Brilio.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia untuk berdamai dengan virus corona. Setidaknya, hal ini dilakukan sampai vaksin virus dapat ditemukan. Akan tetapi jaga jarak dan melakukan protokol pencegahan Covid-19 harus tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Presiden Jokowi sebelumnya melalui akun Twitter resmi @jokowi menyampaikan imbauan dari WHO bahwa masyarakat harus mampu hidup berdampingan dengan Covid-19. Alasannya, selain karena vaksin untuk virus ini belum ditemukan, juga potensi keberadaan virus diprediksi akan tetap ada di tengah masyarakat alias tak bisa menghilang.

Peneliti Center For Innovation and Governance (Cigo) Fia UI, Eko Sakapurnama, memberikan tiga catatan. Dia mengklasifikasikan tahapan program jika ingin masyarakat ingin berdamai dengan Covid-19.

"Pemerintah bisa membagi tiga klasifikasi tahapan program jika ingin masyarakat berdamai dengan corona yakni, tahap emergency, tahap survival, dan tahap recovery," jelas Eko seperti dilansir brilio.net dari merdeka.com, Senin (18/5).

Dia menjelaskan, tahap emergency adalah upaya dalam menurunkan jumlah penularan kasus baru Covid-19. Termasuk pemenuhan sarana layanan kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), test PCR, dan kebutuhan ruangan perawatan.

Loading...

Kedua, lanjut Eko, adalah tahap survival bagaimana menahan atau mengurangi dampak ekonomi, sosial imbas dari virus Covid-19. Seperti pemberian bansos, bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat.

"Oleh sebab itu, pelaksanaan realokasi dan refokusing APBN dan APBD terhadap 3 aspek (kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi) harus dilakukan perencanaan yang matang dan terukur," imbaunya.

Terakhir tahap recovery, dia menuturkan jika pada tahap ini pemerintah harus mencari sektor-sektor yang mampu menggerakan perekonomian masyarakat dengan bantuan-bantuan intensif maupun stimulasi dana.

"Mungkin bisa, sektor pertanian, peternakan, perikanan harus menjadi prioritas utama agar ketahanan pangan terjaga dan Indonesia bisa melakukan swasembada pangan. Bila ini terjadi, ekspor bahan pangan menjadi keniscayaan dan dapat menggerakkan pendapatan negara, karena seluruh dunia membutuhkan konsumsi makanan," ujarnya.

"Sedangkan untuk sektor industri atau perkantoran pada tahap recovery sudah bisa mulai beroperasi dengan mengatur jadwal kerja dari rumah maupun kantor," sambungnya.

Lebih jauh, dia menegaskan yang tidak kalah penting adalah penyediaan tempat cuci tangan di seluruh fasilitas umum secara luas dan ketegasan para petugas sebagai momentum perubahan pola hidup sehat masyarakat.