Brilio.net - Pandemi corona atau Covid-19 hingga kini masih mengancam ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia. Bahkan sejumlah wilayah di Indonesia sudah menerapkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menghadapi pandemi covid-19. Akibatnya berbagai aktivitas pun dihentikan, termasuk pusat perbelanjaan atau mal.

Tentunya selama 2 bulan lebih warga beraktivitas di rumah, sebagian orang banyak yang mulai merindukan layar lebar. Pasalnya PSBB tentunya merupakan kabar buruk bagi para penikmat film setelah operasional bioskop ikut dihentikan untuk sementara waktu. Di beberapa negara sendiri mulai banyak melahirkan tren bioskop drive-in.

Tak mau ketinggalan Indonesia, tepatnya di Jakarta rencananya bakal punya bioskop drive-in. Dilansir dari merdeka.com pada Senin (18/5), Ergo and co berencana menghadirkan sensasi menonton film layaknya di bioskop dengan tetap mematuhi kaidah PSBB. Melalui konsep drive-in atau layanan menonton film cukup melalui dalam mobil saja.

"Waktunya saat ini untuk bisa menikmati film-film terbaru dengan orang tercinta tanpa melanggar aturan social distancing," tulis pihak Ergo and co melalui Instagramnya.

bioskop drive-in Jakarta © 2020 freepik.com

Loading...

foto: ©Istimewa/ merdeka.com

Pihaknya menuliskan drive-in hadir untuk mengobati kerinduan para penikmat film layar lebar dengan cara yang berbeda. Nantinya, mereka diajak menikmati suguhan film dalam sebuah parkiran luas yang telah dirancang seoptimal mungkin agar tak menghilangkan unsur ketegangan film.

Dijadwalkan Drive-in Cinema hadir di Jakarta pada bulan Juni 2020. Akan tetapi, untuk tanggal dan tempat pelaksanaannya masih dalam proses pembahasan perusahaan.

"Cukup bawa mobil dan nikmati suguhan film terbaru dengan sensasi berbeda. Tunggu tanggal mainnya ya!" tulis pihak Ergo and co.

Meski begitu, kualitas layar yang diberikan nantinya tentu berbeda 180 derajat dibandingkan layar tancap yang booming pada zaman dulu. Sebab, layar dalam Drive-in Cinema telah mengadopsi teknologi terbaru yang siap memanjakan penikmat film di Indonesia.

"Kemungkinan besar layarnya berukuran sekitar 240 meter square atau 24x10. Tapi masih rencana tim," kata Adam, salah satu perwakilan dari Ergo and co.

Sementara itu, perihal batas jumlah tiket yang diperjualbelikan dalam setiap pemutaran film pihaknya mengaku masih belum bisa memastikan. Musababnya Ergo and Co. masih terganjal dengan regulasi pemerintah terkait batasan orang yang diizinkan dalam sebuah mobil.

Drive-in Cinema sendiri sudah tak asing di luar negeri. Sebut saja Amerika, Jerman, Korea Selatan, hingga Dubai telah mengadopsi konsep serupa untuk menggeliatkan industri perfilman yang sedang terpuruk akibat pandemi corona.