Brilio.net - Usai ramai aksi reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu (2/12) lalu, kini giliran publik Malaysia menggelar aksi bertajuk Aksi 812. Aksi massa yang digelar pada Sabtu (8/12) ini didukung oleh oposisi pemerintah yakni Partai UMNO dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dalam rangka merayakan putusan pemerintah yang batal meratifikasi atau mengadopsi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD). Dilansir brilio.net dari MalayMail Senin (10/12), aksi ini dihadiri oleh 500 ribu massa.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa khawatir apabila Pemerintah Malaysia melalui Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohammad meratifikasi konvensi PBB tersebut. Pasalnya, dengan menerima konvensi soal larangan diskriminasi rasial tersebut, dikhawatirkan bisa mengganggu hak-hak istimewa etnis Melayu dan  status Islam sebagai agama resmi Malaysia.

Dengan banyaknya kelompok Muslim Melayu yang menggelar aksi untuk menolak ratifikasi terhadap ICERD, PM Mahathir pun menyatakan keputusannya untuk tidak melakukan ratifikasi atas larangan diskriminasi rasial itu pada Jumat (23/11) lalu. Aksi 812 ini pun digelar sebagai wujud syukur dan penghargaan terhadap pemerintah yang menolak ratifikasi ICERD.

Ramainya aksi massa yang digelar di Negeri Jiran ini rupanya juga menjadi perhatian selebriti sekaligus presenter Tanah Air, Arie Untung. Melalui akun media sosial Instagram dan Twitter-nya, Arie Untung mengunggah foto-foto Aksi Malaysia 812 dan menyebut bahwa aksi ini merupakan sebuah kekuatan persaudaraan. Namun postingan tersebut tak pelak membuat Arie Untung diduga mendukung aksi menentang larangan diskriminasi rasial yang dilakukan di Malaysia.

Menanggapi unggahan Arie Untung tersebut, komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa justru menyatakan kegeramannya. Dirinya pun membalas postingan Arie Untung tersebut dengan sentilan pedas. Melalui cuitannya, Ernest mempertanyakan posisi Arie Untung sebagai pihak yang pro atas diskriminasi etnis.

"812 itu demo menentang ICERD (International Convention on The Elimination of Racial Discrimination). Pemerintah Malaysia mau menghapus diskriminasi, tapi dilawan oleh orang2 ini. Jadi, elo pribadi lebih pro ke diskriminasi etnis? Lo banyak job di MNC, Hari Tanoe itu Cina, FYI," tulis Ernest dalam cuitannya.

Melanjutkan protesnya, Ernest mengunggah poin-poin penting dari Konvensi ICERD dalam akun Twitter-nya.

Ernest juga menambahkan, permasalahan diskriminasi etnis ini merupakan sesuatu yang berbahaya. Ernest juga mempertanyakan logika berpikir Arie Untung dalam cuitannya. Pasalnya, berkaca pada kasus yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar dan etnis Uyghur di China, Arie Untung diklaim mengutuk keras aksi diskriminasi terhadap umat muslim tersebut. Namun, saat ada aksi menentang larangan diskriminasi, Arie Untung justru dianggap memberikan dukungannya.

"Rohingya di Myanmar, Uyghur di China. Keras mengutuk diskriminasi terhadap minoritas, tapi ketika ada demo yg menentang ICERD, malah didukung. Mohon maaf ini logikanya dimana? #HariHAM," pungkas Ernest.