Brilio.net - Sudah dua bulan pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan segala aktivitas hanya dari rumah saat pandemi virus corona tengah berlangsung.

Tak hanya di Indonesia, sejumlah negara juga menerapkan karantina di tengah pandemi virus corona bahkan beberapa diantaranya melakukan lockdown. Hal ini dilakukan sebagai upaya memutus penyebaran virus corona.

Hingga saat ini pandemi virus corona juga tak kunjung memberikan tanda-tanda akan berhenti. Tak bisa dipungkiri, masyarakat juga sudah mulai merasa bosan hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan interaksi sosial secara langsung.

Dilansir brilio.net dari foxnews pada Selasa (19/5), sebuah studi mengungkapkan bahwa banyak orang Amerika mengalami kesulitan mengingat nama hari dalam seminggu, saat bekerja dari rumah dan mengisolasi diri selama pandemi Covid-19.

Survey tersebut dilakukan oleh OnePoll atas nama RXBAR, South West News Service (SWNS). Menurut hasil , 59 persen orang yang terlibat dalam penelitian ini tidak yakin hari apa saat mereka menjawab pertanyaan dari peneliti.

Loading...

Dari 2.000 responden, beberapa dilaporkan bingung mengenai nama hari dengan rata-rata lima kali seminggu. Selain itu, 80 persen melaporkan merasa sulit untuk membedakan nama hari saat itu, kemungkinan karena terlalu banyak berada di dalam ruangan.

Berdasarkan survei tersebut, berdiam di dalam rumah untuk waktu yang lama ternyata memiliki efek lainnya.

Hampir tiga perempat dari responden mengatakan, mereka telah bosan mengenakan pakaian rapi selama bekerja di rumah. Hal tersebut membuat mereka kini memilih menggunakan piyama dan celana training saat bekerja dari rumah.

Sebanyak 65 persen responden mengaku sulit untuk tetap termotivasi melakukan pekerjaan dari rumah, akibat terlalu lama menghabiskan diri di dalam rumah. Namun, 22 persen responden lainnya tetap berusaha berpakain rapi layaknya bekerja di kantor untuk tetap termotivasi dan fokus saat bekerja di rumah.

Meskipun begitu, berdiam diri selama masa pandemi Covid-19 juga membawa pengaruh baik terhadap sebagian orang. Misalnya, sebanyak 69 persen responden saat isolasi diri, justru menerapkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat serta tetap berolahraga demi menjaga kesehatan dan agar tetap termotivasi untuk melakukan kegiatan positif meski dalam rumah.