Brilio.net - Selama masa pandemi corona, banyak selebriti Tanah Air yang menerapkan karantina mandiri di rumah sekaligus Work From Home. Untuk berinteraksi dengan para sahabat, mereka juga memilih memanfaatkan video call. Tak terkecuali dengan pelantun lagu 'Hampa', Ari Lasso.

Semenjak memiliki akun YouTube, Ari Lasso sering melakukan kolaborasi dengan YouTuber lain, salah satunya Raditya Dika. Dalam akun YouTube Raditya Dika, Ari Lasso juga tak sungkan menceritakan kisah masa kecilnya di Madiun. Tak hanya video call biasa, Radit juga menunjukkan fitur Google Earth pada sang penyanyi. Fitur ini memungkinkan penggunanya melihat keadaan suatu tempat melalui layar.

Ari Lasso pun semakin sumringah menunjukkan tempat-tempat bersejarah di masa kecilnya. Ia juga menceritakan peristiwa yang berkesan dan 'kenakalannya' lho. Penasaran apa saja? Berikut cerita masa kecil Ari Lasso yang dirangkum brilio.net dari akun YouTube Raditya Dika pada Jumat (1/5).

1. Ari Lasso jalan kaki setiap berangkat sekolah.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

Loading...

foto: YouTube/Raditya Dika

Penampakan SDN Sugihwaras 01 Saradan di Google Earth, membuat Ari Lasso semakin nostalgia. Setiap berangkat sekolah, ia mengaku selalu jalan kaki dari rumah.

"Sepanjang empat tahun gue sekolah di sini gua selalu jalan kaki."

Tak hanya itu, Ari Lasso mengungkapkan bahwa tak banyak anak yang menggunakan sepatu saat sekolah.

"Di sekolah inilah 40 persen sampai 50 persen muridnya belum bersepatu," terang Ari Lasso.

2. Bermain kelereng dan congklak di halaman rumah.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Selanjutnya, Ari Lasso juga menuntun Raditya Dika menuju ke arah rumahnya. Ia begitu antusias menyaksikan rumahnya dahulu yang tak banyak berubah. Ari Lasso juga menunjukkan TK yang tak jauh dari rumah. Ia juga sering bermain kelereng dan congklak bersama anak-anak di desanya.

3. Kantor dan ruang kerja ayahnya.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Sebelum sampai ke lokasi rumah, Ari Lasso juga menunjukkan letak kantor ayahnya. Ia bahkan masih ingat dengan ruangan kerja sang ayah yang terlihat dari jendela. Ia juga mengungkap bahwa desanya merupakan penghasil kayu jati yang besar di Indonesia.

4. Jatuh cinta dengan musik sejak kelas 4 SD.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Ari Lasso juga menceritakan awal kisahnya jatuh cinta pada musik.

"Gue jatuh cinta sama musik itu di desa ini, ketika gue kenal lightning-nya musik itu kelas 4 SD gue dengerin Queen di desa ini, kakak gue yang bawa," ungkap Ari Lasso pada Raditya Dika.

5. Merasa bersalah karena membunuh ayam.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Ketika melihat gambar ayam, Ari Lasso langsung teringat dengan kenakalannya di waktu kecil. Ia bercerita bahwa dulu, ia sempat bermain ketapel dan mengenai ayam hingga mati.

"Gue dulu pernah merasa berdosa dan dihantui rasa bersalah selama 3 malam, dan mungkin lebih. Tau ketapel, kan? Gue penembak dan pemain ketapel ulung. Di suatu sore, gue iseng-iseng ngetapel ayam dan gue yakin akan kena. Dan ken kepalanya lho Dit. Dia kayak teler sampe kepleh-kepleh gitu terus ayamnya mati. Trus satu desa heboh 'Ayam saya mati'," kisahnya.

6. Pindah SD sebanyak tiga kali.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Karena ayahnya sering pindah tugas, Ari Lasso mengungkap kalau ia sudah tiga kali pindah SD. Dari SD Sugihwaras Saradan, pindah ke SDN Kadipaten 1 Bojonegoro selama 3 tahun, dan pindah lagi ke SD Kertajaya Surabaya selama 6 bulan.

7. Ari Lasso menyewakan buku.

Cerita masa kecil Ari Lasso berbagai sumber

foto: YouTube/Raditya Dika

Sejak SD di Bojonegoro, Ari Lasso juga sempat menjadi pengumpul buku dan menyewakannya. Hasilnya ia belikan bola sepak untuk membentuk klub bola di zaman itu. Ia juga mengumpulkan teman-teman untuk membentuk komunitas baca buku. Ketika SMP, Ari Lasso masih melanjutkan hobinya dan mulai bermusik.