Brilio.net - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memulihkan intensitas jumlah moda transportasi umum, seperti Transjakarta dan MRT Jakarta. Seperti diketahui pada Senin (16/3), Anies sempat mengurangi jumlah armada dan waktu operasi untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kendati demikian, dia tetap memberi batasan jumlah penumpang per bus (Transjakarta) dan per kereta (MRT dan LRT). Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga memberikan batasan jumlah antrean di halte dan stasiun. Hal ini diketahui melalui akun Instagram resmi MRT Jakarta.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan arahan dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta terkait kebijakan layanan transportasi publik dalam upaya menghambat penyebaran virus corona COVID-19, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan kembali mengoperasikan MRT Jakarta ke jadwal normal mulai besok Selasa 17 Maret 2020.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan pembatasan sosial (social distancing) kepada penumpang selama berada di area stasiun dan di dalam kereta dengan jarak minimal satu meter, termasuk ketika pada saat mengantri, baik di luar maupun di dalam stasiun," dikutip brilio.net dari akun Instagram @mrtjkt.

Sebelumnya, Anies pada Minggu (15/3) menyesuaikan jumlah penumpang dan jadwal transportasi di Jakarta untuk Transjakarta, MRT dan LRT. Selain itu, jumlah armada juga dibatasi untuk bus Transjakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakan waktu operasional ketiga transportasi publik di Jakarta kembali normal pada Selasa (17/3). Ketiga transportasi tersebut yakni MRT, LRT dan Transjakarta.

Dirinya mengungkapkan, untuk MRT Jakarta akan beroperasi pukul 05.00-24.00 WIB dan jumlah rangkaian kereta seperti semula.

"Yang saat ini beroperasi empat rangkaian menjadi 16 rangkaian. Namun untuk kapasitasnya kita batasi biasanya satu rangkaian maksimum 1.200 sekarang maksimum 360 penumpang," dikutip brilio.net dari laman Merdeka.

Kemudian untuk LRT Jakarta akan beroperasi pukul 05.00-23.00 WIB dan kapasitas penumpang juga dibatasi. Syafrin menyebut biasanya LRT dapat menampung 270 penumpang dan dibatasi menjadi 80 orang saja.

"Untuk Transjakarta juga sama, operasionalnya mulai 24 jam, kemudian malam hari akan beroperasi Amari," ucapnya.

Untuk pembatasan kapasitas kata Syafrin, bus gandeng hanya akan menampung 60 penumpang. Biasanya bus ini dapat menampung sebanyak 150 orang.

"Sementara untuk bus single ini hanya menampung 30 penumpang dari yang biasanya 80 penumpang," tutupnya.