Brilio.net - Lembaga Sandi Negara (Lemsenag) menghelat event bernama Cyber Security Outlook 2017 pada Jumat-Sabtu (17-19/2) di Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Acara ini hasil kerjasama dengan Jogja Digital Valley serta dukungan beberapa pihak terkait seperti Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia (Pusfid UII), Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), IDDFCON, serta Telkom. Acara ini dimaksudkan untuk menampung berbagai ide seputar keamanan digital dari para pelaku cyber security. Ini nantinya bisa menjadi masukan untuk keamanan negara.

Cyber Security  © 2017 brilio.net

foto: brilio.net/Ahada Ramadhana

Dituturkan salah satu pembicara, Iwan Sumantri dari ID-SIRTII yang berada di bawah naungan Kominfo menyebut bahwa sejauh ini beberapa dinas pemerintah telah mencoba merangkul para pelaku cyber security. "Saat ini banyak kegiatan pemerintah yang sifatnya merangkul mereka, dan itu menggunakan APBN," katanya kepada awak media, Jumat (17/2).

Yudi Prayudi dari Pusfid UII menambahkan, prosentase terbesar komunitas cyber underground adalah dari kalangan anak muda. Dan anak muda itu tidak lepas dengan dunia akademisi. Maka forum seperti Cyber Security Outlook 2-17 ini dapat menstimulasi agar kemampuan mereka diarahkan ke jalur yang memberi manfaat luas. Tren cyber attack, cyber thread, dan cyber crime adalah isu yang senantiasa berkembang ke depan. Dengan kombinasi pengetahuan mutakhir akan muncul teknik-teknik baru yang semakin cerdik.

"Salah satu contoh dari tren ke depan misalnya attack dan crime yang basisnya di mobile. Kita bisa tahu hampir semua (dari mobile). Karena saat ini kita basisnya sudah di mobile. Attack basisnya di mobile, crime basisnya di mobile," kata Yudi.

"Ada satu isu yang ke depan menjadi tren. Kalau dalam rilis dari beberapa report luar negeri. Ada yang namanya IoT (Internet of things), yaitu device yang sekarang mulai terkoneksi dengan internet, itu ke depan akan menjadi suatu tantangan besar," tambah dosen Teknik Informatika UII ini.

Yudi memberikan contoh smart city. Di mana CCTV terpasang di berbagai sudut kota yang bisa saling terkoneksi. Ini bisa menjadi celah untuk tindak kriminal. Sehingga IoT ini menjadi salah satu tantangan ke depan terkait dengan isu cyber crime.