×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Jokowi: Apa ada yang berani melarang azan di Indonesia?

View Image

0

BRILIO » Serius

Jokowi: Apa ada yang berani melarang azan di Indonesia?

"Negara kita ini berpenduduk muslim terbesar di dunia lho," tegas Jokowi.

08 / 03 / 2019 17:29

Brilio.net - Baru-baru ini beredar video di media sosial Twitter tentang dua perempuan membujuk warga agar tidak memilih Calon Presiden (capres) Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019. Dua perempuan itu bahkan menyebut tak akan ada lagi azan dan wanita berkerudung jika Jokowi menang. Tak cuma itu, perkawinan sesama jenis tersebut juga disebut akan diperbolehkan.

Dua perempuan tersebut sedang kampanye door to door. Keduanya berbicara dalam Bahasa Sunda. Video mereka yang beredar di Twitter salah satunya diunggah oleh akun Twitter @TheREAL_Abi.

Kata-kata tersebut kurang lebih berarti, "Jika Jokowi dua periode tak akan ada lagi azan, tak akan ada anak-anak mengaji, tak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dan perempuan boleh kawin, lelaki dan lelaki boleh kawin."

Loading...

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo baru-baru ini akhirnya berkomentar lewat akun Twitter-nya. Cuitan tersebut diunggah pada Jumat (8/3) sekira pukul 12:53 WIB.

"Sekadar bertanya, apa iya ada yang berani melarang mengumandangkan azan di negara kita? Negara kita ini berpenduduk muslim terbesar di dunia lho," tulis pria yang akrab disapa Jokowi melalui akun Twitter @jokowi, seperti dikutip brilio.net pada Jumat (8/3).

Sampai saat ini setidaknya postingan Jokowi tersebut telah disukai lebih dari 3.000 likes dan lebih dari 1.000 retweet.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more