Brilio.net - Ani Yudhoyono telah pergi selama-lamanya pada Sabtu (1/5). Jenazahnya telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6). Usai kepergiannya, keluarga dekat masih mengenang detik-detik sebelum kepergian Ani Yudhoyono.

Salah satu orang yang dekat dengan Ani Yudhoyono ialah sang menantu, Annisa Pohan. Sebagai orang dekat, Annisa Pohan ternyata mendapat firasat sebelum kepergian Ani Yudhoyono. Usai pemakaman, Annisa Pohan menceritakan mimpi yang ia alami dua hari sebelum Ani Yudhoyono mengembuskan napas terakhir.

Dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Senin (3/6) kala itu, tepatnya Kamis (30/5) Annisa masih berada di Jakarta dan berencana terbang ke Singapura sore harinya.

"Pagi-pagi itu saya sebentar tidur 2-3 menit, tiba-tiba ibu manggil dan itu di rumah saya di Jakarta. Biasanya ibu kalau manggil saya itu keras banget 'Mom, Mom'," cerita Annisa Pohan di Taman Makam Pahlawan.

"Terus saya kayak kebangun, loh ini kan rumah saya padahal harusnya ibu di Singapura. Ibu memang kelihatan sudah sakit tapi belum kelihatan separah yang terakhir. Saya tanya, 'Kok di sini? ngapain?' sambung Annisa Pohan.

Loading...

Dalam mimpi itu, Ani Yudhoyono meminta curriculum vitae Susilo Bambang Yudhoyono. Annisa Pohan kembali bertanya-tanya, untuk apa ibu mertuanya meminta dokumen pribadi sang suami.

"Katanya 'Kan Memo dan Pepo mau pisah'. Saya tanya mau ke mana Memo, lalu beliau jawab 'Mau mencari aktivitas lain. Firasatnya sudah enggak enak banget karena rasanya nyata banget. Suaranya memo manggil-manggil sampai sekarang masih terngiang," kenangnya.

Tak berapa lama kemudian Annisa Pohan terbangun dari mimpinya dan menangis. Ia lalu menerima pesan singkat dari suaminya, Agus Yudhoyono, untuk segera menyusul ke Singapura. Agus, memang terbang lebih dahulu daripada istrinya.

"Itu udah pertanda enggak enak buat saya. Saya buru-buru langsung ke bandara padahal pesawat 4.30 tapi saya dari siang habis zuhur langsung berangkat dan saya nongkrong di bandara," papar ibu satu orang anak tersebut.

"Tapi memang pas saya sampai sana Ibu sudah sesak sekali napasnya. Firasat saya sudah enggak enak aja," Annisa Pohan mengakhiri ceritanya.