Brilio.net - Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menarik perhatian publik saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta pada Rabu (25/2/2026). Dalam forum resmi tersebut, ia melakukan aksi bersujud di hadapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. Amizaro menyampaikan rasa frustrasinya atas kondisi kemiskinan struktural yang membelenggu wilayahnya.

Bupati Nias Utara Instagram kemendespdt

foto: Instagram/@kemendespdt

Mewakili keluh kesah masyarakatnya, ia mengungkapkan keputusasaan yang mendalam terkait kesenjangan ekonomi yang terjadi.

"Kami mohon. Kami ini sudah capek miskin," ujar Amizaro di hadapan para pejabat negara yang hadir, dikutip brilio.net dari YouTube KEMENDESPDT, Selasa (3/3/2026).

Potret Buram Pendidikan dan Infrastruktur di Nias Utara

Amizaro memaparkan realitas pahit yang harus dihadapi warganya setiap hari, mulai dari sulitnya akses pendidikan hingga fasilitas dasar yang tidak memadai. Ia menunjukkan potret para siswa di SD Pekuna yang terpaksa menempuh perjalanan jauh demi menuntut ilmu.

"Anak sekolah ini Pak, di SD Pekuna, berjalan kaki 4 kilometer setiap hari. Nah, ini mobil MBG (Makan Bergizi Gratis) Pak, diantar melalui jalur ini. Mereka antar ke sekolah harus melewati jalan seperti ini. Dan ini yang paling ekstrem Pak, coba bayangkan pertaruhan seorang ibu guru seperti ini," paparnya saat menjelaskan kendala distribusi bantuan dan perjuangan tenaga pendidik di daerahnya yang ada dalam slide presentasinya.

Kondisi jembatan dan akses jalan di wilayah lain, seperti menuju SD Botolala, juga dilaporkan sangat memprihatinkan dengan jarak tempuh mencapai 12 kilometer melalui jalur yang rusak. Bahkan, para siswa terbiasa mandi di sungai terlebih dahulu sebelum mengenakan seragam sekolah karena keterbatasan fasilitas di rumah.

"Anak sekolah nanti mandi di sungai sebelum mereka ke sekolah. Ini setelah mereka membawa bahan getah karet, mereka mandi di sini baru menuju ke sekolah, baru pasang baju sekolah," tambah Amizaro.

Krisis Energi dan Hambatan Digitalisasi

Bupati Nias Utara  berbagai sumber

foto: YouTube/KEMENDESPDT

Selain infrastruktur fisik, Nias Utara juga mengalami ketertinggalan dalam pemenuhan energi listrik dan jaringan internet. Terdapat ratusan titik di kabupaten tersebut yang hingga kini belum tersentuh aliran listrik.

"Belum lagi kami berbicara bidang yang lain seperti listrik, Pak Menteri. Ada 157 titik tidak ada listrik di Nias Utara. Kami dapat informasi ada bantuan anggaran dari PLN untuk 21 lokasi. Dalam pikiran saya, kalau dibangun 30 lokasi saja per tahun, artinya butuh 5 tahun lagi baru selesai," ungkapnya.

Ketiadaan energi ini berdampak pada mubazirnya bantuan perangkat digital dari pusat karena tidak dapat dioperasikan.

"Jaringan internet per hari ini ada 42 blank spot. Makanya ada bantuan alat dari Bapak Presiden itu ada di rumah per hari ini, tidak dipakai. Tidak ada jaringan listrik, tidak ada internet," jelas Amizaro.

Harapan Akses Langsung ke Presiden Prabowo Subianto

Bupati Nias Utara menegaskan bahwa wilayahnya sebenarnya memiliki potensi alam yang besar, mulai dari perkebunan kelapa hingga tambak udang, namun kendala anggaran membuat potensi tersebut tidak bisa dikelola secara mandiri. Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus agar Nias Utara bisa keluar dari status daerah tertinggal.

Bupati Nias Utara  berbagai sumber

foto: YouTube/KEMENDESPDT

"Terima kasih semuanya, Pak Menteri, Pak Gubernur, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami, Pak! Kemerdekaan Indonesia 80 tahun sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Di tempat kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik," tegasnya membandingkan kondisi daerahnya dengan pembangunan pesat di Pulau Jawa yang sudah membicarakan AI, mall, dll.

Tak lama setelah itu, Amizaro bersujud. Dalam aksi sujudnya, Amizaro secara khusus meminta agar dirinya diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Bupati Nias Utara  berbagai sumber

foto: Istimewa

"Saya sebagai Bupati merasa tidak ada apa-apanya di tengah-tengah masyarakat. Dengan cara apa saya bertaruh? Tidak ada. Sehingga di hari yang bahagia ini saya mohonlah, sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami daerah tertinggal di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," pungkasnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Siapa saja pejabat pusat yang hadir dalam pertemuan tersebut?

Selain Mendes PDT Yandri Susanto, acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

2. Berapa banyak rumah yang masuk kategori tidak layak huni di Nias Utara?

Berdasarkan data yang disampaikan Bupati, terdapat sekitar 5.114 Kepala Keluarga (KK) yang masih menempati rumah tidak layak huni di wilayahnya.

3. Apa potensi ekonomi lokal yang ditawarkan Bupati kepada pemerintah pusat?

Bupati menyebutkan potensi kelapa seluas puluhan ribu hektar, lahan yang cocok untuk produksi garam, hingga potensi budidaya tambak udang.

4. Mengapa bantuan internet dari Presiden tidak bisa digunakan di Nias Utara?

Bantuan perangkat tersebut tidak dapat beroperasi karena adanya 42 titik blank spot internet dan ketiadaan jaringan listrik untuk menghidupkan perangkat tersebut.

5. Apa alasan utama Bupati Nias Utara melakukan aksi sujud?

Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol frustrasi atas ketimpangan pembangunan yang ekstrem dan sebagai permohonan agar diberikan akses bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas percepatan pembangunan.