Brilio.net - Dunia kini tengah menghadapi wabah virus Corona (Covid-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemi. Pandemi sendiri merujuk pada penyebaran penyakit atau infeksi ke seluruh dunia. Istilah ini dikaitkan dengan penyebaran geografis dan tidak ada perubahan karakteristik pada infeksi itu sendiri.

Covid-19 bermula dari sebuah wabah di pasar hewan Wuhan, China, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (11/3) lalu. Covid-19 kini menjadi permasalahan yang menjangkiti seluruh dunia. Bahkan, beberapa negara di dunia menerapkan kebijakan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran wabah ini.

Covid-19 bukanlah wabah pertama yang menjadi pandemi. Sebelumnya, dunia pernah menghadapi pandemi yang sangat buruk dalam sejarah. Salah satu pandemi yang paling mematikan dan terburuk dalam sejarah adalah Wabah Hitam atau Black Death.

Wabah hitam atau Black Death terjadi di abad pertengahan akhir empat belas (1347-1351). Wabah tersebut menewaskan hingga dua pertiga penduduk Eropa. Melansir dari history.com, ahli biologi Prancis, Alexandre Yersin pada akhir abad ke-19 meyakini Black Death sebagai wabah Pes yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis. Proses penyebaran atau penularaan dilakukan oleh kutu dengan bantuan binatang seperti tikus hitam ( Rattus rattus).

Penyakit ini menyebar dari Eropa ke Asia pada abad ke-14 hingga abad ke-17 dan awal 1900-an. Wabah ini mengakibatkan sekitar 60 persen populasi di Eropa abad itu atau 75 juta orang meninggal dunia. Istilah Black Death sendiri diambil dari gejala yang mencolok dari penyakit ini, yang disebut acral necrosis, di mana kulit penderita akan menghitam karena pendarahan subdermal.

pandemi yang pernah dihadapi dunia © 2020 berbagai sumber

foto: pixabay.com

Dokter dan ilmuwan pada saat itu kesulitan untuk mendefinisikan wabah tersebut, sehingga tak ada penjelasan rasional yang dapat dicerna oleh masyarakat. Dunia pun panik lantaran tidak ada yang tahu persis bagaimana wabah hitam ditransmisikan dari satu orang ke orang lainnya.

Kepanikan yang melanda membuat orang-orang mengasingkan diri dari orang lain. Bahkan beberapa orang memilih untuk pindah ke pedesaan. Meski demikian, wabah terlanjur menyerang hingga sapi, domba, kambing bahkan ayam dan juga manusia.

Di tengah situasi yang mencekam, dan tidak semua masyarakat mengerti penjelasan biologis atas wabah tersebut. Bahkan, Black Death juga sempat memunculkan sinisme terhadap pejabat agama yang tidak bisa menepati janji mereka untuk menyembuhkan korban wabah dan mengusir penyakit.

Wabah Black Death mereda pada awal 1350-an. Namun, pandemi ini muncul kembali setiap beberapa generasi selama berabad-abad. Kendati demikian, sanitasi modern dan praktik kesehatan masyarakat yang semakin baik telah mengurangi dampak dari penyakit ini.