantor polisi, yang ternyata adalah seorang mahasiswa. Hebatnya Said memaafkan tindakan pelaku selama ia belum melakukan perekaman data, atau tidak melakukan pengambilan data, dantidak menyalahgunakan ponselnya.

“Dasi hasil pemeriksaan, hal tersebut tidak atau belum dilakukan pelaku. Atas pertimbangan demi nama baik dan masa depan pelaku, saya memutuskan memaafkan pelaku,” ungkap Said.

Profesional melayani dengan hati

Dari pengalaman tersebut Said menyatakan terjadi lompatan besar kultur pelayanan yang terjadi di bandara yang dilakukan AP2 yaitu dari kultur penguasa Bandara menjadi kultur pelayan pengguna bandara.

“Ini terlihat saat saya dilayani saudara Topik (satpam Bandara) yang hanya butuh waktu tujuh menit untuk mengetahui status keberadaan ponsel saya yang hilang dan hanya butuh waktu tujuh jam oleh Tim Angkasa Pura II untuk mengetahui identitas dan keberadaan pelaku. Serta hanya butuh waktu 10 jam sejak melapor kasus kehilangan bisa selesai. Said pun berpesan kepada semua pihak agar tidak coba-coba melakukan kegiatan terlarang di area Bandara karena akan mudah terlacak.

Menanggapi peristiwa ini, Rhenald Kasali sebagai Komisaris Utama AP2 meminta semua pengguna layanan bandara untuk berani melapor kalau ada barang berharga yang hilang. Jangan hanya melapor ke maskapai, sekalipun handling bagasi diurus maskapai dan menjadi area tanggungjawab mereka. Tembuskan ke petugas aviation security dan lost & found di terminal. “Siapapun Anda akan kami layani,” tegas Rhenald kepada Brilio.net.

Ponsel Said Didu © 2018 brilio.netRhenald Kasali, Komisaris Utama Angkasa Pura II

Rhenald juga berharap kepada siapapun yang menemukan barang yang bukan miliknya sebaiknya menyerahkan kepada petugas karena hal itu sangat membuat sedih dan kedukaan bagi pemilik dan keluarganya. “Kami pasti akan mencari cara untuk menemukannya,” tambah Rhenald.

Di era pemerintahan Joko Widodo, pihak AP2 sepakat memperbaiki layanan publik secara prima dan memberikan yang terbaik. Karyawan terus dilatih dan kesejahteraannya diperhatikan sehingga mereka semua bisa melayani dengan baik.

“Rata-rata pegawai AP2 menerima penghasilan yang sudah baik, di atas rata-rata industri. Jadi kami mohon untuk tidak memberikan apapun, termasuk menyogok untuk mendapatkan kesempatan berusaha di bandara. Ini juga sebagai bagian dari program Revolusi Mental yang kami terjemahkan dalam action plan di bandara,” papar Rhenald.

Langkah sigap petugas bandara bukan karena Said adalah seorang tokoh. Tapi tindakan yang sama juga akan dilakukan pada pengguna bandara lainnya. 

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada salah seorang penumpang maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 186 menuju Bandara Kualanamu yang yang sempat kehilangan cincin berlian karena diambil penumpang dengan nomor penerbangan GA 286 menuju Tanjung Pinang. Cincin itu pun berhasil dikembalikan setelah petugas AP2 melacaknya.   

"Hampir setiap hari ada satu dua kasus serupa. Ya pantas jika ada yang tanya kalau bukan Said Didu apakah juga akan ditangani serupa? Mungkin kita harus sering piknik supaya tahu bahwa di luar negri kalau barang hilang tak selalu kembali. Harus berani lapor ke bandara jangan cuma ngomel di media sosial. Media sosial nggak bisa nolong," kata Rhenald. 

Berikut testimoni masyarakat yang cincin berliannya bisa kembali setelah terangkut penumpang lain karena kesigapan petugas bandara. Salut buat petugas bandara di Indonesia.

Tuh makanya, alangkah baiknya ketika menemukan barang yang bukan punya kita di bandara sebaiknya melaporkan kepada petugas setempat deh. Salut buat para petugas bandara yang sudah melayani pengguna dengan hati.