Brilio.net - Setelah drama yang ditunggu-tunggu oleh pencinta drama Korea yaitu The King Eternal Monarch tayang pada hari Jumat (17/4), rupanya penayangan awal drama bergenre fantasi ini menimbulkan kontroversi dari orang-orang yang menontonnya.

Drama yang sudah berjalan dua episode menceritakan tentang dua dunia paralel, yaitu dunia dengan negara korea yang modern dan satu lagi dunia kekaisaran yang dipimpin oleh raja muda. Dua dunia tersebut saling terhubung melalui sebuah portal. Diperankan oleh Lee Min-ho (Raja Lee Gon) dan Kim Go-eun (detektif Jung Tae-eul) bekerja sama untuk melindungi orang-orang yang mereka cintai dan menutup portal antara dua dunia tersebut.

Baru-baru ini muncul kritik dari warganet di awal penayangan episode The King Eternal Monarch. Mereka menilai bahwa desain lokasi atau bangunan kerajaan fiksi tersebut mirip sekali dengan kuil-kuil Jepang. Salah satunya adalah bangunan di kompleks kuil Jepang Tdai-ji.

Tidak hanya itu, bangunan lain yang juga disebut mirip yaitu pagoda lima lantai di kuil Jepang Kfuku-ji. Simbol-simbol yang digunakan sebagai lambang kerajaan fiksi itu juga dinilai memiliki kesamaan dengan Simbol Kekaisaran Jepang yang sebenarnya.

1. Penampakan latar drama The King Eternal Monarch yang menuai kritik.

Loading...

Lokasi The King Eternal mirip kuil jepang Berbagai sumber

foto: Instagram/@thekingeternalmonarch.official

2. Desain bangunan kuil Tdai-ji di Jepang.

Lokasi The King Eternal mirip kuil jepang Berbagai sumber

oto: Instagram/@todaiji.official

3. Desain bangunan dalam The King Eternal Monarch pada opening video.

Lokasi The King Eternal mirip kuil jepang Berbagai sumber

foto: soompi.com

4. Segel Kekaisaran Jepang.

Lokasi The King Eternal mirip kuil jepang Berbagai sumber

foto: soompi.com

5. Segel kekaisaran pada The King Eternal Monarch.

Lokasi The King Eternal mirip kuil jepang Berbagai sumber

foto: Instagram/@thekingeternalmonarch.official

Tentu ini menjadi masalah yang serius mengingat Korea dan Jepang memiliki konflik historis di abad ketujuh. Jepang pernah menjadikan Korea sebagai koloni kekaisarannya pada tahun 1910. Wajar bila penggambaran desain lokasi dan simbol-simbol dalam The King Eternal Monarch ini memicu kontroversi baru.

Oleh sebab itu merespon kontroversi ini, Tim The King Eternal Monarch menuliskan pernyataan pada Senin (20/4). Mereka terlebih dahulu meluruskan isu tentang simbol yang digunakan sebagai cap Kekaisaran Korea di drama itu.

"Pertama, kita akan membahas cap kekaisaran dari Kekaisaran Korea dalam drama. Untuk mewakili monarki konstitusional di mana Majelin Nasional berpusat di sekitar keluarga kekaisaran, kami menciptakan segel kekaisaran Kekaisaran Korea dengan desain 'bunga plum ganda' di mana bunga dirangkai oleh bunga lain. Ini sama sekali tidak terkait dengan Segel Kekaisaran Jepang." tulis tim produksi dilansir dari soompi.

Terkait dengan desain bangunan yang dipakai untuk lokasi syuting. Hwa & Dam Pictures memberikan klarifikasi bahwa benar beberapa fitur kuil Jepang digunakan dalam desain bangunan drama itu, "Dalam kasus pagoda kayu dua lantai, kami menggunakan fitur kuil Buddha Korea dan istana kerajaan Cina sebagai dasar untuk membuat pagoda kayu fiksi, dan kami telah memverifikasi bahwa beberapa fitur kuil Jepang digunakan dalam proses tersebut."

Setelah mengetahui hal tersebut, Hwa & Dam mewakili seluruh kru meminta maaf kepada pihak-pihak terkait, "Itu jelas kesalahan kami, tidak peduli alasannya, bagi kami untuk tidak memperhatikan setiap detail dalam proses mendesain dunia fiksi Kekaisaran Korea, dan kami dengan tulus meminta maaf."

Hwa & Dam juga berjanji akan merevisi desain bangunan yang dianggap mirip dengan kuil-kuil di Jepang, dan akan memastikan penonton tetap nyaman menonton drama The King Eternal Monarch di episode mendatang hingga seterusnya. Nggak hanya itu, dalam rilisnya tim produksi juga akan merilis ulang episode yang telah ditayangkan sebelumnya.

"Kami sekali lagi meminta maaf, dan kami akan mencoba yang terbaik untuk membuat drama berkualitas tinggi." tulis Hwa & Dam Pictures diakhir rilisnya.