Brilio.net - Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang membawa 189 penumpang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pesawat yang sejatinya dijadwalkan mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB ini hilang kontak setelah 13 menit mengudara. Pesawat tersebut akhirnya dipastikan jatuh di lepas pantai Karawang, Jawa Barat Senin (29/10).

Dari 189 penumpang, beberapa di antaranya merupakan anggota instansi pemerintah yakni anggota Kementerian Keuangan, Polri hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan keterangan pihak BPK, sejumlah 10 anggotanya dipastikan jadi penumpang pesawat Lion Air JT 610. Salah satu dari dari anggota BPK tersebut merupakan auditor BPK Bangka Belitung yakni Zuiva Puspitaningrum.

Zuiva merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. Dirinya diketahui merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada yang bekerja sebagai auditor di BPK Bangka Belitung. Dikutip brilio.net dari Merdeka Selasa (30/10), Zuiva memang kerap pulang-pergi dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Pasalnya, sang suami berdomisili di Jakarta, sedangkan dirinya bertugas di BPK Bangka Belitung. Setiap Senin pagi, Zuiva kembali ke Pangkal Pinang untuk bertugas.

zuiva puspitaningrum © 2018 berbagai sumber

foto: merdeka.com

Loading...

"Awalnya tahu kabar dari berita di TV. Papanya yang pertama kali lihat di TV kalau ada kecelakaan pesawat jurusan Pangkal Pinang. Dia tahu jika anaknya sering pulang ke Pangkal Pinang setiap Senin pagi," ungkap Mutiek Admadji, paman Zuiva, seperti dikutip dari Merdeka.

Usai mengetahui kabar kecelakaan pesawat tersebut, sang ayah langsung menelepon nomor Zuiva, namun nomor tersebut sudah tidak aktif.

Salah seorang yang kenal baik dengan Zuiva juga mengunggah kisahnya tentang sosok Zui (panggilan akrab Zuiva) di media sosialnya. Menurut pemilik akun Twitter @bambangelf tersebut Zuiva merupakan sosok anak yang baik dan suka membantu orangtua. Orangtua Zuiva diketahui memiliki usaha bakpia di Yogyakarta.

Postingan tersebut tak pelak membuat warganet turut bersedih. Banyak dari mereka yang membanjiri unggahan itu dengan berbagai doa terbaiknya.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun.. nyawa manusia gak ada yang tahu.. semoga Amal Ibadahnya di terima di sisi-Nya.. keluarga di beri seluruh kekuatan, keihklasan, ketabahan yang mereka butuhkan di saat seperti ini...," tulis akun @ULidz.

"Turut berduka mendalam untuk Zuvia dan seluruh penumpang JT 610. Semoga keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah," kata akun @mundirlm.

"ikut berduka mas, doa terbaik," ujar akun @budhihermanto.

Sementara itu, hingga kini pencarian dan penyisiran korban maupun badan pesawat terus dilakukan oleh tim dari Basarnas. Sekitar 15 kapal dan 30 penyelam akan diterjunkan untuk melakukan upaya evakuasi.