Brilio.net - Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta Pangkal-Pinang hilang kontak pada Senin (29/10) pada pukul 06.33 WIB. Pesawat jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Pencarian korban dan badan pesawat Lion Air JT-610 terus dilakukan.

Basarnas bersama Kementerian Perhubungan, TNI, Polri & relawan kembali memulai penyisiran di lokasi kejadian. Tim SAR gabungan ini melakukan apel dan briefing pagi di pantai Tanjung Pakis, Karawang. Pencarian dimulai lagi pada Selasa (29/10) pukul 07.00 WIB.

Sekitar 15 kapal dan 30 penyelam dikerahkan untuk melakukan pencarian. Arus perairan Karawang pada Selasa (30/10) cukup tenang. Cuaca cukup aman, sehingga diharapkan pencarian dapat berjalan lancar.

Presiden Jokowi mengimbau kepada tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian selama 24 jam. Jokowi mengimbau kepada tim SAR gabungan agar menggunakan alat untuk mempermudah pencarian, seperti lampu di malam hari.

Senin (29/10) tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di perairan Karawang. Ditemukan beberapa puing pesawat dan barang-barang penumpangseperti tas, KTP, SIM, STNK, sepatu bayi dan lain sebagainya.

Loading...

Dilansir brilio.net dari Twitter @‏SAR_NASIONAL,Selasa (30/10) dilakukan pula briefing malam dengan unsur SAR yang terlibat dipimpin oleh Kasubdit RPDO yang dilaksanakan di atas KN SAR Basudewa.

Pencarian ini akan menggunakan teknologi sonar untuk deteksi pesawat di dasar laut. Berikut rencana operasi yang akan dilakukan tim SAR Gabungan untuk menemukan badan pesawat dan korban Lion Air JT-610. Dilansir brilio.net dari ‏@SAR_NASIONAL, Selasa (30/10), berikut peta evakuasinya.

1. Pembagian sektor pencarian tertanggal 30-31 Oktober 2018.

rencana operasi basarnas © 2018 brilio.net berbagai sumber

2. Rute pencarian helikopter.

rencana operasi basarnas © 2018 brilio.net berbagai sumber

3. Tim SAR yang terlibat.

rencana operasi basarnas © 2018 brilio.net berbagai sumber

Seperti diketahui, pencarian dalam satu hari kemarin, Senin (29/10), tercatat sudah ada 24 kantong jenazah yang dikirim ke RS Polri. Sesampainya di rumah sakit, kantong jenazah dibawa ke ruang CT Scan Mortem Instalasi kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Untuk selanjutnya Polri akan melakukan identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. Identifikasi dengan mencocokkan DNA korban dan keluarga diperkirakan memakan waktu paling cepat empat hari.

Sementara itu pihak keluarga penumpang sudah berada di Jakarta. Mereka disiapkan fasilitas akomodasi penginapan serta pusat informasi di hotel Ibis daerah Cawang, Jakarta Timur, agar memudahkan mobilitas ke posko Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.