Brilio.net - Acara Tech in Asia Conference yang digelar selama dua hari (8-9 Oktober 2019) mendapat perhatian khusus ribuan anak muda, terutama mereka yang berkecimpung di dunia startup. Maklum selain ingin menimba ilmu, acara ini juga menawarkan peluang menarik. Para start up bisa bertemu langsung dengan para investor.

Dalam acara ini ada sesi Arena Pitch Battle yang disponsori Surge, akselerator startup di bawah naungan Sequoia Capital. Sesi ini memberikan peluang pada startup untuk mendapatkan dukungan dana dari investor. Sebagai informasi, Tech in Asia Conference 2019 menghadirkan 151 pembicara, 88 investor mentor, dan 301 startup dari 15 negara.   

Nah pada kompetisi pitching, lima finalis startup Asia bersaing memperebutkan hadiah total Rp113,6 juta dan kesempatan mendapat bimbingan dari Sequoia Capital. Kelima finalis itu adalah Wisible (Thailand), startup penyedia layanan platform Customer Relationship Management (CRM). Platform ini menawarkan layanan CRM yang telah terintegrasi dengan beragam kanal komunikasi.

TIA 2019 © 2019 brilio.net

Lalu ada juga Simak-Online (Indonesia),aplikasi terintegrasi yang dapat digunakan sekolah, guru, dan siswa untuk dapat terkoneksi satu sama lain. Startup ini menawarkan kemudahan bagi administrasi sekolah dalam pengelolaan kegiatan dan penilaian.

Loading...

Kemudian ada QueQ (Thailand) yang menawarkan solusi agar pengguna tidak perlu membuang-buang waktu hanya untuk mengantre di suatu tempat. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memesan tiket dan memonitor panjangnya antrean, baik di bank, rumah sakit, maupun tempat lainnya.

Lalu ada Meiro (Singapura), startup Customer Data Platform (CDP) yang mampu menyatukan data online maupun offline milik pengguna. Sementara Halofina (Indonesia) merupakan startup dengan konsep asisten virtual bagi generasi milenial yang ingin mulai menata alokasi keuangan mereka. Caranya dengan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi ritel, emas, dan lainnya. Dalam kompetisi ini, Simak-Online keluar sebagai juara pertama, disusul Wisible sebagai juara kedua, dan Halofina sebagai juara ketiga.

TIA 2019 © 2019 brilio.net

Pada konferensi ini 301 startup dari 15 negara juga menampilkan produk inovatif masing-masing di segmen Startup Factory. Sekitar 40 vertikal hadir di pameran ini dengan e-commerce, edukasi, dan finansial menjadi vertikal dengan jumlah startup terbanyak.

“Kami akan terus berkembang bersama ekosistem, dan menyukai seluruh feedback yang diberikan. Jadi jangan ragu untuk memberi tahu kami berbagai cara agar dapat terus mendukung perkembangan ekosistem startup di Asia,” ujar Chief Operating Officer Tech in Asia, Maria Li.

Lebih jauh Maria menjelaskan bahwa para founder, inovator, dan investor pendahulu telah menciptakan ekosistem yang kolaboratif dan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan untuk mengembangkan ekosistem startup di Asia, pihaknya berusaha menjadi penghubung yang membantu pengusaha digital dalam membangun bisnis di pasar Asia.

TIA 2019 © 2019 brilio.net

“Tech in Asia sebagai salah satu platform komunitas teknologi terbesar di Asia, menyelenggarakan Tech in Asia Conference sebagai penghubung bagi para startup dengan investor,” ujar Maria.

Sebagai informasi, nilai investasi yang diperoleh startup di kawasan Asia Tenggara tahun ini mengalami pertumbuhan. Berdasarkan Studi dari Google, Temasek, dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2019, pendanaan investor yang masuk ke ASEAN selama paruh pertama 2019 mencapai USD7,6 miliar (sekitar Rp107 triliun), meningkat 7 persen dibandingkan periode sama pada 2018.

Sementara Joint Head Investment Group Portfolio Strategy & Risk Group Temasek, Rohit Sipahimalani mengatakan antusiasme investor tetap besar, karena didorong sejumlah faktor seperti besarnya populasi generasi muda produktif, perkembangan konektivitas dan penetrasi internet, dan pertumbuhan kelas menengah.

Karena itu konferensi ini menjadi salah satu upaya penting pengembangan startup di kawasan Asia, khususnya Indonesia. Jadi wajar jika konferensi yang ini berhasil menarik lebih dari 5.500 peserta lokal dan mancanegara. Melalui konferensi ini, para peserta berkesempatan memperoleh banyak insight melalui 63 sesi content stage dari 151 tokoh industri teknologi se-Asia.